Bisnis ATP : Amati Tiru Persis

Beberapa hari yang lalu ada beberapa sahabat diskusi tentang bisnisnya yang dikopi atau ditiru oleh teman dekatnya dan menurutnya berpotensi untuk menjadi kompetitor yang saling mematikan.

Fenomena peniruan dalam bisnis adalah hal yang biasa terjadi. Motivator bisnis pun banyak mengajarkan ilmu bisnis ATM : Amati Tiru Modifikasi dalam memulai bisnis. Sejauh apa modifikasi yang dilakukan tentu tergantung persepsi masing-masing ya. Dan memang teknik ini rata-rata menjadi langkah awal pebisnis pemula atau startUP.

Sebagai pebisnis pemula memang tidak bisa dituntut untuk membuat perencanaan besar, bisnis plan, budgeting seperti bisnis korporat. Bisnis Startup Entrepreneurship rata-rata dimulai dengan otak kanan, yang penting action dulu, dan tentu inspirasi sangat mudah datang dari bisnis serupa yang telah sukses.

Startup pasti banyak mengambil langkah ATM dalam memulai bisnis, karena tentu ada resiko yang cukup besar jika membuat model bisnis yang benar-benar baru. Jika melihat peluang bisnis sejenis untung, maka merupakan study kasus yang menarik untuk dipelajari. Bahkan sekolah bisnis model Harvard Business School pun menggunakan teknik study kasus terhadap perusahaan baik yang gagal maupun sukses.

Dalam bisnis dengan low barrier entry yang rendah tentu sangat mudah ditiru. Misal membuka warung bakso. Kita tinggal mencari lokasi strategis, mencari produsen bakso, sudah bisa langsung membuka warung bakso. Apalagi jika modal yang diperlukan relatif kecil maka semakin besar sebuah bisnis harus menghadapi kompetisi.

Beberapa bisnis walau nampaknya sederhana, ternyata juga tidak mudah lho buat ditiru. Apalagi bisnis tersebut membutuhkan skill tinggi dan biasanya masuk dalam kategori niche market.

Nah bagaimana tindakan kita menghadapi kompetitor yang menggunakan teknik ATM / ATP ( Amati Tiru Persis ) ?

Jika memang memungkinkan kita menggunakan jalur hukum untuk perlindungan bisnis, kita bisa memanfaatkan paten. Kita dapat mendaftarkan nama, logo, dan beberapa hal lain yang dapat melindungi bisnis kita. Detailnya silahkan konsultasi dengan pakar-pakar hukum.

Langkah realistis lainnya adalah berpikir positif terhadap kompetitor, artinya pasar di bisnis kita pasti akan terus berkembang. Dengan masuknya semakin banyak kompetitor maka pasar akan semakin bergairah. Coba simak di pasar ikan, atau pasar burung, atau di pasar buku. Semua menjual barang yang sama, tapi para pembeli semakin senang belanja disana.

Inovatif dan rajin membuat perbedaan yang positif. Jika bisnis kita sudah menjadi market leader, maka itu bukan saat-nya kita bersenang-senang. Karena no#2 – No#3 dan seterusnya akan terus mengincar posisi bisnis anda. Bahkan saya di kompetisi SEO selalu mengalami hal ini juga. So mari lebih kreatif, inovatif baik dari sisi pelayanan maupun produk.

Jika posisi kita di startUP tentu kita juga akan bekerja keras dan bekerja cerdas bagaimana memotivasi bisnis kita menjadi lebih baik. Petakan kompetisi yang ada di pasar, cari kekuatan kita, evaluasi kemampuan internal, dan anda siap menyalip sang market leader.

Kompetisi dan kompetitor adalah sahabat bisnis kita. Ayo Semangat!

Satu pemikiran pada “Bisnis ATP : Amati Tiru Persis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s