Sesuap Nasi Lemak (4)

Artikel sebelumnya : Sesuap Nasi Lemak (3)

Networking

Ada banyak kesempatan yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan network
kita dengan para pebisnis di luar negeri. Waktu makan pagi / breakfast adalah
kesempatan yang sangat baik untuk berkenalan dengan sesama peserta dari
negara lainnya. Kami pribadi memilih mencari meja yang sudah diisi orang lain,
sehingga memudahkan bagi kita untuk membuka pembicaraan. Rata-rata dari
mereka juga pebisnis, sehingga topik bisnis sangat mudah sekali digunakan
untuk mengakrabkan diri.

Dalam perjalanan di bis juga merupakan kesempatan baik untuk bisa saling
bertukar kartu nama. Alhamdulillah dengan cara ini, kami secara tidak langsung
bisa menjadi perantara bisnis permen lolipop antara malaysia dan philipine.

Tentu kami pribadi tidak mengambil untung dari mereka, karena menurut kami
persahabatan akan bernilai jauh lebih mahal dibandingkan komisi.
Siapa yang menyangka di akhir event pameran kami bisa bertemu dengan 2
orang mitra bisnis yang serius ingin memasarkan produk kami. Di akhir
kepulangan kami pun sempat menerima SMS dan email untuk permintaan export
sebesar 2 kubik. Memang dengan kita membantu dan bersahabat dengan tulus,
Allah akan membantu kita juga memberikan balasannya. Alhamdulillah
banget……

“Adventure is a path. Real adventure – self-determined, self-motivated, often
risky – forces you to have firsthand encounters with the world. The world the
way it is, not the way you imagine it. Your body will collide with the earth and
you will bear witness. In this way you will be compelled to grapple with the
limitless kindness and bottomless cruelty of humankind – and perhaps realize
that you yourself are capable of both. This will change you. Nothing will ever
again be black-and-white.” – Mark Jenkins

Enjoy Kuala Lumpur
Jalan-jalan tentu menjadi agenda yang wajib dalam
event traveling. Kami pribadi lebih menyenangi sesuatu
yang sederhana melihat aktivitas kegiatan masyarakat
sehari-hari. Tentu pasar malam dan kota tua selalu
menjadi incaran kami untuk menikmati sebuah kota.
Kuala lumpur dan malaysia sendiri cukup serius
menggarap sektor wisatanya. Air asia didukung penuh,
infrastruktur khususnya MRT juga terus ditingkatkan
pelayanannya. Tidak heran yang namanya orang asing
dan turis di kota ini sangat mudah ditemui.
Ada beberapa lokasi yang bisa menjadi interesting point
di kuala lumpur

Masjid Jamek : Ini adalah salah satu icon kuala lumpur.
Masjid tua ini berada di tengah kota, mudah ditempuh
dengan menggunakan LRT. Yang unik dari masjid ini
adalah bentuk atapnya yang tajam.

Pasar Malam Petaling : yang satu ini sangat seru di
kunjungi ketika malam. Pasar malam ini menjual
berbagai souvenir, tas, sepatu, baju yang sangat menarik wisatawan datang
kesana. 2 hal buat kami yang menarik di pasar malam petaling adalah snack ”biji
nangka” yang disangrai dengan kopi. Rasanya boooo…. maknyussss. Satu lagi
adalah manisan dari kelapa yang lezat. Untuk menuju pasar malam petaling, kita
bisa jalan kaki dari masjid jamek sekitar 700 meter.

Central Market : atau dikenal juga dengan nama
pasar seni. Pasar ini berisi berbagai jenis kain,
fashion, batik, barang-barang antik. Suasana
pasar seni ini sudah ditata dengan rapi. Counter
dan kios telah dibangun dengan konsep modern
walau tetap dalam koridor etnik asli asia. Kalau di
sentral market tentu tujuannya adalah berburu
nasi lemak di sisi kiri pasar. Jangan lupa pesan teh
tariknya yang sedap…..!!!

KLCC dan Suria : sebenarnya kalau ke kuala lumpur KLCC Cuma buat ritual foto
bareng si twin tower saja. Buat kami mall modern bukanlah tempat yang
menarik dikunjungi. So kami pilih hanya berfoto ria saja setelah itu langsung
pulang. Makan siang disana menurut kami juga tidak terlalu worthed.

“A wise traveler never despises his own country.” – Carlo Goldoni

Tiap kota memiliki ciri khasnya masing masing.
Tentu ada kelebihan dan
kekurangannya. Kami lebih memilih
menikmatinya dibandikan terlalu banyak
mengkritik yang tidak memberikan
manfaat apa-apa.

Overall this event
Bisa jadi event ini termasuk bintang 5. Karena biaya kita juga tidak terlalu besar
dikeluarkan. Panitia menyediakan hotel yang sangat layak dan lokasinya sangat
mudah untuk akses kemana-mana dengan menggunakan LRT. Sunway putra
hotel memang lokasinya bukan di tengah kota, tapi kita ada waktu yang bisa
dihemat untuk menikmati beberapa pasar rakyat di sekitar jl haji taib maupun
makan malam di Old Town (salah satu frachise kopi dan makanan terkenal di
malaysia).

Secara networking untuk market global adalah
salah satu jalur yang baik. Selain ada peluang
bertemu dengan calon buyer di seluruh dunia,
malaysia juga terkenal sebagai jaringan broker
yang handal. Disana banyak sekali trader yang
mencari produk dari indonesia yang akan
dipasarkan lagi ke seluruh dunia.

Networking Indonesia juga memungkinkan,
karena kita dapat bertemu dengan saudara kita disana yang secara geografis
juga sulit untuk silaturahmi. Kami sendiri tiap malam menyempatkan diri
begadang bersama teman-teman TDA untuk saling berbagi informasi tentang
kehidupan maupun peluang-peluang bisnis.

So event mihas kali ini mendapat rate bintang 5!!!
Inilah sedikit pengalaman yang diberi tema “sesuap nasi lemak”. Merasakan
sedikit fasilitas dari mantrade untuk membuka wawasan dan networking yang
jauh lebih luas. Di event ini kami pribadi merasa sangat dimanjakan dengan
fasilitas yang diberikan. Tentunya event mihas bukanlah suatu tujuan akhir,
tetapi merupakan awal untuk menjadi jauh lebih luar biasa lagi.

Ayo kerja !!!
Ayo berkarya!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s