Bisnis tahan krisis

Barang siapa yang telah mempersiapkan diri dengan baik untuk kondisi terburuk akan menikmati dikala masa baik datang

Dari beberapa indikator sederhana seperti pasar saham, yang akhirnya koreksi lebih dari 10% menunjukkan akan ada suatu pergeseran kondisi ekonomi dalam beberapa waktu ke depan. Pasar saham selalu mendahului kondisi riil, dan akan bergerak selalu melebihi persepsi dan bereaksi berlebihan. Tetapi itulah kondisi riil-nya, orang panik dan segera menjual saham-saham dalam waktu bersamaan sehingga harga pun turun tidak terkendali.

Apakah disebut harganya sudah murah? ya dan tidak. Secara fundamental belum dapat dipastikan kasus eropa dan amerika dikatakan selesai. Saya secara pribadi malah melihat bahwa sebenarnya bursa amerikalah yang crash lebih dulu.

Nah lalu bagaimana dengan investasi emas?

Tentunya akan turun untuk sementara mengikuti pasar dunia yang dan pemenuhan akan kebutuhan cash. Nilai saham telah jatuh, maka beberapa komoditi juga akan terpaksa dijual untuk menutup kerugian di saham. Sehingga komoditi yang ditransaksikan dengan model bursa akan mudah turun.

Prediksi yang juga sudah sering saya diskusikan tentang peluang turunnya emas dibawah 1700 akhirnya terbukti kemarin. Memang secara pribadi sedang saya tunggu-tunggu, karena di titik inilah kita bisa mulai menilai ulang berapa sebaiknya nilai wajarnya.

Bagaimana dengan bisnis?

Penurunan pendapatan, peningkatan harga, jelas akan melemahkan daya beli. Dan efisiensi dalam bisnis, pembuatan terobosan dalam produk kini mutlak dimulai. Beberapa tips untuk membuat tahan dalam krisi ke depan antara lain :

  1. Evaluasi anggaran. Apakah bisnis anda sudah cukup efektif dan efisien secara biaya. Hentikan post pengeluaran yang tidak menghasilkan dan tidak produktif
  2. Berhemat baik secara pribadi maupun secara perusahaan. Lakukan gerakan penghematan air, listrik, dll
  3. Cari terobosan dalam melakukan penjualan dengan lebih efisien
  4. Membuat unit-unit bisnis yang lebih flexible dengan menggunakan sumber daya yang ada, bisa juga membuka bisnis baru sebagai salah satu sumber cashflow tanpa menambah modal.
  5. Selalu silaturahmi dan belajar
  6. Ikhtiar pada Allah SWT

Artikel ini akan terus berlangsung agar kita lebih kuat dan tahan untuk menghadapi ombak badai berikutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s