Kenapa Bisnis Plan 2014 Anda Gagal ?

Masih ingat apa yang anda lakukan bulan november – desember 2013 ?
Apa yang dikerjakan menjelang akhir tahun 2013, kita kira setahun yang lalu ?

Mungkin Anda sedang sibuk memikirkan Goal dan target 2014
Mulai membuat apa yang menjadi tujuan bisnis anda di tahun 2014,
berapa omzet yang akan Anda hasilkan di tahun 2014

Coba buka kembali facebook Anda di masa itu, cari status dan foto-foto anda mengikuti seminar, workshop, pelatihan tentang bisnis plan, marketing plan, dan semua yang berbau perencanaan bisnis.

Lalu Anda menuliskan target omzet bisnis anda di 2014.
Ya, ditulis di selembar kertas, atau handout workshop Anda, Atau juga anda sudah menuliskan di file excel template yang dibuat oleh mentor.

Setelah itu Anda mulai menuliskan aktivitas-aktivitas apa yang harus dikerjakan untuk mencapai goal dan target yang sudah anda tetapkan sendiri. Mulai membaginya menjadi goal-goal yang lebih kecil. Menjadi 6 bulanan, lalu menjadi agenda kerja bulanan, bahkan jika memang Anda serius mengembangkan bisnis, tentu merincinya hingga menjadi aktivitas harian!

Stop!

Sudah ketemu filenya ?
Lembaran kertas untuk menyusun agenda kerja anda ?
Atau file excelnya ?

Atau anda malah belum sempat mengerjakan planning 2014 ?

“If you fail to plan, you are planning to fail!”

― Benjamin Franklin

Kalau memang Anda belum membuat planning, segera (x) close saja artikel ini.
Karena memang Anda tidak perlu membacanya lebih lanjut.

Buat Anda yang sudah membuat planning, dan file/dokumen planning anda masih selalu Anda jaga dan rawat, SELAMAT!!! Ya Anda memang orang-orang terpilih yang memang serius ingin maju demi kesejahteraan Anda dan keluarga, dan tentu orang-orang yang Anda sayangi.

evaluation

Hari ini tema tulisan ini adalah kegagalan…
Ya kegagalan…
Banyak orang tidak mau gagal,
Sehingga banyak orang tidak belajar dari kegagalan itu sendiri.

Padahal sifat kegagalan bukanlah permanen.
Gagal hari ini belum tentu besok,
Anda berhasil kemaren, juga belum tentu akan berhasil besok.

Kegagalan adalah NETRAL.
Kitalah yang menjadikan kegagalan sebagai positif ataupun negatif.

Coba bayangkan anak bayi yang sedang belajar berjalan, pernahkan dia terjatuh? pernahkan dia terguling, pernahkan dia terpeleset?

Lalu… apa yang dilakukan ketika jatuh?
Ya, berdiri dan mencoba jalan lagi. So simple as that!

Kalau bayi tidak pernah terpeleset atau jatuh, mungkin seumur hidup dia tidak akan berjalan.

Ok, kembali lagi ke tema bisnis plan Anda di 2014.
Pertanyaannya bagaimana hasil bisnis anda 2014?
Apakah omzet yang sudah Anda tetapkan di akhir tahun 2013 sudah sesuai dengan yang dicita-citakan atau ditargetkan ?

Salah satu penyebab kegagalan bisnis kita mencapai target di 2014 adalah karena kita kekurangan sumberdaya. Kita tidak menyadari seberapa banyak waktu yang kita miliki, tidak tidak sadar seberapa besar energy yang kita miliki untuk mencapai target besar yang sudah ditetapkan di awal perjalanan tahun 2014. Kita lupa bahwa membangun bisnis bukan saja membangun sumber penghasilan bulanan, tapi bisnis adalah membangun sistem dan team yang dapat terus bekerja bersama-sama mencapai cita-cita organisasi.

Menjual produk bisa dilakukan oleh SUPERMAN,
tapi membangun bisnis, Anda harus membangun SUPERTEAM.

Kata brad sugar, bisnis di awalnya adalah bagaimana membangun pondasi (goal, mindset, identity), dilanjutkan bagaimana menyusun strategi marketing dan selling, lalu dilanjutkan membangun sistem dengan SOP, maupun IT (toko online, dll). Nah setelah tahapan diatas terlampaui, maka tugas dari bisnis owner harus memikirkan human capital-nya. Bagaimana merekrut orang terbaik, bagaimana membuat karyawan terbaik betah, dan karyawan yang buruk keluar, bagaimana menyusun tim yang solid dan bekerja ikhlas, cerdas, dan keras demi perusahaan dan dirinya.

Tidak banyak evaluasi yang perlu Anda lakukan di Desember 2014 ini agar mampu menjadikan 2015 menjadi tahun yang berharga bagi bisnis Anda.

Jika target Anda di 2014 sudah terlewati,
Selamat, mungkin goal setting Anda kurang tinggi 😛

Strategy Bisnis Mikro 2014

Setelah 1 minggu memikirkan strategy 2014 bersama dengan pakar-pakar bisnis serta mentor bisnis. Ini adalah catatan paling penting menghadapi peta persaingan 2014.

Resesi harusnya tidak berlaku bagi UKM. Apalagi dengan fix cost yang masih kecil, organisasi yang masih sederhana, owner masih menjabat jadi OB dan kurir, dan jualan cuma via garasi dengan manfaatin fb dan BB adalah keuntungan luar biasa. Bisnis mikro dan kecil akan sangat diuntungkan ketika resesi.

Ketika ekonomi berlari kencang, dijamin perusahaan besar akan terus dengan mudah menggilas pemain-pemain kecil. Uang yang tidak terbatas dan human capital akan mudah membuat bisnis kecil keok di masa tenang.

Bagaimana bisnis yang baru mulai, atau bisnis UKM, atau startup bisa menyalip perusahaan besar ketika resesi datang? ada beberapa strategy yang bisa digunakan :

1. Tetap beriklan, bahkan menambah budget!
Kalau para pemain lain cenderung “wait and see” menghadapi kondisi bisnis yang tak menentu, Anda justru harus proaktif merespons pasar dengan gerakan-gerakan yang agresif dan menggebrak pasar. Kalau pemain lain cenderung tiarap, mengurangi budget pemasaran untuk menghindari risiko, Anda justru menaikkan budget untuk memanfaatkan momentum pasar yang sedang sepi oleh gerak pesaing. Catat : gerakan Anda yang agresif di tengah pemain lain yang diam akan menghasilkan dampak kinerja yang jauh lebih impactful.

2. Low Budget, High Impact
Marketer harus mengusung konsep program yang nyleneh, dengan memanfaatkan media sosial, komunitas, atau digital. Konsep kampanye pemasaran yang berbasis word of mouth (WOM), buzz, atau viral di media sosial akan marak dan menjadi pilihan. Optimalkan website, blog, twitter, facebook, video, dan mobile site yang lebih murah dan efektif.

nyalip rossi3. Service Oriented
Dua-tiga tahun yang lalu ketika ipad diluncurkan semua bilang wow. Harga dipatok sangat tinggi sekali. Hanya kalangan tertentu yang bisa tenteng gadget itu. Setahun belakangan sudah muncul produk tab dengan OS android yang lebih kurang punya fungsi sama, tetapi dengan harga kurang dari separonya. Product WOW akhirnya turun kelas menjadi produk KEREN. Mungkin tidak lama lagi produk keren itu akan jadi produk yang BIASA saja.

Sehingga produk yang value oriented, akan lebih dikejar-kejar pembeli di masa resesi ini. Produk sejenis dengan value sama, tapi memberikan harga yang lebih murah akan dapat memenangkan persaingan di masa krisis.

Yuk segera persiapkan bisnis kita di 2014

Masih ada insight lain yang akan di share. Masukkan saja email anda di sini :

Delivered by FeedBurner