Mau Bisnis? Jangan pikirkan produknya #kopdarOLshop

Kamis kemaren, alhamdulillah dapet kesempatan lagi gabung di event ShopFair yang disponsori RPX. Mengambil tempat di cafe sekitar central park, memang membuat acara ini makin gayeng dan seru abisss…

Saya akan post beberapa tulisan tentang materi event ini dalam beberapa seri, biar lebih mantep markotop. Pembicara kemaren salah satunya adalah Stanley Octavian, dari WearFable.com. Pesan yang cukup nangkep buat saya adalah :

Marketing don’t care with product. They Focus to the Customer

apa maksudnya? Dalam berbisnis mulailah terlebih dahulu dari target pasar yang kita pilih. Produknya itu menyusul. Misal target kita itu perempuan, usia sekitar 20-25 tahun, masih kuliah atau baru mulai kerja, lokasi di sekitar depok. Nah mulai pikirkan produk apa yang sesuai dengan kebutuhan mereka, berapa uang yang tersedia di kantong mereka, dan sebagainya.

Teknik targeting yang keren!
Sering kita sudah menentukan bisnis kita memilih suatu target pasar tertentu, misal seperti contoh diatas tadi. Tapi kok belum berhasil ya? ternyata kita membuat target pasar dengan cara yang salah! Teknik targeting market itu paling sederhana ada 2, yaiut berdasarkan demographics dan psychographics. Nah lo… apa bedanya tuh ?

Demografik biasanya lebih ke arah data-data seperti :

  • Jumlahnya berapa,
  • Jenis kelaminnya,
  • Distribusi lokasi kantor / rumah, dan
  • Umur

Tapi kalau psikografik kita mencari data terkait :

  • Majalah yang dibaca apa,
  • Kalau ke internet lihat apa,
  • Suka makan apa,
  • Hobinya apa,
  • Olahraga apa, dll

Ini contoh perbandingannya :
demografik

Nah makin jelas kan bedanya. Cara marketing lama hanya fokus pada demografik, dan smart marketer akan menggunakan data psikografik untuk menentukan target market. Selanjutnya apa? Cari produk-produk apa yang dibutuhkan oleh target market tersebut.

Misal dari gambaran diatas : Dia seorang ibu, sudah punya anak bayi, pengeluran biaya belanja sudah diketahui. Disini bisa dicara lebih detail kecenderungan lebih suka belanja di minimarket atau hypermart. Tinggal jauh dari orang tua, sehingga biasanya lebih mandiri mengasuh anak, dan memilih hal-hal yang praktis misalnya. Bahkan kita juga perlu mencari misal saat ini dia apa sudah biasa menggunakan internet, social media apa saja yang digunakan, lalu dia cenderung mainstream -> pembuat trend, suka tampil beda, atau lebih cenderung follower trend.

Setelah mementukan target market tersebut, mulailah menentukan produk apa yang cocok untuk pasar tersebut. Misal makanan bayi, suplemen, fashion bayi, mainan anak, dan sebagainya. Segmen akan menentukan desain, model, bahkan logo perusahaan, dan kemasan.

Misal kita mau masuk ke segmen yang murah, tapi kita desain dengan model mahal, bisa jadi malah orang tidak percaya atau takut beli. Bayangkan aja contohnya ada yang jualan cabe di mall plasa indonesia, orang pasti sudah berpikir harganya mahal.

Ok, semoga tulisan sederhana ini bermanfaat.
Nantikan tulisan berikutnya ya….

Masih banyak artikel #kopdarOLshop yang tidak kalah seruSaya mau dong dapet updatenya. Email saya :

Delivered by FeedBurner

Satu pemikiran pada “Mau Bisnis? Jangan pikirkan produknya #kopdarOLshop

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s