Gratiskan Produk Anda!

Tema sejenis sebenarnya pernah juga dibahas oleh coach Fauzi Rahmanto, presiden TDA3. Tapi rasanya masih menarik kita bahas di hari minggu yang cerah ini ya. Silahkan menikmati…

Memberikan produk secara gratis mungkin nampak aneh, bahkan kurang kerjaan. Tapi dalam kasus new market segmentation rasanya ini adalah hal yang paling masuk akal. Sebagai pemilik produk yang revolusioner, belum ada dipasaran tentu tidak mudah bagi orang lain untuk mengeluarkan dananya. Dan, teknik mencoba lebih dulu adalah teknik yang masuk akal. Sering produsen berpikir untuk meminta uang muka, tapi itu akan menjadi penghalang terjadinya transaksi.

Sebelum meng-gratiskan produk anda, pastikan dulu bahwa pelanggan akan membeli berulang kali. Model produk yang dipasarkan penggunaannya berulang-ulang, sering dibeli, ketergantungan.

Kenapa harus gratis? kok tidak jual murah saja?
Menjual murah seringkali membuat kita akan dihargai murah terus😛
Jadi sebaiknya gratiskan saja sekalian dalam periode tertentu.

Siapa yang sukses berjualan barang gratis?
Suatu hari C. Gillette menciptakan pisau cukur silet ketika ia bekerja sebagai sales produsesn botol. Idenya adalah bagaimana membuat pisau cukur untuk sekali pakai. Dia terlalu malas mengasah pisau cukur tuanya. Ia pun mencari cara untuk membuat pisau cukur dengan harga yang sangat terjangkau walau hanya mampu digunakan 1-3x saja. Dari perhitungannya tentu dibutuhkan produksi jutaan produk agar harganya menjadi murah. Dia pun berusaha mencari siapa saja yang berkenan menggunakan pisau cukur sekali pakai. Meng-gratiskan produk dan meminta orang mencoba produk adalah cara yang masuk akal.

revolusi pisau cukurGillette pun memberikan ribuan pisau cukur kepada pengguna pertama, dan tentu mereka akan menceritakan pada orang-orang tentang produk tersebut. Dalam beberapa hari mereka pun perlu membeli pisau baru, sehingga Gillette telah menciptakan pasar pasar baru. Di awal produksi Gillette menjual harga sangat murah. Mengambil sedikit profit, kadang pas, kadang juga rugi sedikit. Hal itu dilakukan agar harga di pasar tetap ekonomis dan memastikan orang tidak keberatan membeli produk tersebut.

Dengan berjalannya waktu, Gillete terus berinovasi untuk membuat produk yang bersaing, misal jual dengan model gagang-pisau yang bisa dilepas. Saya pribadi adalah termasuk pengguna pisau cukur gillette yang setia. Kadang beli yang ganti pisaunya saja, tapi jika harus berpergian membeli pisau cukur sekali pakai lebih praktis dan ekonomis. Lupa atau ketinggalan juga tidak menjadi pikiran kan….

Bagaimana mengaplikasikan dalam bisnis kita?
Ada 3 langkah sederhana untuk menjual produk secara gratis

  1. Mengidentifikasi produk yang memiliki komitmen jangka panjang dalam pembelian. Misal suku cadang kendaraan, motor honda akan menggunakan sparepart dari honda juga.
  2. Tentukan target pasar secara jelas ketika memberikan secara gratis. Pastikan mereka menindaklanjuti dan membeli produk Anda nanti.
  3. Pertimbangkan juga untuk memiliki hak kekayaan intelektual yang baik (paten,dll) sehingga bisnis anda juga dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

 

Nah kini kesempatan kita memanfaatkan momentum di bisnis kita. 2 Tahun yang lalu saya hobi membagikan produk saya gratisan ke calon pembeli yang benar-benar potensial, dan hasilnya memang tidak bisa langsung dinikmati jangka pendek. Tapi dalam jangka panjang alhamdulillah menjadi konsumen yang loyal dan terus membeli produk kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s