MEA : Jadi Harapan Atau Tantangan ?

Akhir 2015 sudah disepakati sebagai awal dibukanya pasar ASEAN. Apa artinya buat bisnis Anda ?

Beberapa tahun yang lalu para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang. Targetnya agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini akan memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi dalam bisnis, produk, dan tenaga kerja akan semakin ketat.

Sebenarnya saat ini sebenarnya export-import antar negara asean juga sudah berjalan. Tidak hanya didominasi perusahaan besar, tapi bisnis mikro dan UKM juga banyak menjalankannya. Saya sendiri beberapa kali melakukan transaksi produk organik ke Thailand dan Malaysia. Ada juga teman-teman saya yang secara rutin mengirim busana muslim yang dibeli di tanah abang untuk kirim ke kuala lumpur. Atau ada juga yang import snack asal malaysia untuk dipasarkan di Indonesia. Ada juga yang import fashion thailand untuk dijual di Indonesia via facebook dan instagram.

Tentu harapannya adalah daya saing Indonesia dan negara asia tenggara akan lebih tinggi, dan kompetensi pengusaha dan pebisnis juga berusaha menyesuaikan dengan standar internasional. Nah, yang paling penting tentu apa yang bisa kita lakukan sebagai pelaku usaha ?

Global Branding

Salah satu kekuatan yang harus dikuasai pebisnis lokal adalah kemampuan branding. Jika kita memilih menjual komoditas, maka harga hanyalah satu-satunya alasan agar produk kita bisa dibeli oleh pasar. Pertanyaan yang harus mampu kita jawab adalah kenapa konsumen harus membeli dari anda?

Kompetensi Tenaga Kerja

Ini adalah isu menarik, dimana banyak pengusaha yang merasa kesulitan mencari tenaga kerja. Tentu dengan dibukanya akses tenaga kerja, bisa jadi Anda bisa mendapatkan karyawan baru dari myanmar, atau CEO dari singapore, atau manajer dari vietnam. Tentu dengan begitu persaingan harga dan kompetensi tenaga kerja akan makin ketat. Dan inilah kesempatan bisnis Anda untuk berjalan lebih professional.

Buka cabang di Vietnam

Pasti Anda juga berharap perusahaan yang dibangun menjadi salah satu perusahaan kelas dunia. Pertimbangkan untuk membuka pasar baru, walau kita melihat sebenarnya pasar Indonesia itu besar banget, buat apa export? Sebenarnya jangan melihat dari satu sisi saja. Kegiatan export akan membuka mata kita lebih luas, mengikuti standar produk yang lebih tinggi, dan yang paling penting adalah membuka network baru. Saya sendiri juga berpikir untuk membuka cabang di negara lain yang potensinya terbuka. Doain ya….

Dance with giant

Sinergi adalah kata kunci untuk memenangkan persaingan. Terutama bagi bisnis kecil. Jika Anda melihat sebagai ancama dan kompetisi, maka bisnis anda akan selalu terancam. Memang Indonesia akan dilihat sebagai pasar yang empuk, tapi ingatlah bahwa Anda harusnya lebih mengenal pasar Anda. Ambillah kesempatan untuk menjadi supplier dan mengambil alih teknologi produksi secara bertahap.

Okay, caba bayangkan saja, nanti bisnis kita akan mendapat suplier dari Indonesia, dimanufacture di myanmar, gudang di Jakarta, punya outlet di Bangkok, Bali dan Brunai, punya manajer dari Vietnam, buka rekening di Singapore, dipasarkan secara online di 10 negara asean, dengan jasa SEO dari Bandung, outsource copywriter dari Kuala lumpur, desain web dari Malang, pakai jasa pembuatan video dari Penang. Tiap minggu conference call untuk monitor progress dari masing-masing manager.

Bagaimana menurut sahabat sekalian ?

PS. Tulisan ini diinspirasi dari groups WA TDA Jaktim pagi ini.

2 pemikiran pada “MEA : Jadi Harapan Atau Tantangan ?

Komentar ditutup.