Building Sustainable Business

Tulisan pendek ini terinpirasi dari pesan pak budi isman tentang “Building Sustainable Business”

Dalam banyak studi dan data statistik yang saya ketahui menyatakan bahwa 75%-85% bisnis gagal pada tahun pertama dan hanya 3-5% yang bertahan sampai lebih dari 10 tahun. Tentunya banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi…..

lengkapnya silahkan googling atau facebooking 😀

Lalu bagaimana kita menjalankannya sehari-hari?
ini dia lima hal yang segera perlu Anda selesaikan agar bisa membangun bisnis yang bisa sustain (berkelanjutan)

1. Planning: menetapkan goal, bagaimana mencapainya, dan rutin mengontrolnya

2. Fokus: mengusahakan 80% waktu kita diarahkan untuk mengerjakan aktivitas yang mengarah ke goal yang kita inginkan, dan aktivitas yang sudah di tetapkan di no.#1

3. Unique Selling Proposition: Kenapa produk dan jasa Anda layak dipilih dibanding kompetitor?

4. Team: membuat struktur organisasi dan menetapkan fungsi kerja masing-masing bagian.

5. Cashflow: bagaimana mengatur uang keluar masuk. Menetapkan harga dan stok.Bagaimana agar bisnis bisa berjalan lebih efisien?

yuk selesaikan secara bertahap, pastikan juga Anda subscribe di web ini yaaaa….

Iklan

Experience Halal #mihas2016

baca juga : international sourching programme

Tahun 2016 tagline mihas adalah “Experience Halal”.

mihas 2017Sangat menarik sekali. Malaysia ngotot untuk menjadi halal hub bagi dunia. Inti pesannya jika anda mencari produk atau layanan halal, datanglah ke Malaysia. Dan komitmen itu di buktikan dengan 13 tahun mengadakan mihas secara konsisten. Bahkan di setiap event-nya, mereka sudah langsung mempromokan event untuk tahun depan.

Lihat di mihas 2016, info tentang mihas 2017 sudah di publikasikan! So smart!

Walau kemeriahan mihas ini menurut saya masih di level yang sama, kadang kita mengekpektasika lebih tinggi, sehingga level kepuasan menurun. Jika kita mencoba melihat secara netral, kondisi di pameran mihas dari tahun-ke-tahun tidak banyak perubahan (5 tahun terakhir). Bisa jadi juga dipengaruhi kondisi ekonomi dunia, dan terutama Malaysia sendiri yang tidak terlalu baik. Peserta pameran, infrastruktur, event-event-nya juga tidak terlalu kreatif menyajikan hal-hal baru.

fasilitasFasilitas Bintang 5
Secara umum untuk event sekelas Mihas memang memberikan pelayanan spesial untuk tamu-tamunya. Mulai dari penjemputan bandara, bis ke penginapan, hotel bintang 5, perjalanan ke matrade, business meeting, networking reception, pameran mihas KLCC, sampai pengantaran kepulangan levelnya 8 / 10.

Yang menariknya dari-tahun-ke tahun mereka bisa mempertahankan level itu. Great Job!

Keluar dari Zona Nyaman
Setelah ikut basic training, saya sadar bahwa mimpi kita, goal kita itu adanya di luar zona nyaman. Artinya jika kita selalu melakukan hal yang sama, tapi mengharapkan hal yang berbeda itu TIDAK MUNGKIN. Kita harus melakukan sesuatu yang berbeda, dan sering kali akan membuat kita tidak nyaman.

Kesempatan seperti mengikuti mihas ini terbuka luas dengan berkomunitas seperti di Tangan Di Atas (TDA), atau juga dengan mengikuti event pamerannya. Dan mengingatkan di tanggal 3-4-5 Mei 2016 akan ada juga event Pesta Wirausaha di taman mini Jakarta. Cek di http://pestawirausaha.com

stand indonesia di mihasUntuk mengikuti event seperti mihas tidaklah susah. Untuk program IBM, cuma butuh 5 menit mengisi form. Untuk mengikuti pameran bisa sewa stand sendiri, kalau dana terbatas bisa gabung di pavilion (via EO), atau jika mau gratis bisa juga daftar ke kemenkop UKM. Semuanya menjadi mungkin jika kita mau “take action”.

Ini juga sebagai reminder untuk diri saya pribadi. Untuk memperluas zona nyaman, mencari sesuatu yang baru, dan berani mengambil resiko. GO!

baca juga : pengalaman mihas 2016

International Sourching Programme #mihas2016

Baca juga : New day #mihas2016

Harus diakui Pemerintah Malaysia cukup cerdas dalam hal branding. Bagaimana mihas yang sudah diadakan 13x, setahun sekali masih terus dilakukan hingga kini. Istiqomah. Dan tentu biaya yang harus dikeluarkan pasti cukup besar. Tahun ini mayoritas buyer didatangkan dari china, korea, jepang, dan negara-negara timur tengah. Dari Eropa dan Amerika jauh berkurang. Dan dari Indonesia pun di pangkas.

Matrade menyeleksi dengan ketat karena budget juga dibatasi. Total ada sekitar 500-an pengusaha hadir di event International Sourching Programme ini. Di event ini, peserta akan mendapatkan 1 meja, yang akan menerima supplier dari perusahaan Malaysia (rata-rata SME) untuk menawarkan produk maupun kerjasama bisnis.

international sourching progammeKolaborasi
Program semacam ini tidak sekedar networking. Tapi kesempatan untuk belajar. Kita bisa melihat bisnis apa yang potensial, mana yang sedang trend naik, mana yang sedang turun, bagaimana bisnis bekerja dengan lebih efektif dan efisien. Kita juga banyak kesempatan bertukar pikiran tentang bisnis model, produk market fit, marketing strategy yang terkini.

Setelah mengikuti program ini saya juga merasa memiliki skill lebih baik untuk diskusi bisnis. Melihat dari kacamata yang berbeda, menggali informasi secara mendalam dan melihat lebih netral. Dengan teknik “rahasia” kita juga bisa mendapatkan hal-hal baru yang selama ini mungkin masih menjadi asumsi, atau masih menjadi angan-angan saja.

meetingMemilah dan memilih
Dalam sebuah perjalanan, dipastikan akan banyak hal-hal yang terduga. Kadang kita menganggap nya sebagai masalah, atau peluang. Semuanya kembali ke respon kita. Saat ini saya memilih perjalanan mihas di 2016 sebagai pause time. Menguji bagaimana saya bisa meninggalkan bisnis kita, tapi tetap bisa terkontrol. Terima kasih kepada tim saya, dan tentu teknologi (internet, cctv, my app, internet banking, whatsapp, dll) yang membuat bisnis tetap terkendali secara remote.

Pilah perusahaan mana, atau orang-orang mana yang bisa menjadi nilai tambah dan faktor kali. Temui orang baru di hotel, jalanan, tempat makan, kereta, bis, dan buatlah persahabatan baru.

Suatu saat kita akan melihat banyak peluang bisnis ini dan itu. Tapi pastikan semuanya bisa menjadi jalan yang tepat untuk menuju goals kita. Melihat peluang-peluang baru saya manfaatkan untuk mengasah intuisi dan skill bisnis saya, dan pastikan tetap sejalan dengan rencana yang sudah kita buat dari awal tahun.

lanjutan : pameran mihas KLCC

New day new experience #mihas2016

Tiap tahun matrade Malaysia secara rutin mengadakan event mihas, yang fokus untuk memperkenalkan produk-produk halal ke seluruh dunia. Unik dan bagus sekali brand-nya dengan mengusung tag line di 2016 “experience halal”. Tulisan ini nantinya akan dibuat berseri, merupakan catatan pribadi, dan tentu semoga teman-teman pembaca juga bisa mendapatkan insigt baru.

Pre departure briefing
Seperti event mihas sebelumnya, saya juga diundang untuk mengikuti meeting persiapan pemberangkatan. Sebelumnya meetingnya diadakan di hotel bintang 5, tapi kali ini cukup di kantor matrade. Kenapa? karena ternyata rombongan tahun ini hanya 4 perusahaan. Padahal tahun sebelumnya dari Indonesia ada 26 orang lho. Hmmm… menarik untuk dicermati.

Untuk konten-nya secara umum tidak ada perubahan. Inti event ini tetap konsisten memperkenalkan produk dan layanan berbasis syariah / halal ke seluruh dunia.

delayUber
Oh ya, sebagai informasi, saya mengikuti mihas sebagai bagian dari International Sourching Program, atau sebelumnya di kenal dengan IBM (incoming business mission). Di program ini peserta mendapatkan beberapa fasilitas local transport dan akomodasi hotel selama program. Untuk tiket, biaya pribadi dan lain-lain harus bayar sendiri.

Untuk tiket sendiri, andalan saya saat ini traveloka. Dan dapat tiket pesawat PP sekitar 1 juta per-orang. Yang berbeda dengan pengalaman saya sebelumnya adalah menggunakan uber sebagai transport dari rumah ke bandara. Penerbangan jam 6 pagi, membuat saya harus sudah siap sekitar jam 4 pagi. Dan thanks to uber, dengan biaya sekitar 110rban + tol membawa pengalaman baru dalam hidup saya….

Delay
Rencana awal adalah berangkat pagi hari, jadi sampai di KL sekitar jam 9 waktu setempat. Waktu di hari pertama akan saya gunakan mengekplore area di KL yang belum pernah saya kunjungi yaitu genting. Tapi apa dikata, ada masalah teknis di penerbangan air asia QZ202 menuju KLIA2, yang membuat saya baru datang jam 13.00. So, mungkin saya terpaksa menunda dulu naik cable car di genting hehehe…

bukit bintangBukit Bintang
Sebagai penggantinya, setelah check in di seri pasific hotel, kita jalan-jalan saja di sekitar bukit bintang. Mencari info tentang bis hop-on hop-off, mampir ke toko buku times, dan pastinya menikmati prata, teh tarik, dan nasi lemak berharga 2RM (Rp6400).

(bersambung ke : https://annasahmad.wordpress.com/2016/04/02/international-sourching-programme-mihas2016/ )

Fast – Good – Cheap

Cepet, Bagus, Murah

ini dia maunya semua konsumen di seluruh dunia ya…

catat :

Tahu berbeda dengan mampu. Tahu banyak belum tentu mampu banyak. Justru, banyak orang yang tahu banyak, tetapi tidak melakukan apa-apa.

Materi ini MCB ini disampaikan oleh Pak Johny Rusly, pemilik kotakpensil.com membahas hal yang basic dan mendasar, yang saking mudahnya sering diabaikan orang. Padahal, kunci sukses terletak pada menjalankan hal-hal basic.

Ada 3 elemen sukses di bisnis yaitu, MURAH, CEPAT DAN BAGUS.

Murah artinya harga jual kita dibawah harga orang lain.
Cepat artinya pelayanan yang baik dan cepat.
Bagus berarti kualitas produk yang baik.

Dalam bisnis, kita bisa pilih maksimal dua, dan tidak bisa tiga. Jika Anda memilih tiga elemen, maka biaya yang dikeluarkan akan terlalu besar, dan kemungkinan perusahaan akan rugi.

Mari kita bahas satu persatu

1. Murah dan Bagus, tidak bisa cepat.
Di daerah tanjung duren, jakarta barat ada martabak enak. Harganya murah, yang beli banyak. Antrian bisa satu jam lebih. Saya pernah bertanya kepada pak Alay, pemilik martabak, mengapa dia tidak tambah loyang atau tambah pegawai, agar pelayanan lebih cepat. Pak Alay berkata, kalau tambah orang baru, takut kualitas berubah, dan biaya bertambah, dia tidak bisa jual murah lagi. Semua harus melalui proses. Semua proses ada waktunya. Kalau mau cepat, maka masaknya buru-buru atau harus tambah orang, dan hal ini akan berpengaruh pada kualitas atau pada harga atau pada dua-duanya.

2. Murah dan Cepat, tidak bisa bagus.
Jika Anda memperhatikan masakan atau produk yang dijual di kaki lima, mereka dapat melakukan dengan cepat dan menjual dengan harga murah, tetapi dengan kualitas yang pas-pasan. Kalau mau murah dan cepat, hasil kurang bagus masih dapat diterima, terutama untuk pasar bawah.
Memang, murah dan cepat, terutama ditujukan untuk pasar menengah ke bawah, yang mencari harga murah semata.

3. Cepat dan Bagus, tidak bisa Murah.
Berbeda dengan #2, Cepat dan Bagus menyasar pasar menengah keatas, yang mencari produk bagus dan cepat, dan bersedia membayar harga yang lebih mahal. Saya bersama Axel, anak saya dan Mr. Ton makan di Sate Senayan. Satenya enak dan terhidang cepat. Pelayanannya sejauh ini memuaskan, sampai kita menerima bon. Makan sate bertiga, harganya hampir 400rb. Harga sate seharga steak.

But it’s ok. Ini harga yang kita bayar untuk kepuasan.
Jika mau kejar murah, kualitas bahan harus dikurangi (jadi kurang bagus) atau orang harus dikurangi (jadi tidak bisa cepat). Sebagai pengusaha, pada akhirnya, kita harus memilih diantara tiga variasi diatas.

1. Murah dan Bagus, tidak bisa cepat.
2. Murah dan Cepat, tidak bisa bagus.
3. Cepat dan Bagus, tidak bisa Murah.

851331779_57646_4101631966544946270

Jika target pasar Anda adalah menengah bawah, maka kombinasi #2, Murah dan cepat adalah pilihan yang menarik. Pasar bawah tidak begitu perduli kualitas, yang penting murah. Banyak komponen2 kualitas yang dapat Anda korbankan untuk mengejar harga yang murah.

Sebaliknya, jika Anda menyasar pasar atas, maka Cepat dan Bagus adalah pilihan logis. Pasar atas mengutamakan kualitas dan pelayanan. Harga tidak masalah. Maka Anda dapat memperhatikan mutu dan layanan yang baik, dan meng-charge harga yang lebih mahal.

Pada akhirnya, Anda harus memilih salah satu diantaran tiga pilihan. Jika Anda mencoba memjual produk yang bagus, murah dan cepat, kemungkinan cashflow Anda akan tergerus dengan cepat. Hal itu tidak menjadi masalah, jika Anda memiliki orang tua kaya atau kucuran dana tak terbatas dari venture capital. Jika tidak, sebaiknya pilih dua saja.
Jika Anda belum memilih, mulailah memutuskan arah bisnis anda. Anda harus memilih karena jika Anda tidak memilih Anda akan kehilangan arah, bingung dan gagal.

Apa pilihan Anda?

Tumbuh di masa sulit, ini dia 10 tips-nya

Masih inget tentang artikel rapor 2015?

Seperti halnya raport, pasti ada yang mendapat juara, dan ada juga yang mendapatkan nilai merah. Sangat menarik karena kondisi ekonomi dan politik memang masih relatif rawan. Di sisi yang lain sebagai pengusaha juga dituntut lebih smart dengan peningkatan berbagai biaya seperti tenaga kerja, biaya listrik, bahan baku, dan banyak lagi lainnya.

Jika Anda masih bertahan dengan profit dan cashflow positif itu adalah kabar yang sangat menggembirakan. Ada beberapa fenomena yang perlu kita cermati terutama menghadapi 2016 yang sudah hampir berjalan 1 bulan ini.

1. Pembeli saat ini lebih mengetatkan keuangannya. Mereka cenderung akan berhati-hati dalam belanja, sehingga takut coba-coba produk baru, ke toko baru, brand baru, atau beli melalui channel baru. Pembeli lebih percaya ke toko langganan, produk langganan, dan channel yang sudah biasa dia pakai.

2. Di banyak bisnis, kembali memilah data pelanggan, untuk menemukan pelanggan yang masih sehat keuangannya, dan fokus pada segmen market yang masih memiliki daya beli.

Menghadapi hal tersebut ada catatan penting dan salah satu mantan CEO Astra Pak Teddy Rachmat yaitu bisnis harus dapat membaca dan mengikuti arah angin. Apa artinya?

Pastikan bisnis kita dalam trend yang naik, atau kita masuk dalam sub-kategori bisnis kita yang dimana niche-nya masih ada pertumbuhan.

Bagaimana caranya agar tetap tumbuh walau di masa yang sulit, berikut 10 tips dari pak rosihan, salah satu penggerak UMKM :

  • Siapkan Business Plan secara proaktif, buat bulanan, paling lama 3 bulan. Siapkan backup rencana jika situasi masih meleset dari asumsi
  • Manage tim kita, diusahakan betul-betul hanya melakukan aktivitas yang menghasilkan penjualan dan profit
  • Konsentrasi penuh mengurusi pelanggan lama, dengan cara menarik kembali untuk membeli, meningkatkan nilai pembelian. Daripada mencari pelanggan baru
  • Adaptasikan produk dan layanan kita.Kita bisa melakukan pengamatan kondisi bisnis, dan menyesuaikan produk dan layanan untuk saat ini sesuai iklim permintaan
  • Pahami kembali pelanggan kita. Kita tidak boleh berasumsi bahwa perilaku pelanggan lama kita tidak berubah. Krisis atau perlambatan eknomi di semua sektor, tentu mengubah perilaku belanja pelanggan kita, bahkan bisa berubah dramatis
  • Analisa segmen dan segmentasikan kembali positioning kita. Perilaku pelanggan yang berubah meleburkan segmen dan membentuk segmen baru.
  • Yuk manfaatkan semua channel kembali. Yang terbiasa channel online yuk belajar offline, yang biasa offline yuk online.
  • Yang sudah berjualan di banyak channel, yuk di integrasikan saling menguatkan antar cahnnel
  • Untuk promosi, saatnya Micro Targetting … promosi tepat sasaran. Jika email blast, ya kirim email sesuai target. Jika WA blast, ya kumpulkan dulu data WA secara targeted.
  • Kumpulkan semua respon, respon pelanggan saat krisis penjualan bisa menjadi masukan bagi produk dan services kita

Pastikan bisnis berjalan sangat efisien. Pastikan Anda tetap survive, dan cari celah baru untuk tetap bertumbuh.

7 Ide Passive Income yang bisa Anda Coba

Kemaren saya mengevaluasi lagi rapor financial 2016.
Kegiatan ini salah satunya di inspirasi juga oleh robert kiyosaki dengan membuat self financial statement yang dievaluasi setiap bulan… (hehehe.. kalau saya tiap tahun aja deh) termasuk passive income

profit-loss-statement-robert-kiyosaki

model sederhana-nya seperti diatas.
sebelum membuatnya, kita harus paham benar apa itu beda aset dan liabilitis.

Ada yang bilang mobil itu aset. Ada yang bilang tanah itu aset. Ada yang bilang beli apartemen itu beli aset.

Tapi ternyata semua-nya SALAH.
kita sering berpikir berinvestasi membeli asset, ternyata kita membeli liabilitas!

trus apa dong bedanya?
“An Asset is something that puts money in my pocket.
A Liability is something that takes money out of my pocket.”

simple.

Saya sudah kenal konsep diatas sejak kuliah, sebelumnya hanya dari buku rich dan poordad, ditambah lagi ketika teman saya seorang leader MLM terkenal menawari saja join dengan iming-iming passive income, atau aset. Tapi kenyataannya tidak sesuai dengan harapan. Itu adalah pelajaran berharga, karena ketika join dengan model express, yang membuat saya mengeluarkan lebih dari separo tabungan saat itu…

tidak ada yang di sesali, karena itu adalah biaya belajar.

Tiga tahun terakhir ini saya juga membuat goal tentang passive income. Ternyata memang tidak mudah. Ada pasive income yang kadang ada, tapi tiba-tiba ilang. Ada ratusan cara mendapatkan passive income yang bisa Anda cari di Internet, tapi tetap, Anda harus mencobanya dan membuktikan apakah cara itu berhasil dan cocok untuk Anda.

Dunia telah berubah drastis dengan semakin hebatnya teknologi digital. Banyak sekali peluang-peluang bisnis yang muncul, termasuk menjadikan asset digital sebagai passive income. Ini ada 7 ide yang bisa Anda coba untuk menghasilkan passive income.

1. Ilmu investasi
Sebelumm masuk berinvestasi dengan uang, pastikan Anda sudah berinvestasi lebih dulu ilmunya. Anda bisa berinvestasi dengan uang, seperti ikut seminar, beli buku, ikut workshop, bayar konsultan atau investasi dengan networking, silaturahmi ke orang-orang yang Anda anggap sukses dalam berinvestasi, atau juga investasi dengan waktu, misalnya bekerja ke bidang yang berhubungan dengan investasi, atau menyediakan waktu untuk mencari dan mengumpulkan informasi yang tersebar di internet.

2. Property yang disewakan
Hari ini property masih menjadi primadona investasi. Kenapa, karena property itu memiliki 2 mata uang. Artinya bisa menghasilkan passive income, yaitu cashflow harian, mingguan, bulanan, tahunan. Dan juga memiliki capital gain. Artinya nilainya yang selalu meningkat setiap tahunnya (hmmm.. bener nih??? -> ternyata tidak juga sih, karena jawabnya juga tergantung. Salah beli property juga bisa fatal. Misal salah beli lokasi, beli di harga yang salah, tidak memahami legalitas, dan banyak lainnya. Oh ya, saat ini saya juga menyewakan via airbnb, aplikasi yang dapat membantu Anda mendapatkan penghasilkan dari “kamar kosong” di rumah. KLIK disini mengenai AIRBNB, kapan2 akan saya bahas lebih detail.

3. Membangun bisnis
Bisnis adalah mesin uang terbaik. Dan tentu membangun bisnis yang kuat dan besar membutuhkan waktu dan proses. Era internet merubah bisnis menjadi lebih cepat sukses dengan modal minimal. Bangun bisnis dengan mengenali trend dan menggunakan bantuan social media membuat kecepatan bisnis sangat-sangat cepat. Kini banyak anak SMA atau masih kuliah sudah menghasilkan jutaan rupiah dari bisnis. Selanjutnya adalah membangun tim, dan sistem kontrol. Sehingga bisnis dapat berjalan.

4. Membangun Aset Social Media
Masih ingat jaman twitter berjaya sekitar 3 tahun yang lalu. 1 tweet bisa dihargai 10-20 juta! luar biasa ya. Inilah asset digital. di era saat ini semua orang punya kesempatan membangun “harta karun” di internet dengan cara gratis. Buka akun fb gratis, bikin instagram gratis, tapi Anda bisa menjualnya dengan harga yang sangat mahal dan ada yang mau beli. Tapi Anda juga harus tahu, asset digital cepatlah berubah. Bagaimana friensters akhirnya tutup, twitter sudah tidak seheboh dulu, tapi di sisi lain ada social media lain yang naik daun misal youtube. Jika Anda saat ini jago bikin video pendek, lalu bisa membuat konten viral, punya jutaan viewer dan subscriber itu bisa menjadi asset. Video youtube Anda juga bisa di tambahi muatan iklan adsense. Saya sudah coba teknik ini dan lumayan dalam 1 tahun bisa menghasilkan USD 57.

5. Deviden dari saham
Saya belum melakukan ini, walau kemaren sempat minta bantuan salah satu konsultan untuk mencari saham-saham mana yang bisa diinvestasikan untuk mendapatkan devidennya. Membeli saham untuk di beli dan jual, atau trading kurang cocok buat saya.

pohon uang6. Menulis buku, royalti, dan affiliasi
Ini menarik, karena di era digital ini banyak perubahan terutama buku dan musik. Tapi bukan tidak mungkin mendapatkan penghasilan lho, karena ada istilah lain membangun afiliasi. Anda bisa membangun afiliasi dari produk yang Anda buat, dan sekaligus bisa memasarkan juga produk orang lain yang bersedia berbagi komisi. Royalti bagi banyak penulis, terutama yang pemula sudah tidak menarik lagi. Kebanyakan sekarang melakukan self publishing dan marketing melalui social media

7. Membangun Aset Digital
Bangun website. Anda bisa memasang iklan adsense, atau menyewakan halaman Anda untuk orang lain beriklan.
Bangun apps. Salah satu apps yang paling banyak mendapatkan income adalah game.
Bangun kursus online. Anda pasti memiliki skill yang belum tentu orang lain jago. Anda bisa membuat kursus online tanpa harus ribet membangun website sendiri. Situs seperti udemy akan membantu kita untuk mendapatkan penghasilan dari kursus yang kita buat.

Anda tidak perlu mencoba semua-nya… walau cuma 7 ya… hehehe…
karena detail aktivitasnya bisa ratusan lho.

So pilih saja 1-2 saja,
tapi lakukan dengan sungguh-sungguh sampai berhasil.

bahasa kerennya

FOCUS
Follow One Course Until Successful

selamat mencoba,
jika Anda menikmati tulisan ini, silahkan SHARE di facebook dan twitter.