Growth. It’s about experience!

Marketing is all about the experience you’re creating for the end user.

2016 sudah tinggal 1 minggu lagi.
Apa yang harus dipersiapkan agar bisnis kita tidak hanya bertahan, tapi bisa berkembang dan terus membesar.

Sebelum melanjutkan membaca tulisan ini, silakan baca dulu artikel growth hacking ya…

Pada dasarnya sebuah bisnis harus menjadi solusi atas masalah yang dihadapi konsumen. Tidak ada lagi produk yang dicari konsumen kecuali solusi atas masalah yang dihadapi konsumen. Menariknya solusi atas suatu masalah adalah tahapan terendah dari sebuah bisnis lho!

Yuk pelajari tahapan mulai dari basic task yaitu : Produk dan feature, hingga bisa sampai ke level tertinggi fokus ke experience.

Pyramid-copy#1 Useful
Sebuah produk yang memberikan fungsi sesuai dengan kebutuhan pelanggan wajib dimiliki. Ini wajib dimiliki baik oleh bisnis besar ataupun startup. secanggih apapun produknya kalau tidak ada pasar yang mau menggunakan pasti cepat atau lambat akan tutup.

#2 Reliable
Setiap produk dan jasa haruslah memenuhi janjinya. Sehingga produk yang memiliki kehandalan yang akan dicari terus oleh pasar. Pastikan kita memenuhi harapan dari pelanggan, bahkan bisa melebihi dari harapan pelanggan.

#3 Usable
Apakah produk anda mudah untuk digunakan? apakah produk Anda bisa dengan cepat dipelajari dan dimanfaatkan oleh pembeli? Apakah pembeli Anda masih merasa kesulitan menggunakan produk yang Anda tawarkan?

#4 Convinience
Adalah level dimana pembeli produk Anda dapat dengan cepat mengadaptasi produk Anda untuk menyelesaikan masalah mereka.

#5 Pleasurable
Apakah produk Anda meninggalkan “kesan” setelah mereka mengkonsumsi atau menggunakannya? Dan lebih seru lagi jika pengalaman menggunakan produk itu membuat mereka terlihat lebih cool di hadapan teman-temannya. Nah di era social media, ini akan menjadikan produk dengan pleasure menjadi viral dan menyebar lebih cepat.

#6 Meaningful
Ini adalah level tertinggi, dimana pengalaman, orang, dan produk Anda memberikan arti baru bagi pelanggan Anda. Jika sudah ada di level ini tantangannya adalah tetap menjaga brand dan image produk tetap menjadi top of mind di benak target pasar Anda.

So di akhir tahun ini mari evaluasi, sudah di level manakah aktivitas merk kita jalankan.

2014

Kenapa Bisnis Plan 2014 Anda Gagal ?

Masih ingat apa yang anda lakukan bulan november – desember 2013 ?
Apa yang dikerjakan menjelang akhir tahun 2013, kita kira setahun yang lalu ?

Mungkin Anda sedang sibuk memikirkan Goal dan target 2014
Mulai membuat apa yang menjadi tujuan bisnis anda di tahun 2014,
berapa omzet yang akan Anda hasilkan di tahun 2014

Coba buka kembali facebook Anda di masa itu, cari status dan foto-foto anda mengikuti seminar, workshop, pelatihan tentang bisnis plan, marketing plan, dan semua yang berbau perencanaan bisnis.

Lalu Anda menuliskan target omzet bisnis anda di 2014.
Ya, ditulis di selembar kertas, atau handout workshop Anda, Atau juga anda sudah menuliskan di file excel template yang dibuat oleh mentor.

Setelah itu Anda mulai menuliskan aktivitas-aktivitas apa yang harus dikerjakan untuk mencapai goal dan target yang sudah anda tetapkan sendiri. Mulai membaginya menjadi goal-goal yang lebih kecil. Menjadi 6 bulanan, lalu menjadi agenda kerja bulanan, bahkan jika memang Anda serius mengembangkan bisnis, tentu merincinya hingga menjadi aktivitas harian!

Stop!

Sudah ketemu filenya ?
Lembaran kertas untuk menyusun agenda kerja anda ?
Atau file excelnya ?

Atau anda malah belum sempat mengerjakan planning 2014 ?

“If you fail to plan, you are planning to fail!”

― Benjamin Franklin

Kalau memang Anda belum membuat planning, segera (x) close saja artikel ini.
Karena memang Anda tidak perlu membacanya lebih lanjut.

Buat Anda yang sudah membuat planning, dan file/dokumen planning anda masih selalu Anda jaga dan rawat, SELAMAT!!! Ya Anda memang orang-orang terpilih yang memang serius ingin maju demi kesejahteraan Anda dan keluarga, dan tentu orang-orang yang Anda sayangi.

evaluation

Hari ini tema tulisan ini adalah kegagalan…
Ya kegagalan…
Banyak orang tidak mau gagal,
Sehingga banyak orang tidak belajar dari kegagalan itu sendiri.

Padahal sifat kegagalan bukanlah permanen.
Gagal hari ini belum tentu besok,
Anda berhasil kemaren, juga belum tentu akan berhasil besok.

Kegagalan adalah NETRAL.
Kitalah yang menjadikan kegagalan sebagai positif ataupun negatif.

Coba bayangkan anak bayi yang sedang belajar berjalan, pernahkan dia terjatuh? pernahkan dia terguling, pernahkan dia terpeleset?

Lalu… apa yang dilakukan ketika jatuh?
Ya, berdiri dan mencoba jalan lagi. So simple as that!

Kalau bayi tidak pernah terpeleset atau jatuh, mungkin seumur hidup dia tidak akan berjalan.

Ok, kembali lagi ke tema bisnis plan Anda di 2014.
Pertanyaannya bagaimana hasil bisnis anda 2014?
Apakah omzet yang sudah Anda tetapkan di akhir tahun 2013 sudah sesuai dengan yang dicita-citakan atau ditargetkan ?

Salah satu penyebab kegagalan bisnis kita mencapai target di 2014 adalah karena kita kekurangan sumberdaya. Kita tidak menyadari seberapa banyak waktu yang kita miliki, tidak tidak sadar seberapa besar energy yang kita miliki untuk mencapai target besar yang sudah ditetapkan di awal perjalanan tahun 2014. Kita lupa bahwa membangun bisnis bukan saja membangun sumber penghasilan bulanan, tapi bisnis adalah membangun sistem dan team yang dapat terus bekerja bersama-sama mencapai cita-cita organisasi.

Menjual produk bisa dilakukan oleh SUPERMAN,
tapi membangun bisnis, Anda harus membangun SUPERTEAM.

Kata brad sugar, bisnis di awalnya adalah bagaimana membangun pondasi (goal, mindset, identity), dilanjutkan bagaimana menyusun strategi marketing dan selling, lalu dilanjutkan membangun sistem dengan SOP, maupun IT (toko online, dll). Nah setelah tahapan diatas terlampaui, maka tugas dari bisnis owner harus memikirkan human capital-nya. Bagaimana merekrut orang terbaik, bagaimana membuat karyawan terbaik betah, dan karyawan yang buruk keluar, bagaimana menyusun tim yang solid dan bekerja ikhlas, cerdas, dan keras demi perusahaan dan dirinya.

Tidak banyak evaluasi yang perlu Anda lakukan di Desember 2014 ini agar mampu menjadikan 2015 menjadi tahun yang berharga bagi bisnis Anda.

Jika target Anda di 2014 sudah terlewati,
Selamat, mungkin goal setting Anda kurang tinggi 😛

Evaluasi 2011

Mumpung masih ada kesempatan di 2011 ini, yuk sejenak kita evaluasi dream book dan cita-cita yang sudah diikrarkan di awal tahun 2011 yang lalu.

Saya pribadi sempat evaluasi goals 2011 ini di pertengahan tahun, dan alhamdulillah beberapa ternyata bisa lebih cepat tercapai tanpa saya sadari. Itulah mungkin yang disebut kekuatan bawah sadar. Karena sugesti yang telah kita tanamkan bisa mendorong alam sadar kita untuk berjuang meraihnya.

Nah begitu juga di oktober yang penuh semangat ini. Mumpung ada energi dan waktu, ayo buka sejenak goals 2011, evaluasi sampai dimana pencapaiannya, tambahkan aktivitas apa yang dapat dikerjakan untuk membuat goals 2011 tercapai pada waktunya atau lebih cepat.

Go! Go!! Go!!!

konsep dasar hidup

walah judulnya kok serem banget, tapi itulah diskusi dari talkshow di radio pagi ini. Sebenarnya ilmu sederhana ini juga pernah saya dapetin dari guru saya pak iyan waktu ikut kemah beliau re-frame your life. Hebatnya beliau sampai cetak kaos yang isinya konsep dasar hidup ini.

Saya sendiri juga belajar ke guru saya yang lain, Mark Joyner, dan nampaknya beliau juga memiliki pandangan yang sama tentang kehidupan dengan simpleology nya.

Saat ngaji bersama uztad jamil azzaini pun beliau mengarahkan pada hal serupa dengan membuat proposal hidup.

Akhirnya semakin mantap dan jelas memang konsep hidup ini sangat luar biasa jika kita mampu memahami dan akhirnya bersedia dengan iklas menjalaninya. Atau bahasanya gaulnya adalah “action”

Pak Mark, Pak Jamil, Pak Iyan, dan saya pun yakin orang orang sukses memiliki kunci ini.

apakah sahabat mau mengetahuinya?

karena memang banyak sekali yang ingin tahu, tapi ternyata tidak mampu menjalankannya lho.

ada juga yang tidak tahu, tetapi berhasil menjalaninya.

Dan alangkah luar biasa bermanfaat jika kita mengetahuinya, dan ikhlas menjalaninya.

Secara mendasar sebenarnya ada 3 :

  • Mengenali diri sendiri
  • Mengetahui tujuan dari hidup
  • Mengetahui cara untuk mencapai tujuan hidup

3 kalimat sederhana itu nampaknya sepele ya, tetapi jika kita tidak memahami secara mendalam ketiganya tidak akan berarti apa-apa. Tapi jika kita bersedia mempelajarinya lebih dalam. Insyaallah kita akan semakin terbantu dalam kehidupan ini. Apakah kita sudah mengetahuinya? sudahkan kita menggalinya lebih dalam?

Minggu depan insyaallah  akan dibahas satu persatu. Jika anda tertarik silahkan isi email berlangganan di sebelah kanan.