Bagaimana Entrepreneur Berzakat ?

Alhamdulillah akhirnya kita sudah sampai ke 10 hari ke-2 di ramadhan ini. Tentu kita harus senantiasa mengkaji Islam secara lengkap termasuk di dunia kewirausahaan ini. Salah satu tema yang cukup menarik adalah bagaimana seorang pengusaha berzakat. Dunia entrepreneur memang berbeda ketika kita menjadi karyawan di suatu perusahaan. Sehingga menghitung zakatnya bisa jadi sedikit berbeda caranya.

Saya bukan ahli zakat, tapi ingin sharing sekaligus mencari info tentang bagaimana entrepreneur berzakat dengan benar. Kiranya ada khilaf atau kesalahan dalam tata cara-nya mohon dikoreksi.

Untuk perhitungan zakat fitrah, rasanya cukup jelas ya. Di internet juga sangat jelas tata cara untuk zakat fitrah, sehingga yang perlu kita lebih dalami adalah tentang zakat mal-nya.

Bagaimana cara menghitung zakat entrepreneur?

Ada beberapa hal yang menjadi panduan kewajiban zakat bagi perusahaan.
Salah satu syarat wajibnya zakat harta adalah harta tersebut menjadi milik pribadi dan bukan milik banyak orang.

Syarat harta yang wajib dizakati secara umum ada beberapa hal, diantaranya: harta itu dimiliki secara khusus perorangan (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 23:236).

Jika perusahaan merupakan gabungan kepemilikan beberapa orang, maka kewajiban akan zakat tidak dibebankan ke perusahaan, tapi kembali kepada semua pemilik saham perusahaan.
Apabila perusahaan itu milik pribadi, perhitungan zakat dibebankan kepada pemilik perusahaan, dihitung bersama dengan harta lain miliknya.

Apa saja yang harus diperhitungkan dalam zakat mal ?

  • Uang Tunai, Tabungan, Deposito
  • Saham atau surat-surat berharga lainnya
  • Property (tidak termasuk rumah tinggal yang dipakai sekarang)
  • Emas, Perak, Permata atau sejenisnya
  • Mobil (tidak termasuk yang dipakai sehari-hari)
  • Piutang (?)

untuk kasus piutang perlu dikaji lebih mendalam. Menurut Yusuf Al-Qardhawi bahwa piutang tidak dikenai zakat sepanjang masih belum dibayarkan oleh debitor, hal itu didasarkan pada prinsip bahwa harta yang tidak likuid memang tidak dikenai zakat.

Nilai diatas akan dikurang dengan nilai Hutang Pribadi

Zakat Harta Usaha
Menghitung harta perusahaan :

  • uang tunai
  • simpanan di bank
  • property perusahaan
  • alat produksi
  • inventori
  • barang jadi
  • dll

Nilai tersebut dikurangi dengan hutang perusahaan.

Jika perusahaan milik bersama, maka diperhitungkan komposisi kepemilikan sahamnya dalam perusahaan tersebut.

Nisab ditentukan nilainya adalah 85 gram emas.
Jika mengacu pada harga emas hari ini (Rp. 420.000/gram),
maka nisab nya adalah : Rp 35.700.000

update:

Beberapa metode perhitungan zakat perusahaan :

  1. ada yg dari laba bersih setelah pajak. ini digunakan bank muamalat
  2. ada yg dari laba bersih sebelum pajak
  3. ada yg dari selisih aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar. ini digunakan oleh baznas
  4. total modal bersih dan laba dikurangi dengan aktiva tetap
  5. nilai bersih kas dan setara kas serta persediaan yang dikurangi dengani nilai hutangnya
  6. menurut Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution (AAOIFI) bisa menggunakan dua metode. yaitu the net asset method dan the net invested method (bisa dijelaskan bila ada yang minta)
  7. dari omzet bruto

hasilnya dikalikan 2,5 % bila memakai laporan keuangan berdasarkan hijriah atau dikalikan 2,5775 % bila memakai laporan keuangan berdasarkan masehi.
karena masehi lebih lama 11 hari dari hijriah jadi lebih banyak sedikit.

mau pakai perhitungan zakat yang mana ?
yang pertama angkanya paling kecil sedang no 7 angkanya paling besar.
menurut syafei antonio yg pertama sah tapi bila mau afdhol pakai yg no 7 (tapi jangan sampai memberatkan malah nanti tidak jadi zakat)
silahkan digunakan yang paling sesuai hati nurani. yg penting bayar zakat ya. thanks to : https://www.facebook.com/Prof.hendra.setiawan

Jika harta telah mencapai nisab diatas, sisihkan 2,5% nya untuk yang berhak menerima zakat.
Jika ada kekhilafan dalam informasi ini mohon segera infokan melalui komentar, atau form kontak.
wassalamualaikum…