Simple Business System Automation, How To Start ?

Semangat pagi teman-teman semua!

Semoga Anda tetap semangat hari ini ya. Naik turun bisnis itu hal yang biasa. Tapi semangat kita tiap hari harus tetap naik. Hari ini saya akan sharing powerfull question. Pertanyaan saya dapat dari event bersama mataharimall dan sekarang juga biasa saya berikan di sesi coaching / mentoring, dan terbukti banyak membantu pebisnis baik level pemula atau grow. Silahkan di baca satu persatu dan dijawab di selembar kertas yaaa…

Yuk mulai :

  1. Gambarkan struktur organisasi perusahaan saat ini. Jika sudah memiliki cabang/outlet, masukkan menjadi bagian juga.
  2. Berikan job desk di masing-masing posisi. berikan juga expektasi perusahaan atas jabatan tersebut.
  3. Bagamana ketentuan atas batas wewenang di tiap jabatan. buat dokumennya. Jika saat ini belum diatur tentang wewenanga, bagaimana menjalankan aturan perusaan?
  4. Bagaimana mengukur kinerja setiap karyawan (Key Performance Indicator (KPI). Jika belum punya, bagaimana mengukurnya saat ini?
  5. Apakah tiap karyawan sudah memiliki surat kontrak kerja atau pengangkatan. Jika belum punya bagaimana hubungan dengan karyawan saat ini?
  6. Perusahaan Anda bergerak di bidang apa? Apa produk-nya? siapa konsumen Anda? Retail / B2B ?
  7. Apakah perusahaan memiliki stok barang? gudang terpisah atau jadi satu dengan sales/marketing? bagaimana manajemen saat ini?
  8. Apakah Anda sudah membuat laporan keuangan rutin setiap bulan? Masih manual atau tersistem dengan software? setiap tanggal berapa Anda mengevaluasinya?
  9. Sudahkah Anda membuat Standard Operating Procedure (SOP) ? Seperti apa formatnya? JIka belum ada bagaimana Anda mengatur proses kerja di bisnis Anda?
  10. Apa yang menurut Anda belum berjalan sesuai dengan harapan pemilik bisnis? Apa yang ingin Anda tingkatkan? Tulis detail.

Semoga 10 pertanyaan ini bisa membuat bisnis saya, dan tentu bisnis Anda berjalan dengan lebih baik. Aminnnnn….

Ingat, pastikan Anda berlangganan artikel keren di blow ini!

 

Iklan

10 Aturan Menjadi Pengusaha

10 Aturan Menjadi Pengusaha

#1 – Jangan memulai bisnis untuk uang. Mulailah membangun perusahaan dari misi dan uang akan datang.

#2 – Jangan berpikir kecil, dan memulai hal yang besar. Berpikirlah besar, dan mulailah dari hal kecil.

#3 – Jangan menjual produk anda pada seorang yang tidak Anda kenali, dan produk yang tidak mereka butuhkan. temkan orang yang Anda sukai, dan layani apa yang mereka suka.

#4 – Jangan tanya “bagaimana saya dapat menghasilkan uang”. Tanyalah “Bagaimana saya dapat membantu orang lain mendapatkan uang”.

#5 – Jangan mencari orang yang mau bekerja dengan Anda. Temukan tim yang mau bekerja sama

#6 – Jangan tanya “apa yang harus saya lakukan”. Tanyalah “Pekerjaan apa yang bisa saya lakukan untuk membantu pekerjaan orang lain”

#7 – Jangan mengukur kualitas kekayaan dengan jumlah uang. Ukurlah dengan kualitas waktu.

#8 – Tidak memiliki “exit strategy” ketika kita menang di akhir. Miliki “enter strategy” dimana anda menang ketika mulai.

#9 – Jangan membuat goal untuk mendapatkan goal. Buatlah goal sehingga Anda bisa menjadi seseorang yang diperlukan untuk mencapai goal tersebut.

#10 – Jangan memanjat gunung agar dunia dapat melihatmu. Panjatlah gunung agar Anda bisa melihat dunia.

Perkembangan bisnis Anda, akan setara dengan kemampuan Anda.
Tingkatkan skill bisnis dengan mudah bersama edubisnis.

Bagaimana mengetahui arah dan kendali bisnis?

Menjalankan roda bisnis bisa identik dengan mengendarai kendaraan lho! Pagi ini sambil mengantar anak sekolah saya ngelamun membayangkan bisnis itu seperti jalan kaki, naik sepeda, naik motor, naik mobil (ada berbagai jenis mobil ya…), naik kereta, sampai naik pesawat.

Bisnis startup bisa diibaratkan naik sepeda. Ini cocok untuk berkendara jarak pendek. Yang di cek paling tekanan angin di ban, apakah pedal dan gear bekerja, rem berfungsi. Selebihnya otot kita yang bekerja. Resiko berkendara dengan sepeda juga relatif rendah. Paling jatuh, atau keserempet. Kecepatan juga tidak tinggi.

Sama persis ketika kita mulai bisnis ya, masa pencarian, kita mengukur resiko, biasanya rugi ya udah tutup aja. Overhead masih rendah. Parameter utama adalah sales, profit belum menjadi fokus, skill juga masih lebih ke arah marketing dan sales.

Ketika bisnis mulai membesar, ibaratnya kita akan naik motor. Mulai pakai mesin yang lebih canggih. Parameter yang di kontrol lebih banyak, ada bensin, accu, dan sebagainya. Ketika mengendarai kita juga perlu memperhatikan posisi gigi berapa, kecepatan berapa, lampu, sein kanan-kiri. Di bisnis yang mulai membesar akan sama. Banyak hal-hal yang lebih kita perlu perhatikan. Mulai menghitung detail profit, karena ada bensin, oli, dan biaya maintenance. Mengatur kecepatan optimal, kalau terlalu lambat bisa di salip kompetitor. Kalau terlalu cepat bisa resiko kecelakaan juga yaaa….

seru ya…. pasti Anda sudah bisa mulai menangkap maksud saya…

Di tahap tertentu bisnis kita akan ibarat naik mobil…

Avanza-INterior

Akan makin banyak panel dahsboard yang kita lihat. Ada tambahan temperatur, panel AC, radio, cara mengendalikan tidak hanya gas dan rem, tapi ada hand rem, ada kopling, ada wiper juga… Disini bisnis mulai memasuki tingkatan medium. Karena mulai banyak membawa penumpang, perlu diperhatikan juga jenis mobil yang digunakan. Jika misi Anda ke gunung, maka mobil yang diperlukan mungkin jenis off road. Jika misi kita ke kota, kita bisa pakai city cars. Tentu skill mengendarai juga beda kan…

Nah sekarang bayangkan jika Anda mengendarai motor atau mobil tanpa menggunakan dashboard. Apa yang terjadi ?

mungkin anda cuek saja, atau ada yang merasa tidak nyaman, atau ada juga yang merasa khawatir dan gelisah. Kalau bensin habis bagaimana? kalau lampu tidak normal bagaimana? dan kalau….. bagaimana…..

Jawaban masing-masing orang akan berbeda.
Sama halnya dengan bisnis

Coba bayangkan perjalanan Anda Jakarta – Surabaya. Anda akan naik sepeda, motor, mobil, kereta, atau pesawat?

Apakah Anda termasuk orang yang tidak memerlukan dashboar untuk bisnis Anda?

mmmmmm… Anda yang lebih tahu jawabannya.

ps.
Jika Anda serius membangun bisnis, buat dashboard Anda.
Pakai tools yang saya rekomendasi DISINI.

Fast – Good – Cheap

Cepet, Bagus, Murah

ini dia maunya semua konsumen di seluruh dunia ya…

catat :

Tahu berbeda dengan mampu. Tahu banyak belum tentu mampu banyak. Justru, banyak orang yang tahu banyak, tetapi tidak melakukan apa-apa.

Materi ini MCB ini disampaikan oleh Pak Johny Rusly, pemilik kotakpensil.com membahas hal yang basic dan mendasar, yang saking mudahnya sering diabaikan orang. Padahal, kunci sukses terletak pada menjalankan hal-hal basic.

Ada 3 elemen sukses di bisnis yaitu, MURAH, CEPAT DAN BAGUS.

Murah artinya harga jual kita dibawah harga orang lain.
Cepat artinya pelayanan yang baik dan cepat.
Bagus berarti kualitas produk yang baik.

Dalam bisnis, kita bisa pilih maksimal dua, dan tidak bisa tiga. Jika Anda memilih tiga elemen, maka biaya yang dikeluarkan akan terlalu besar, dan kemungkinan perusahaan akan rugi.

Mari kita bahas satu persatu

1. Murah dan Bagus, tidak bisa cepat.
Di daerah tanjung duren, jakarta barat ada martabak enak. Harganya murah, yang beli banyak. Antrian bisa satu jam lebih. Saya pernah bertanya kepada pak Alay, pemilik martabak, mengapa dia tidak tambah loyang atau tambah pegawai, agar pelayanan lebih cepat. Pak Alay berkata, kalau tambah orang baru, takut kualitas berubah, dan biaya bertambah, dia tidak bisa jual murah lagi. Semua harus melalui proses. Semua proses ada waktunya. Kalau mau cepat, maka masaknya buru-buru atau harus tambah orang, dan hal ini akan berpengaruh pada kualitas atau pada harga atau pada dua-duanya.

2. Murah dan Cepat, tidak bisa bagus.
Jika Anda memperhatikan masakan atau produk yang dijual di kaki lima, mereka dapat melakukan dengan cepat dan menjual dengan harga murah, tetapi dengan kualitas yang pas-pasan. Kalau mau murah dan cepat, hasil kurang bagus masih dapat diterima, terutama untuk pasar bawah.
Memang, murah dan cepat, terutama ditujukan untuk pasar menengah ke bawah, yang mencari harga murah semata.

3. Cepat dan Bagus, tidak bisa Murah.
Berbeda dengan #2, Cepat dan Bagus menyasar pasar menengah keatas, yang mencari produk bagus dan cepat, dan bersedia membayar harga yang lebih mahal. Saya bersama Axel, anak saya dan Mr. Ton makan di Sate Senayan. Satenya enak dan terhidang cepat. Pelayanannya sejauh ini memuaskan, sampai kita menerima bon. Makan sate bertiga, harganya hampir 400rb. Harga sate seharga steak.

But it’s ok. Ini harga yang kita bayar untuk kepuasan.
Jika mau kejar murah, kualitas bahan harus dikurangi (jadi kurang bagus) atau orang harus dikurangi (jadi tidak bisa cepat). Sebagai pengusaha, pada akhirnya, kita harus memilih diantara tiga variasi diatas.

1. Murah dan Bagus, tidak bisa cepat.
2. Murah dan Cepat, tidak bisa bagus.
3. Cepat dan Bagus, tidak bisa Murah.

851331779_57646_4101631966544946270

Jika target pasar Anda adalah menengah bawah, maka kombinasi #2, Murah dan cepat adalah pilihan yang menarik. Pasar bawah tidak begitu perduli kualitas, yang penting murah. Banyak komponen2 kualitas yang dapat Anda korbankan untuk mengejar harga yang murah.

Sebaliknya, jika Anda menyasar pasar atas, maka Cepat dan Bagus adalah pilihan logis. Pasar atas mengutamakan kualitas dan pelayanan. Harga tidak masalah. Maka Anda dapat memperhatikan mutu dan layanan yang baik, dan meng-charge harga yang lebih mahal.

Pada akhirnya, Anda harus memilih salah satu diantaran tiga pilihan. Jika Anda mencoba memjual produk yang bagus, murah dan cepat, kemungkinan cashflow Anda akan tergerus dengan cepat. Hal itu tidak menjadi masalah, jika Anda memiliki orang tua kaya atau kucuran dana tak terbatas dari venture capital. Jika tidak, sebaiknya pilih dua saja.
Jika Anda belum memilih, mulailah memutuskan arah bisnis anda. Anda harus memilih karena jika Anda tidak memilih Anda akan kehilangan arah, bingung dan gagal.

Apa pilihan Anda?

Anda Perlu Tahu! “Apa Halangan Terbesar Untuk Sukses”

Di awal 2016 ini banyak sekali insight yang saya pribadi dapatkan. Mulai silaturahim, ikut seminar, join di workhop, merenung, melamun, ngaplo, dan hal-hal yang sederhana lainnya.

Kini kehidupan kita sudah penuh dengan informasi. Bukan kita yang mencari informasi, tapi informasilah yang berlomba-lomba datang merebut perharian kita. Nah, tidak ada lagi alasan tidak tahu! Tapi kini skill baru sangat dibutuhkan. Bagaimana memilah dan memilih, kemudian bagaimana take action (berani), lalu komitmen dan pantang menyerah dalam menjalankannya.

Secara sedarhana, kini penting kita untuk dapat menemukan diri kita.
Tahapannya adalah :
– Personality
– Mentality
– Morality
– Spirituality

Jika dalam rumusan :
BE x DO = HAVE

Kita dengan mudah dapat menemukan cara, teknik DO. Ikut seminar ini, ikut workshop, beli buku, ikutan webinar, kesana kemari mempelajari ABCD. Sehingga kadang kita lupa tidak mengasah BE. Apa itu, ya 4 hal diatas. Biasanya orang banyak menyingkatnya dengan istilah mindset.

tapi apa sebenarnya mindset itu sendiri?
bagaimana cara Anda memperbaiki mindset, lalu membentuk personality yang positif, mental yang kuat, moral yang tinggi dan tentu dilingkupi spiritual spirit.

Selamat mencari…

Tumbuh di masa sulit, ini dia 10 tips-nya

Masih inget tentang artikel rapor 2015?

Seperti halnya raport, pasti ada yang mendapat juara, dan ada juga yang mendapatkan nilai merah. Sangat menarik karena kondisi ekonomi dan politik memang masih relatif rawan. Di sisi yang lain sebagai pengusaha juga dituntut lebih smart dengan peningkatan berbagai biaya seperti tenaga kerja, biaya listrik, bahan baku, dan banyak lagi lainnya.

Jika Anda masih bertahan dengan profit dan cashflow positif itu adalah kabar yang sangat menggembirakan. Ada beberapa fenomena yang perlu kita cermati terutama menghadapi 2016 yang sudah hampir berjalan 1 bulan ini.

1. Pembeli saat ini lebih mengetatkan keuangannya. Mereka cenderung akan berhati-hati dalam belanja, sehingga takut coba-coba produk baru, ke toko baru, brand baru, atau beli melalui channel baru. Pembeli lebih percaya ke toko langganan, produk langganan, dan channel yang sudah biasa dia pakai.

2. Di banyak bisnis, kembali memilah data pelanggan, untuk menemukan pelanggan yang masih sehat keuangannya, dan fokus pada segmen market yang masih memiliki daya beli.

Menghadapi hal tersebut ada catatan penting dan salah satu mantan CEO Astra Pak Teddy Rachmat yaitu bisnis harus dapat membaca dan mengikuti arah angin. Apa artinya?

Pastikan bisnis kita dalam trend yang naik, atau kita masuk dalam sub-kategori bisnis kita yang dimana niche-nya masih ada pertumbuhan.

Bagaimana caranya agar tetap tumbuh walau di masa yang sulit, berikut 10 tips dari pak rosihan, salah satu penggerak UMKM :

  • Siapkan Business Plan secara proaktif, buat bulanan, paling lama 3 bulan. Siapkan backup rencana jika situasi masih meleset dari asumsi
  • Manage tim kita, diusahakan betul-betul hanya melakukan aktivitas yang menghasilkan penjualan dan profit
  • Konsentrasi penuh mengurusi pelanggan lama, dengan cara menarik kembali untuk membeli, meningkatkan nilai pembelian. Daripada mencari pelanggan baru
  • Adaptasikan produk dan layanan kita.Kita bisa melakukan pengamatan kondisi bisnis, dan menyesuaikan produk dan layanan untuk saat ini sesuai iklim permintaan
  • Pahami kembali pelanggan kita. Kita tidak boleh berasumsi bahwa perilaku pelanggan lama kita tidak berubah. Krisis atau perlambatan eknomi di semua sektor, tentu mengubah perilaku belanja pelanggan kita, bahkan bisa berubah dramatis
  • Analisa segmen dan segmentasikan kembali positioning kita. Perilaku pelanggan yang berubah meleburkan segmen dan membentuk segmen baru.
  • Yuk manfaatkan semua channel kembali. Yang terbiasa channel online yuk belajar offline, yang biasa offline yuk online.
  • Yang sudah berjualan di banyak channel, yuk di integrasikan saling menguatkan antar cahnnel
  • Untuk promosi, saatnya Micro Targetting … promosi tepat sasaran. Jika email blast, ya kirim email sesuai target. Jika WA blast, ya kumpulkan dulu data WA secara targeted.
  • Kumpulkan semua respon, respon pelanggan saat krisis penjualan bisa menjadi masukan bagi produk dan services kita

Pastikan bisnis berjalan sangat efisien. Pastikan Anda tetap survive, dan cari celah baru untuk tetap bertumbuh.

7 Ide Passive Income yang bisa Anda Coba

Kemaren saya mengevaluasi lagi rapor financial 2016.
Kegiatan ini salah satunya di inspirasi juga oleh robert kiyosaki dengan membuat self financial statement yang dievaluasi setiap bulan… (hehehe.. kalau saya tiap tahun aja deh) termasuk passive income

profit-loss-statement-robert-kiyosaki

model sederhana-nya seperti diatas.
sebelum membuatnya, kita harus paham benar apa itu beda aset dan liabilitis.

Ada yang bilang mobil itu aset. Ada yang bilang tanah itu aset. Ada yang bilang beli apartemen itu beli aset.

Tapi ternyata semua-nya SALAH.
kita sering berpikir berinvestasi membeli asset, ternyata kita membeli liabilitas!

trus apa dong bedanya?
“An Asset is something that puts money in my pocket.
A Liability is something that takes money out of my pocket.”

simple.

Saya sudah kenal konsep diatas sejak kuliah, sebelumnya hanya dari buku rich dan poordad, ditambah lagi ketika teman saya seorang leader MLM terkenal menawari saja join dengan iming-iming passive income, atau aset. Tapi kenyataannya tidak sesuai dengan harapan. Itu adalah pelajaran berharga, karena ketika join dengan model express, yang membuat saya mengeluarkan lebih dari separo tabungan saat itu…

tidak ada yang di sesali, karena itu adalah biaya belajar.

Tiga tahun terakhir ini saya juga membuat goal tentang passive income. Ternyata memang tidak mudah. Ada pasive income yang kadang ada, tapi tiba-tiba ilang. Ada ratusan cara mendapatkan passive income yang bisa Anda cari di Internet, tapi tetap, Anda harus mencobanya dan membuktikan apakah cara itu berhasil dan cocok untuk Anda.

Dunia telah berubah drastis dengan semakin hebatnya teknologi digital. Banyak sekali peluang-peluang bisnis yang muncul, termasuk menjadikan asset digital sebagai passive income. Ini ada 7 ide yang bisa Anda coba untuk menghasilkan passive income.

1. Ilmu investasi
Sebelumm masuk berinvestasi dengan uang, pastikan Anda sudah berinvestasi lebih dulu ilmunya. Anda bisa berinvestasi dengan uang, seperti ikut seminar, beli buku, ikut workshop, bayar konsultan atau investasi dengan networking, silaturahmi ke orang-orang yang Anda anggap sukses dalam berinvestasi, atau juga investasi dengan waktu, misalnya bekerja ke bidang yang berhubungan dengan investasi, atau menyediakan waktu untuk mencari dan mengumpulkan informasi yang tersebar di internet.

2. Property yang disewakan
Hari ini property masih menjadi primadona investasi. Kenapa, karena property itu memiliki 2 mata uang. Artinya bisa menghasilkan passive income, yaitu cashflow harian, mingguan, bulanan, tahunan. Dan juga memiliki capital gain. Artinya nilainya yang selalu meningkat setiap tahunnya (hmmm.. bener nih??? -> ternyata tidak juga sih, karena jawabnya juga tergantung. Salah beli property juga bisa fatal. Misal salah beli lokasi, beli di harga yang salah, tidak memahami legalitas, dan banyak lainnya. Oh ya, saat ini saya juga menyewakan via airbnb, aplikasi yang dapat membantu Anda mendapatkan penghasilkan dari “kamar kosong” di rumah. KLIK disini mengenai AIRBNB, kapan2 akan saya bahas lebih detail.

3. Membangun bisnis
Bisnis adalah mesin uang terbaik. Dan tentu membangun bisnis yang kuat dan besar membutuhkan waktu dan proses. Era internet merubah bisnis menjadi lebih cepat sukses dengan modal minimal. Bangun bisnis dengan mengenali trend dan menggunakan bantuan social media membuat kecepatan bisnis sangat-sangat cepat. Kini banyak anak SMA atau masih kuliah sudah menghasilkan jutaan rupiah dari bisnis. Selanjutnya adalah membangun tim, dan sistem kontrol. Sehingga bisnis dapat berjalan.

4. Membangun Aset Social Media
Masih ingat jaman twitter berjaya sekitar 3 tahun yang lalu. 1 tweet bisa dihargai 10-20 juta! luar biasa ya. Inilah asset digital. di era saat ini semua orang punya kesempatan membangun “harta karun” di internet dengan cara gratis. Buka akun fb gratis, bikin instagram gratis, tapi Anda bisa menjualnya dengan harga yang sangat mahal dan ada yang mau beli. Tapi Anda juga harus tahu, asset digital cepatlah berubah. Bagaimana friensters akhirnya tutup, twitter sudah tidak seheboh dulu, tapi di sisi lain ada social media lain yang naik daun misal youtube. Jika Anda saat ini jago bikin video pendek, lalu bisa membuat konten viral, punya jutaan viewer dan subscriber itu bisa menjadi asset. Video youtube Anda juga bisa di tambahi muatan iklan adsense. Saya sudah coba teknik ini dan lumayan dalam 1 tahun bisa menghasilkan USD 57.

5. Deviden dari saham
Saya belum melakukan ini, walau kemaren sempat minta bantuan salah satu konsultan untuk mencari saham-saham mana yang bisa diinvestasikan untuk mendapatkan devidennya. Membeli saham untuk di beli dan jual, atau trading kurang cocok buat saya.

pohon uang6. Menulis buku, royalti, dan affiliasi
Ini menarik, karena di era digital ini banyak perubahan terutama buku dan musik. Tapi bukan tidak mungkin mendapatkan penghasilan lho, karena ada istilah lain membangun afiliasi. Anda bisa membangun afiliasi dari produk yang Anda buat, dan sekaligus bisa memasarkan juga produk orang lain yang bersedia berbagi komisi. Royalti bagi banyak penulis, terutama yang pemula sudah tidak menarik lagi. Kebanyakan sekarang melakukan self publishing dan marketing melalui social media

7. Membangun Aset Digital
Bangun website. Anda bisa memasang iklan adsense, atau menyewakan halaman Anda untuk orang lain beriklan.
Bangun apps. Salah satu apps yang paling banyak mendapatkan income adalah game.
Bangun kursus online. Anda pasti memiliki skill yang belum tentu orang lain jago. Anda bisa membuat kursus online tanpa harus ribet membangun website sendiri. Situs seperti udemy akan membantu kita untuk mendapatkan penghasilan dari kursus yang kita buat.

Anda tidak perlu mencoba semua-nya… walau cuma 7 ya… hehehe…
karena detail aktivitasnya bisa ratusan lho.

So pilih saja 1-2 saja,
tapi lakukan dengan sungguh-sungguh sampai berhasil.

bahasa kerennya

FOCUS
Follow One Course Until Successful

selamat mencoba,
jika Anda menikmati tulisan ini, silahkan SHARE di facebook dan twitter.