Keluar dari “Zona Nyaman”

Banyak sekali kisah-kisah sukses yang terlahir dari kondisi kepepet. Dan ternyata memang benar. Saat kepepet, otak kita lebih kreatif, gerakan kita juga akan lebih cepat. Sama seperti kisah pengiriman ikan yang ditambah dengan hiu kecil.

Lalu bagaimana dengan kehidupan kita sehari-hari ?

comfort zoneCiptakankah sendiri kondisi kepepet itu sendiri. Buat goal yang lebih besar, buat target dengan waktu yang lebih sedikit, lakukan public commitment, dan apapun yang bisa membuat kita lebih cepat “take action”. Yang biasa saya lakukan untuk keluar dari zona nyaman adalah travelling kesebuah kota/tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.

Zona nyaman selalu menjadi impian siapapun, tetapi ketika kondisi itu telah tercapai, waktunya kita naik kelas dan ujian yang lebih berat. Masak abis lulus SD kita gak mau naik ke SMP? Jika anda tidak mau naik kelas maka kompetitor anda akan mengambil kesempatan itu.

Lalu kalau memang udah kepepet bagaimana? Ya jalani saja dengan semangat setiap hari. Selalu yakin bahwa kesempatan itu selalu akan datang ketika kita mau berusaha.

Punya ide? silahkan komentari ya…

2 pemikiran pada “Keluar dari “Zona Nyaman”

  1. Sangat setuju, Pak. Terimakasih karena telah mengingatkan khususnya pada bagian “Lalu kalau memang udah kepepet bagaimana? Ya jalani saja dengan semangat setiap hari. Selalu yakin bahwa kesempatan itu selalu akan datang ketika kita mau berusaha.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s