Great Inspiration : “Meet me half way”

Thanks to pak Tanadi Santoso yang membawakan tema yang memang sedang saya pribadi cari cari :). Memang tidak banyak orang yang bersedia membahas masalah ini. Utamanya memang umumnya bisnis keluarga cenderung tertutup dan cukup sulit mengadopsi pihak luar.

Ini juga merupakan seminar terbaik saya pribadi di 2011 dan memberikan banyak insight dan jalan bagaimana membangun bisnis entrepreneur yang selalu dimulai dari keluarga.

Gema wirausaha, kemandirian, resign dini yang akhir akhir ini menjadi tema hangat di beberapa milis dan groups memang menjadikan keluarga sebagai salah satu pondasi penting membangun bisnis yang handal.

Beberapa kali saya mendapat penolakan dari sesama pebisnis tentang pentingnya suksesi. Menurut mereka tidak penting bisnis yang sedang dijalankan mau diwariskan atau tidak. “saya bebaskan anak saya untuk melanjutkan bisnis ini atau memilih bisnis lain. I dont care”. Tapi disisi yang lain saya melihat ada orang-orang yang memang begitu telaten dan perhatian mempersiapkan generasi berikutnya untuk dapat terus mengembangkan dan membesarkan bisnisnya.

Menurut Steven Covey : “the universal needs like living, loving, learning, and leaving a legacy.” Nah leaving a legacy atau meninggalkan warisan memang adalah tahap terakhir dalam pencarian hidup. Sehingga memang umumnya generasi 50+ yang lebih serius dalam hal ini. Dan menurut saya warisan bukanlah sekedar harta. Warisan jauh lebih berharga dari sekedar uang. seperti yang pernah saya tulis di sini, warisan yang tebaik adalah ilmu pengetahuan, visi, dan mental.

Apa sih artinya warisan milyaran? jika tidak ditambahkan ilmu pengetahuan, visi dan moral yang benar, tentu akan hilang dalam waktu singkat.

Kembali ke seminar minggu lalu, Pak Tanadi rupanya sudah cukup lama mengamati perkembangan bisnis keluarga di Indonesia, dan memang tidak mudah untuk bisa membuat perusahaan bertahan ratusan dan ribuan tahun. Coba kita bayangkan bagaimana dulu produk coca-cola mulai diciptakan dan diproduksi? Apakah tiba-tiba membangun pabrik dan laku sampai saat ini sangat mudah ditemukan sampai ujung desa? Bagaimana soichiro honda akhirnya berhasil membangun bisnis transportasi dan teknology yang begitu hebat? Ya semuanya pasti dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.

Di Indonesia sendiri memang ada mitos yang beredar bahwa generasi I membangun, generasi II mengembangkan dan generasi ke III menghancurkan. Dan memang dalam prakteknya tidak sekedar mitos. Sangat banyak sekali bisnis yang berhasil dibangun dan dibesarkan oleh generasi I dan II, tidak lama kemudian generasi ke – III menghancurkan-nya. Saya pribadi juga memiliki pengalaman karena saya termasuk generasi ke – IV nya 🙂

Seminar meet me half way

Ok, diluar itu semua kita dalam mengembangkan bisnis perlu membuat pola yang memang harus dapat menjadi pegangan

bagi siapapun dalam menjalankan bisnis. Pola yang mungkin istilah kerennya system harus dibangun sejak dini. Bagaimana pun juga seorang entrepreneur dalam membangun bisnis di awal pasti menjadi superman. Produksi dikerjakan sendiri, jualan sendiri, promosi sendiri, packing barang sendiri, kirim barang sendiri, pambukuan sendiri juga. Dan bertahap beliau harus dapat menjadi seorang manajer.

Kisah Joe kamdani dalam buku “success above succeed” juga banyak menginspirasi saya dalam membagun bisnis dan berbicara banyak tentang superman dan superteam.
Di sesi yang juga menghadirkan Joger dan arman. Pasangan bapak-anak yang kini bersama-sama mengembangkan pusat oleh-oleh Bali juga cukup menarik di simak. Bagaimana pun juga emosional antara orang tua dan anak pastilah terjadi. Anak masih dianggap kecil belum mampu bisa jadi akan sangat mudah. Tapi berjalannya waktu dan adanya kesempatan, maka hubungan tersebut akan jauh lebih baik dengan menjadikan keluarga sebagai partner terhebat dalam bisnis.

Terima kasih Pak Tanadi Santoso, Pak Joger, Pak Arman, khusunya untuk foto-nya. Keep on movin!!!.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s