Antara Kualanamu dan Istana Maimun

Alhamdulillah di libur tahun baru hijriah kemaren menyempatkan diri mampir ke kota Medan. Ini adalah kota ketiga di pulau sumatra yang saya singgahi setelah lampung dan padang. Perjalanan ala backpacker ini cukup banyak memberikan saya pelajaran dan pengalaman baru. Selamat menikmati…

bandara kualanamuLife is always change
Tiap hari kita dihadapkan dengan perubahan. Karena memang tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu, kata orang bijak. Sama halnya dengan bandara polonia medan yang akhirnya dikembalikan kepada TNI AU, dan penerbangan domestik dipindah ke bandara kuala namu (KNO) yang berjarak 40 KM dari kota medan.

Ketika mencari info tentang transportasi dari kualanamu ke medan sangat menarik sekali. Banyak komentar-komentar miring tentang perpindahan bandara ini. Ada yang mendukung, tapi tentu banyak sekali yang tidak senang. Selain memang biaya transport lebih mahal, waktu tempuh juga cukup lumayan. Biaya dengan taxi sekitar 150.000, dengan kereta api 80.000, tapi sebenarnya pemerintah sudah menyediakan transport murah dengan damri yang hanya berbiaya 10.000 – 15.000 saja.

Karena perjalanan ini adalah pertama, saya memang sengaja mengumpulkan banyak info tentang bandara yang baru dibuka oktober 2013 ini. Belum banyak info, tapi kenyataannya sampainya di bandara kuala namu sudah sangat mudah sekali. Informasi dengan standar internasional sudah cukup baik, sehingga ketika kita sampai tinggal pilih mau naik moda transportasi apa. Perjalanan 2 jam 30 menit dari jakarta itu saya lanjutkan dengan damri menuju carreour medan dengan menggunakan bus damri.

1454937_10202600240194041_803872658_nMasjid Raya Medan dan Istana Maimun.
Dua objek penting yang saya kunjungi selama trip singkat ini adalah masjin medan atau dikenal dengan Masjid Al Mahsun. Ada beberapa yang unik dari 2 objek yang berdekatan itu yaitu keduanya memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia. Sayang sekali, kondisi keduanya saat ini kurang terawat.

Selama perjalanan di medan, saya memilih transportasi mikrolet, becak, dan berjalan kaki saja. Beriteraksi dengan masyarakat lokal sangat penting agar kita mendapat informasi lokal yang lebih merakyat. Penggunaan teknologi seperti googlemaps dan search engine sangat membantu juga lho. Seperti melihat posisi kita terhadap tujuan, termasuk untuk hunting hotel hotel murah. Simak sebagian foto perjalanan singkat ini di facebook

Satu pemikiran pada “Antara Kualanamu dan Istana Maimun

  1. whoah this weblog is wonderful i like reading your posts. Stay up the good work! You know, a lot of people are searching around for this info, you could help them greatly.

Komentar ditutup.