Grow hack – it’s not tools, it’s mindset

Kemaren baru ngelmu lagi bareng komandan rieke di event idea! #ecommerceshortcourse
lagi-lagi materi growth hack

Menarik karena penekanan bahwa growth hack itu sebenarnya bukan barang baru. Bahkan jaman dulu bagaimana sriwijaya menguasai nusantara, kejayaan majapahit, yang dilakukan prinsipnya adalah growth hack. Jaman sekarang lebih mudah karena sudah bisa dibuat data dan statistik-nya.

Dan catat, growth hack itu bukanlah tools, tapi adalam mindset.
Dalam menjalankan bisnis mindset ini sangat penting bagaimana bisa membangun bisnis yang efisien, ekonomis, mudah pivot, dan tentu profitable.

Kenapa sih growth hack ?

Problem terbesar dari bisnis baru, atau saat ini trendy disebut startup adalah sumber daya yang terbatas. Tidak punya banyak modal, jumlah tim terbatas, bahkan dikerjakan foundernya sendiri, sehingga harus sangat kreatif untuk bisa terus tumbuh. Artinya mulai ada penjualan, kalau aplikasi berarti bisa mendapatkan user baru, dan bisa bertahan melawan derasnya kompetisi

Kondisi saat ini marketing tradisional sudah sangat mahal. Tahu berapa budget untuk pasang baliho di senayan? berapa iklan 30 detik di TV nasional, berapa harga iklan 1 halaman kompas? dan prinsip growth hack bukanlah brand awarenes, tapi sebenarnya mencari ROI, dengan mencari tahu cara yang berhasil untuk mencapai tujuan (sales, jumlah user, dll). Karena sebenarnya dengan tercapainya ROI, secara otomatis brand awareness juga naik dengan sendirinya!

Dan yang harus dipahami, kebanyakan startup terlalu fokus pada produk. padahal tantangan dalam era kini adalah distribusi. Product market fit is a must, dan next is distribution. Bagaimana layanan / produk yang dibuat bisa menembus batas ketakutan dari first user / first buyer!

Dasar dari growth hacking adalah irisan dari 3 hal, seperti di bahas di tulisan :
https://annasahmad.wordpress.com/2015/11/06/growth-hacking-2/

yaitu :
– Creative marketing
– Software engineering dan automation
– Data analytics dan testing

Lalu bagaimana menjalankan growth hacking dalam bisnis kita?

Dave-McClures-Pirate-Metrics

Tahapan growth hack bisa dijabarkan sebagai berikut, terutama untuk bisnis online (ecommerce)

1. Aquisition : prinsipnya adalah bagaimana bisnis anda bisa mendapatkan traffic. Bisa kita mulai dengan SEO. Saya menjalani teknik ini sejak tahun 2006. Membangun web dengan basis visitor dari search engine, dan sangat powerful karena visitor dari google pasti sudah tertarget berdasarkan keyword. Traffic berikutnya adalah dari social media. Pilih social media yang sesuai dengan target market Anda. Apa dengan twitter, G+, facebook, instagram, dan terpenting pastikan memiliki konten yang relevan.

2. Activation : Ketika web kita sudah ditemukan di search engine, sudah di temukan di social media dan mulai mendapatkan traffic, cek berapa bounce rate-nya! Apakah visitor anda real, atau robot? dan berikutnya apa kesan pertama yang dihasilkan ketika pengunjung mendatangi web anda. Landing page adalah kunci penting di fase ini. Temukan AHA MOMENT ketika visitor masuk ke web anda, dan pastikan kenapa saya harus menggunaan produk atau layanan anda dapat terjawab kurang dari 5 detik

3. coming soon…

istirahat dulu ya, sebagai PR, silahkan cek kembali web site teman – teman, lakukan review blog terutama dari orang-orang yang netral. Anda juga dapat menggunakan berbagai tools untuk menguji landing page, A/B testing, dan monitoring untuk melihat performance landing page yang kita buat.

Jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan pesan di komentar, saya akan pastikan semua pertanyaan terjawab.
Okay, have FUN!

Satu pemikiran pada “Grow hack – it’s not tools, it’s mindset

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s