International Sourching Programme #mihas2016

Baca juga : New day #mihas2016

Harus diakui Pemerintah Malaysia cukup cerdas dalam hal branding. Bagaimana mihas yang sudah diadakan 13x, setahun sekali masih terus dilakukan hingga kini. Istiqomah. Dan tentu biaya yang harus dikeluarkan pasti cukup besar. Tahun ini mayoritas buyer didatangkan dari china, korea, jepang, dan negara-negara timur tengah. Dari Eropa dan Amerika jauh berkurang. Dan dari Indonesia pun di pangkas.

Matrade menyeleksi dengan ketat karena budget juga dibatasi. Total ada sekitar 500-an pengusaha hadir di event International Sourching Programme ini. Di event ini, peserta akan mendapatkan 1 meja, yang akan menerima supplier dari perusahaan Malaysia (rata-rata SME) untuk menawarkan produk maupun kerjasama bisnis.

international sourching progammeKolaborasi
Program semacam ini tidak sekedar networking. Tapi kesempatan untuk belajar. Kita bisa melihat bisnis apa yang potensial, mana yang sedang trend naik, mana yang sedang turun, bagaimana bisnis bekerja dengan lebih efektif dan efisien. Kita juga banyak kesempatan bertukar pikiran tentang bisnis model, produk market fit, marketing strategy yang terkini.

Setelah mengikuti program ini saya juga merasa memiliki skill lebih baik untuk diskusi bisnis. Melihat dari kacamata yang berbeda, menggali informasi secara mendalam dan melihat lebih netral. Dengan teknik “rahasia” kita juga bisa mendapatkan hal-hal baru yang selama ini mungkin masih menjadi asumsi, atau masih menjadi angan-angan saja.

meetingMemilah dan memilih
Dalam sebuah perjalanan, dipastikan akan banyak hal-hal yang terduga. Kadang kita menganggap nya sebagai masalah, atau peluang. Semuanya kembali ke respon kita. Saat ini saya memilih perjalanan mihas di 2016 sebagai pause time. Menguji bagaimana saya bisa meninggalkan bisnis kita, tapi tetap bisa terkontrol. Terima kasih kepada tim saya, dan tentu teknologi (internet, cctv, my app, internet banking, whatsapp, dll) yang membuat bisnis tetap terkendali secara remote.

Pilah perusahaan mana, atau orang-orang mana yang bisa menjadi nilai tambah dan faktor kali. Temui orang baru di hotel, jalanan, tempat makan, kereta, bis, dan buatlah persahabatan baru.

Suatu saat kita akan melihat banyak peluang bisnis ini dan itu. Tapi pastikan semuanya bisa menjadi jalan yang tepat untuk menuju goals kita. Melihat peluang-peluang baru saya manfaatkan untuk mengasah intuisi dan skill bisnis saya, dan pastikan tetap sejalan dengan rencana yang sudah kita buat dari awal tahun.

lanjutan : pameran mihas KLCC

New day new experience #mihas2016

Tiap tahun matrade Malaysia secara rutin mengadakan event mihas, yang fokus untuk memperkenalkan produk-produk halal ke seluruh dunia. Unik dan bagus sekali brand-nya dengan mengusung tag line di 2016 “experience halal”. Tulisan ini nantinya akan dibuat berseri, merupakan catatan pribadi, dan tentu semoga teman-teman pembaca juga bisa mendapatkan insigt baru.

Pre departure briefing
Seperti event mihas sebelumnya, saya juga diundang untuk mengikuti meeting persiapan pemberangkatan. Sebelumnya meetingnya diadakan di hotel bintang 5, tapi kali ini cukup di kantor matrade. Kenapa? karena ternyata rombongan tahun ini hanya 4 perusahaan. Padahal tahun sebelumnya dari Indonesia ada 26 orang lho. Hmmm… menarik untuk dicermati.

Untuk konten-nya secara umum tidak ada perubahan. Inti event ini tetap konsisten memperkenalkan produk dan layanan berbasis syariah / halal ke seluruh dunia.

delayUber
Oh ya, sebagai informasi, saya mengikuti mihas sebagai bagian dari International Sourching Program, atau sebelumnya di kenal dengan IBM (incoming business mission). Di program ini peserta mendapatkan beberapa fasilitas local transport dan akomodasi hotel selama program. Untuk tiket, biaya pribadi dan lain-lain harus bayar sendiri.

Untuk tiket sendiri, andalan saya saat ini traveloka. Dan dapat tiket pesawat PP sekitar 1 juta per-orang. Yang berbeda dengan pengalaman saya sebelumnya adalah menggunakan uber sebagai transport dari rumah ke bandara. Penerbangan jam 6 pagi, membuat saya harus sudah siap sekitar jam 4 pagi. Dan thanks to uber, dengan biaya sekitar 110rban + tol membawa pengalaman baru dalam hidup saya….

Delay
Rencana awal adalah berangkat pagi hari, jadi sampai di KL sekitar jam 9 waktu setempat. Waktu di hari pertama akan saya gunakan mengekplore area di KL yang belum pernah saya kunjungi yaitu genting. Tapi apa dikata, ada masalah teknis di penerbangan air asia QZ202 menuju KLIA2, yang membuat saya baru datang jam 13.00. So, mungkin saya terpaksa menunda dulu naik cable car di genting hehehe…

bukit bintangBukit Bintang
Sebagai penggantinya, setelah check in di seri pasific hotel, kita jalan-jalan saja di sekitar bukit bintang. Mencari info tentang bis hop-on hop-off, mampir ke toko buku times, dan pastinya menikmati prata, teh tarik, dan nasi lemak berharga 2RM (Rp6400).

(bersambung ke : https://annasahmad.wordpress.com/2016/04/02/international-sourching-programme-mihas2016/ )

Grow hack – it’s not tools, it’s mindset

Kemaren baru ngelmu lagi bareng komandan rieke di event idea! #ecommerceshortcourse
lagi-lagi materi growth hack

Menarik karena penekanan bahwa growth hack itu sebenarnya bukan barang baru. Bahkan jaman dulu bagaimana sriwijaya menguasai nusantara, kejayaan majapahit, yang dilakukan prinsipnya adalah growth hack. Jaman sekarang lebih mudah karena sudah bisa dibuat data dan statistik-nya.

Dan catat, growth hack itu bukanlah tools, tapi adalam mindset.
Dalam menjalankan bisnis mindset ini sangat penting bagaimana bisa membangun bisnis yang efisien, ekonomis, mudah pivot, dan tentu profitable.

Kenapa sih growth hack ?

Problem terbesar dari bisnis baru, atau saat ini trendy disebut startup adalah sumber daya yang terbatas. Tidak punya banyak modal, jumlah tim terbatas, bahkan dikerjakan foundernya sendiri, sehingga harus sangat kreatif untuk bisa terus tumbuh. Artinya mulai ada penjualan, kalau aplikasi berarti bisa mendapatkan user baru, dan bisa bertahan melawan derasnya kompetisi

Kondisi saat ini marketing tradisional sudah sangat mahal. Tahu berapa budget untuk pasang baliho di senayan? berapa iklan 30 detik di TV nasional, berapa harga iklan 1 halaman kompas? dan prinsip growth hack bukanlah brand awarenes, tapi sebenarnya mencari ROI, dengan mencari tahu cara yang berhasil untuk mencapai tujuan (sales, jumlah user, dll). Karena sebenarnya dengan tercapainya ROI, secara otomatis brand awareness juga naik dengan sendirinya!

Dan yang harus dipahami, kebanyakan startup terlalu fokus pada produk. padahal tantangan dalam era kini adalah distribusi. Product market fit is a must, dan next is distribution. Bagaimana layanan / produk yang dibuat bisa menembus batas ketakutan dari first user / first buyer!

Dasar dari growth hacking adalah irisan dari 3 hal, seperti di bahas di tulisan :
https://annasahmad.wordpress.com/2015/11/06/growth-hacking-2/

yaitu :
– Creative marketing
– Software engineering dan automation
– Data analytics dan testing

Lalu bagaimana menjalankan growth hacking dalam bisnis kita?

Dave-McClures-Pirate-Metrics

Tahapan growth hack bisa dijabarkan sebagai berikut, terutama untuk bisnis online (ecommerce)

1. Aquisition : prinsipnya adalah bagaimana bisnis anda bisa mendapatkan traffic. Bisa kita mulai dengan SEO. Saya menjalani teknik ini sejak tahun 2006. Membangun web dengan basis visitor dari search engine, dan sangat powerful karena visitor dari google pasti sudah tertarget berdasarkan keyword. Traffic berikutnya adalah dari social media. Pilih social media yang sesuai dengan target market Anda. Apa dengan twitter, G+, facebook, instagram, dan terpenting pastikan memiliki konten yang relevan.

2. Activation : Ketika web kita sudah ditemukan di search engine, sudah di temukan di social media dan mulai mendapatkan traffic, cek berapa bounce rate-nya! Apakah visitor anda real, atau robot? dan berikutnya apa kesan pertama yang dihasilkan ketika pengunjung mendatangi web anda. Landing page adalah kunci penting di fase ini. Temukan AHA MOMENT ketika visitor masuk ke web anda, dan pastikan kenapa saya harus menggunaan produk atau layanan anda dapat terjawab kurang dari 5 detik

3. coming soon…

istirahat dulu ya, sebagai PR, silahkan cek kembali web site teman – teman, lakukan review blog terutama dari orang-orang yang netral. Anda juga dapat menggunakan berbagai tools untuk menguji landing page, A/B testing, dan monitoring untuk melihat performance landing page yang kita buat.

Jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan pesan di komentar, saya akan pastikan semua pertanyaan terjawab.
Okay, have FUN!

Bagaimana Paket Toko Online- Mu Dikirim ke Pelanggan?

MemberiID secara rutin mengadakan kelas inspirasi, dimana teman-teman pengusaha dan startup diajak masuk ke dalam proses bisnis perusahaan besar. Kali ini kita mengunjungi JNE!

JNEe

Buat saya pribadi undangan mas yuswohadi mengunjungi JNE memang merupakan bagian penting dari bisnis, terutama Online Shop. Sebuah toko online (online shop) tentu tak akan bisa lepas dari aspek logistik dan pengiriman barang ke konsumen. Ketika konsumen telah memesan produk melalui toko online Anda, maka pesanan tersebut akan dieksekusi melalui serangkaian proses supply-chain yang kemudian berujung pada pengiriman barang (delivery) ke alamat konsumen.

Insight Penting

Saat ini JNE memiliki 12.000 karyawan di seluruh Indonesia. Untuk pelayanan pickup mereka membentuk keagenan, tapi pengiriman dihandle secara mandiri. Per tahun 2012, kiriman paket per bulan telah mencapai 10 juta paket per bulan.

sehingga rate service mereka adalah :
833 paket / orang / bulan
27 paket / orang / hari

sedangkan kecepatan delivery untuk motorist adalah 60-70 paket tiap harinya.

Di JNE memiliki warehouse dengan luas 2000 m2 yang dapat mensortir paket dengan kecepatan 8000 paket per jam.

Kerjasama

Saat ini JNE sangat peduli dengan produk pengusaha kecil – menengah sehingga ikut memasarkan produk UKM melalui program pesona, dan terbukti cukup sukses. Misal produk pempek dari palembang kiriman bisa mencapai 4000 kg dalam 1 minggu! keren kan…

Saat ini saya juga diminta menjadi hub untuk layanan JNE logistic, yang memungkinkan UKM menggunakan gudang dan layanan logistik secara lengkap milik JNE. Bayangkan, pemilik bisnis online tidak perlu lagi stock barang, punya karyawan gudang, karyawan packing. Masalah stock, penyimpanan barang, packing, pengiriman barang semua bisa di outsource ke JNE dengan biaya per produk terjual saja!

Kedepan JNE akan masuk ke negara-negara ASEAN, dan mari bersiap UKM Indonesia Go Global beneran!

Menarik, selain distribusi lebih luas, lebih hemat karena akhirnya beban itu bisa menjadi variable cost, bukan fix cost. So, jika teman-teman tertarik juga dengan layanan ini, silahkan tinggalkan pesan di bagian komentar.

Bagaimana mengetahui arah dan kendali bisnis?

Menjalankan roda bisnis bisa identik dengan mengendarai kendaraan lho! Pagi ini sambil mengantar anak sekolah saya ngelamun membayangkan bisnis itu seperti jalan kaki, naik sepeda, naik motor, naik mobil (ada berbagai jenis mobil ya…), naik kereta, sampai naik pesawat.

Bisnis startup bisa diibaratkan naik sepeda. Ini cocok untuk berkendara jarak pendek. Yang di cek paling tekanan angin di ban, apakah pedal dan gear bekerja, rem berfungsi. Selebihnya otot kita yang bekerja. Resiko berkendara dengan sepeda juga relatif rendah. Paling jatuh, atau keserempet. Kecepatan juga tidak tinggi.

Sama persis ketika kita mulai bisnis ya, masa pencarian, kita mengukur resiko, biasanya rugi ya udah tutup aja. Overhead masih rendah. Parameter utama adalah sales, profit belum menjadi fokus, skill juga masih lebih ke arah marketing dan sales.

Ketika bisnis mulai membesar, ibaratnya kita akan naik motor. Mulai pakai mesin yang lebih canggih. Parameter yang di kontrol lebih banyak, ada bensin, accu, dan sebagainya. Ketika mengendarai kita juga perlu memperhatikan posisi gigi berapa, kecepatan berapa, lampu, sein kanan-kiri. Di bisnis yang mulai membesar akan sama. Banyak hal-hal yang lebih kita perlu perhatikan. Mulai menghitung detail profit, karena ada bensin, oli, dan biaya maintenance. Mengatur kecepatan optimal, kalau terlalu lambat bisa di salip kompetitor. Kalau terlalu cepat bisa resiko kecelakaan juga yaaa….

seru ya…. pasti Anda sudah bisa mulai menangkap maksud saya…

Di tahap tertentu bisnis kita akan ibarat naik mobil…

Avanza-INterior

Akan makin banyak panel dahsboard yang kita lihat. Ada tambahan temperatur, panel AC, radio, cara mengendalikan tidak hanya gas dan rem, tapi ada hand rem, ada kopling, ada wiper juga… Disini bisnis mulai memasuki tingkatan medium. Karena mulai banyak membawa penumpang, perlu diperhatikan juga jenis mobil yang digunakan. Jika misi Anda ke gunung, maka mobil yang diperlukan mungkin jenis off road. Jika misi kita ke kota, kita bisa pakai city cars. Tentu skill mengendarai juga beda kan…

Nah sekarang bayangkan jika Anda mengendarai motor atau mobil tanpa menggunakan dashboard. Apa yang terjadi ?

mungkin anda cuek saja, atau ada yang merasa tidak nyaman, atau ada juga yang merasa khawatir dan gelisah. Kalau bensin habis bagaimana? kalau lampu tidak normal bagaimana? dan kalau….. bagaimana…..

Jawaban masing-masing orang akan berbeda.
Sama halnya dengan bisnis

Coba bayangkan perjalanan Anda Jakarta – Surabaya. Anda akan naik sepeda, motor, mobil, kereta, atau pesawat?

Apakah Anda termasuk orang yang tidak memerlukan dashboar untuk bisnis Anda?

mmmmmm… Anda yang lebih tahu jawabannya.

ps.
Jika Anda serius membangun bisnis, buat dashboard Anda.
Pakai tools yang saya rekomendasi DISINI.

Fast – Good – Cheap

Cepet, Bagus, Murah

ini dia maunya semua konsumen di seluruh dunia ya…

catat :

Tahu berbeda dengan mampu. Tahu banyak belum tentu mampu banyak. Justru, banyak orang yang tahu banyak, tetapi tidak melakukan apa-apa.

Materi ini MCB ini disampaikan oleh Pak Johny Rusly, pemilik kotakpensil.com membahas hal yang basic dan mendasar, yang saking mudahnya sering diabaikan orang. Padahal, kunci sukses terletak pada menjalankan hal-hal basic.

Ada 3 elemen sukses di bisnis yaitu, MURAH, CEPAT DAN BAGUS.

Murah artinya harga jual kita dibawah harga orang lain.
Cepat artinya pelayanan yang baik dan cepat.
Bagus berarti kualitas produk yang baik.

Dalam bisnis, kita bisa pilih maksimal dua, dan tidak bisa tiga. Jika Anda memilih tiga elemen, maka biaya yang dikeluarkan akan terlalu besar, dan kemungkinan perusahaan akan rugi.

Mari kita bahas satu persatu

1. Murah dan Bagus, tidak bisa cepat.
Di daerah tanjung duren, jakarta barat ada martabak enak. Harganya murah, yang beli banyak. Antrian bisa satu jam lebih. Saya pernah bertanya kepada pak Alay, pemilik martabak, mengapa dia tidak tambah loyang atau tambah pegawai, agar pelayanan lebih cepat. Pak Alay berkata, kalau tambah orang baru, takut kualitas berubah, dan biaya bertambah, dia tidak bisa jual murah lagi. Semua harus melalui proses. Semua proses ada waktunya. Kalau mau cepat, maka masaknya buru-buru atau harus tambah orang, dan hal ini akan berpengaruh pada kualitas atau pada harga atau pada dua-duanya.

2. Murah dan Cepat, tidak bisa bagus.
Jika Anda memperhatikan masakan atau produk yang dijual di kaki lima, mereka dapat melakukan dengan cepat dan menjual dengan harga murah, tetapi dengan kualitas yang pas-pasan. Kalau mau murah dan cepat, hasil kurang bagus masih dapat diterima, terutama untuk pasar bawah.
Memang, murah dan cepat, terutama ditujukan untuk pasar menengah ke bawah, yang mencari harga murah semata.

3. Cepat dan Bagus, tidak bisa Murah.
Berbeda dengan #2, Cepat dan Bagus menyasar pasar menengah keatas, yang mencari produk bagus dan cepat, dan bersedia membayar harga yang lebih mahal. Saya bersama Axel, anak saya dan Mr. Ton makan di Sate Senayan. Satenya enak dan terhidang cepat. Pelayanannya sejauh ini memuaskan, sampai kita menerima bon. Makan sate bertiga, harganya hampir 400rb. Harga sate seharga steak.

But it’s ok. Ini harga yang kita bayar untuk kepuasan.
Jika mau kejar murah, kualitas bahan harus dikurangi (jadi kurang bagus) atau orang harus dikurangi (jadi tidak bisa cepat). Sebagai pengusaha, pada akhirnya, kita harus memilih diantara tiga variasi diatas.

1. Murah dan Bagus, tidak bisa cepat.
2. Murah dan Cepat, tidak bisa bagus.
3. Cepat dan Bagus, tidak bisa Murah.

851331779_57646_4101631966544946270

Jika target pasar Anda adalah menengah bawah, maka kombinasi #2, Murah dan cepat adalah pilihan yang menarik. Pasar bawah tidak begitu perduli kualitas, yang penting murah. Banyak komponen2 kualitas yang dapat Anda korbankan untuk mengejar harga yang murah.

Sebaliknya, jika Anda menyasar pasar atas, maka Cepat dan Bagus adalah pilihan logis. Pasar atas mengutamakan kualitas dan pelayanan. Harga tidak masalah. Maka Anda dapat memperhatikan mutu dan layanan yang baik, dan meng-charge harga yang lebih mahal.

Pada akhirnya, Anda harus memilih salah satu diantaran tiga pilihan. Jika Anda mencoba memjual produk yang bagus, murah dan cepat, kemungkinan cashflow Anda akan tergerus dengan cepat. Hal itu tidak menjadi masalah, jika Anda memiliki orang tua kaya atau kucuran dana tak terbatas dari venture capital. Jika tidak, sebaiknya pilih dua saja.
Jika Anda belum memilih, mulailah memutuskan arah bisnis anda. Anda harus memilih karena jika Anda tidak memilih Anda akan kehilangan arah, bingung dan gagal.

Apa pilihan Anda?

Anda Perlu Tahu! “Apa Halangan Terbesar Untuk Sukses”

Di awal 2016 ini banyak sekali insight yang saya pribadi dapatkan. Mulai silaturahim, ikut seminar, join di workhop, merenung, melamun, ngaplo, dan hal-hal yang sederhana lainnya.

Kini kehidupan kita sudah penuh dengan informasi. Bukan kita yang mencari informasi, tapi informasilah yang berlomba-lomba datang merebut perharian kita. Nah, tidak ada lagi alasan tidak tahu! Tapi kini skill baru sangat dibutuhkan. Bagaimana memilah dan memilih, kemudian bagaimana take action (berani), lalu komitmen dan pantang menyerah dalam menjalankannya.

Secara sedarhana, kini penting kita untuk dapat menemukan diri kita.
Tahapannya adalah :
– Personality
– Mentality
– Morality
– Spirituality

Jika dalam rumusan :
BE x DO = HAVE

Kita dengan mudah dapat menemukan cara, teknik DO. Ikut seminar ini, ikut workshop, beli buku, ikutan webinar, kesana kemari mempelajari ABCD. Sehingga kadang kita lupa tidak mengasah BE. Apa itu, ya 4 hal diatas. Biasanya orang banyak menyingkatnya dengan istilah mindset.

tapi apa sebenarnya mindset itu sendiri?
bagaimana cara Anda memperbaiki mindset, lalu membentuk personality yang positif, mental yang kuat, moral yang tinggi dan tentu dilingkupi spiritual spirit.

Selamat mencari…