Apa Pilihan Hidup Mu?

Ini mengingatkan kembali kemasa kita masih sekolah di bangku SD.

Orang tua, guru, tante, nenek, selalu suka bertanya “kalau sudah besar mau jadi apa?”

Di usia sekolah dasar, pertanyaan ini adalah hal yang saya pribadi anggap biasa. Dan saya sendiri tidak terlalu peduli memang mau jadi apa. Akhirnya pertanyaan seperti itu saya jawab saja seadanya, agar membuat orang tidak penasaran saja. Jadi dokter, jadi polisi, jadi presiden, yang penting di jawab saja🙂 . Jelas jawaban semacam itu sangat standar sekali, kita sendiri tidak tahu jawaban itu apakah memang benar-benar mencerminkan apa yang kita inginkan.

Waktu pun berlalu, semakin kita menginjak remaja, frekuensi pertanyaan semakin jarang. Hingga bangku kuliah pun saya belum pernah membayangkan mau jadi apa. Saya hanya enjoy saja menjalankan hidup ini. Saya melakukan apa saja yang mau saya lakukan. Belajar, menjadi penjual jamu, berbisnis komputer, menjalankan usaha warnet, ikut politik ala mahasiswa, dan banyak hal lain.

Hingga suatu masa, ketika saya sudah bekerja, saya punya sekali banyak cita-cita. Mau jadi kontraktor perumahan, mau jadi trader saham, mau jadi konsultan financial, mau jadi pemilik usaha perdagangan, dan masih banyak sekali mau-mau yang lain. Saya berguru kesana-kemari, belajar dari guru-guru terbaik, menginvestasikan uang untuk leher keatas, menyiapkan waktu lebih banyak untuk belajar sekaligus praktek.

Lalu apa hasilnya dari semua itu?

YA!! kita harus memilik. Kita tidak bisa menjadi semuanya.

Waktu dan fisik kita terbatas. Fokus saja pada hal-hal yang penting, dianggap penting, dan kita selalu menikmati proses didalamnya. Jangan mudah tergoda dengan kesuksesan orang yang dipublikasikan oleh media, karena kita hanya mengetahui kulitnya saja.

2 pemikiran pada “Apa Pilihan Hidup Mu?

  1. Maaf,mungkin ga ada terlalu ada hubungannya dengan tulisan di atas.Saya cuma ingin minta pendapat dari orang lain. Saya bekerja di sebuah perusahaan manufaktur yang cukup bonafid, bahkan banyak orang bilang bahwa masa depan saya pasti akan cerah kalau bekerja disana. Tetapi selama bekerja jujur saya tidak bisa menikmati, baik itu dari segi pressure, suasana kerja di pabrik, ataupun dari segi jam kerja. Dalam hati saya ingin mengundurkan diri alias Resign, dan mencoba hal baru yang tentunya nanti bisa saya sukai.Tetapi ketika saya utarakan keinginan saya ke keluarga ataupun teman dekat pasti mereka tidak mendukung, karena mereka rasa penghasilan dan kesejahteraan disana lumayan besar,Kalau menurut pendapat Bang anas, Apa yang harus saya lakukan?

    1. salam kenal mas galih…

      semuanya tentu kembali ke diri kita masing-masing.
      saya pernah mengalami hal yang sama seperti yang mas galih lakukan.
      Ok, sekarang coba kita pandang ke depan.
      1. Apa goal besar yang kita inginkan?
      2. Persiapan apa saja yang perlu dilakukan?
      3. Ilmu apa yang perlu dikuasai?
      4. Langkah / action kecil apa yang bisa dilakukan saat ini?
      5. Siapa mentor / coach / sahabat saya yang bisa membantu mengarahkan saya?

      silahkan jawab 5 pertanyaan sederhana diatas, dan
      tentunya jawabannya tidak sederhana kan.

      jika sudah terjawab, silahkan japri saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s