King of IKEA

IKEA : Inspiring!
IKEA : Inspiring!

siapa yang kenal Ingvar Kamprad ?
siapa yang kenal IKEA ?

Ingvar adalah pendiri IKEA, salah satu konsep bisnis favorit saya :p

Tulisan ini saya dapat dari salah satu sahabat yang membahas bagaimana milyuner yang tumbuh dari dropout class atau yang hanya berpendidikan rendah. Silahkan dinikmati…..

Multi-milyuner pendiri IKEA ini terkenal karena pelit dan hematnya. Setidaknya, ia sangat perhitungan dan fokus pada untung-rugi. Menurut cerita ia mengantongi garam dan merica (yang dibungkus dalam kantong kertas) ketika makan di restoran/hotel. Ia juga menggunakan tea-bag berulang-ulang, naik pesawat kelas ekonomi. Ia juga sering makan di kantin murah IKEA. Ia juga dikenal suka membeli hadiah natal dan kertas pembungkusnya setelah obral-natal dan tahun baru, dimana harganya bisa lebih murah lagi. Ada pernyataannya yang menarik:

“It is not only for cost reasons that we avoid the luxury hotels. We don’t need flashy cars, impressive titles, uniforms or other status symbols. We rely on our strength and our will!”

“Kami menghindari hotel yang lux bukan sekedar karena menghemat. Kami tidak perlu mobil yang mentereng, gelar yang membuat orang berdecak, seragam yang membuat orang gagah atau simbol-simbol status lainnya. Kami percaya pada kekuatan kami sendiri dan kemauan yang keras.”

Ingvar adalah orang Swedia keturunan Jerman yang lahir di Pjätteryd, Swedia. Bakat dagangnya dipupuknya ketika masih belia, dimana ia menjual secara eceran korek api yang dibelinya dalam jumlah besar. Barang yang dijualnya secara eceran masih lebih murah dari penjual-penjual lainnya. Dari korek api, ia mengembangkan usahanya dengan menjual ikan, pernak-pernik hiasan natal, ballpoint, dan pensil.

Ingvar keluar dari sekolah ketika ia berumur 17 tahun 1943 untuk mendirikan IKEA dengan uang hadiah dari ayahnya untuk keberhasilannya di sekolah. Sangat ironis. Meninggalkan sekolah karena memperoleh nilai yang baik. Semula IKEA hanya menjual barang-barang yang Ingvar pikir diperlukan orang dan bisa dijual dengan harga murah. Kemudian perabotan tumah tangga.

Show room pertama Ingvar, dibuka ketika ia berumur 27 tahun (1953). Kemajuannya sampai tahap ini masih bisa dicapai banyak orang. Punya showroom di umur 27 tahun, masih wajar. Dan diperlukan waktu 20 tahun untuk bisa maju dari pasar domestik ke pasar internasional. Pada umurnya yang ke 47 tahun Ingvar mengembangkan bisnisnya ke luar negeri dengan dibukanya cabang di Switzerland. Ekspansi bisnisnya di pasar internasional berkembang pesat dengan dibukanya beberapa cabang di Jerman, yang merupakan pasar terbesar IKEA. Kemudian Kanada dan Belanda.

Cabang di USA baru dibuka ketika ia sudah berumur 59 tahun, sudah cukup tua. Tahun 1993 – 50 tahun sejak usahanya dimulai, IKEA punya lebih dari 100 cabang di lebih dari 25 negara. Perjalanan yang sangat panjang. Kisah sukses panjang Ingvar bukan terjadi dalam sekejap, melainkan setahap demi setahap penuh dengan ketekunan dan hemat. Ingvar mempunyai yayasan sosial Stichting INGKA Foundation yang merupakan yayasan terkaya di dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s