Menjadi Gelas Kosong

Alhamdulillah akhirnya bisa kembali menulis blog setelah hampir tiap hari kemaren di depan komputer hanya untuk cek email dan tentunya melayani pelanggan setia toko online….🙂

Minggu kemaren penuh dengan sahabat baru, ilmu baru, dan banyak hal baru yang saya rasakan setelah memasuki dunia baru.

Seorang guru pernah mengingatkan kita untuk senantiasa menyiapkan hati kita untuk menjadi gelas kosong. Utamanya ketika kita ingin mendapatkan suatu ilmu. Dulu, walau saya hobi seminar, tapi terkadang saya lupa mengosongkan gelas. Bahkan kadang tutupnya pun lupa di buka.

Pak jamil azzaini juga pernah mengingatkan, jika ingin menimba ilmu hal pertama yang harus dilakukan adalah ikhlas, terbuka, dan bersedia menjadi cangkir yang siap diisi dari teko.

Apakah sebenarnya makna dari kiasan tersebut adalah kita, jika ingin mendapatkan ilmu, menguasai ilmu tersebut haruslah membuka pikiran dan utamanya adalah hati. Ya, sering kali kita selalu tertutup apa yang di sebut Mr. I Know. “Ah, kalau itu saya sudah tahu, ah kalau itu saya sudah pernah baca, oalah kalau itu saja sih si itu juga sudah melakukan” inilah yang menyebabkan kita sulit mendapat ilmu lebih. Artinya ya ilmunya sampai di situ saja, padahal biasanya banyak sekali rahasia dan hikmah lain di balik ilmu tersebut.

Sharing Pelatihan Export

Sebuah komunitas yang cukup solid minggu kemaren mengadakan pelatihan tentang bagaimana kita bisa export produk kita ke luar negeri. Awalnya saya tidak tertarik mengikuti acara tersebut, karena saya “merasa” sudah melakukan dan sudah tahu caranya.

Tapi alhamdulillah sahabat baik saya mengingatkan bahwa dengan mengikuti pelatihan itu yang pasti ilmu bertambah, jaringan bertambah, teman bertambah, bahkan bisa jadi order bertambah.

YES! saya sadar bahwa kita dilarang menutup gelas kita. Segera saya buka gelas, dan ingat pesan dari guru saya untuk “mengosongkan” gelas. Alhamdulilah karena cukup paham, proses mengosongkan gelas bisa berlangsung dalam waktu cepat.

Dan benar sekali, alhamdulillah dalam pelatihan tersebut ternyata banyak sekali hal-hal baru yang saya dapatkan. Ilmu baru, jaringan baru, koneksi baru yang jelas membuka wawasan baru tentang ilmu export.

Oh ya… salah satu teknik lain menjadi gelas kosong adalah membiasakan diri menjadi pendengar yang baik. Usahakan lebih banyak mendengar dibanding bicara. Dan tentunya mengajukan pertanyaan cerdas : “caranya?”

Ok, thanks sudah hadir di blog sederhana ini, semoga mendapat inspirasi. Keep learning and sharing!

ps. Musim hujan ini banyak sekali yang terserang radang tenggorokan. Silahkan baca artikel menarik di http://obatamandel.com.

3 pemikiran pada “Menjadi Gelas Kosong

  1. Bagus sekali Pak, makasih banyak udah share…
    Belajar MENJADI GELAS KOSONG, kita belajar merendahkan diri.
    Andai gelas tersebut penuh, jika ada air yang dituangkan, maka air itu akan keluar.
    Begitu juga jika kita MENJADI BUAH YANG MENTAH, bukan buah yang matang yang akan busuk….
    izin Share juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s