“Naik kelas, ngelapak ke negeri seberang”

“ayo mulai dari ngelapak di taman mini,
kita siapkan masuk ke pasar singapore dan malaysia”

Itulah sedikit gambaran dari senior komunitas TDA Pak Hantiar, di kediaman beliau kemaren. Alhamdulillah, kesempatan ini dapat dimanfaatkan teman-teman yang baru bergabung juga di komunitas ini. Ini adalah awal yang cukup baik setelah pembentukan kepengurusan kemaren, dan saran dari penasehat TDA Jaktim adalah setiap orang yang bergabung harus dijadikan pengurus. Tiap orang harus punya jabatan agar rasa memilikinya menjadi jauh lebih kuat.

Banyak sekali insight yang didapatkan dari pertemuan yang berlangsung mulai jam 14.00 ini. Diawali dengan perkenalan masing masing member dan dilanjutkan tentang bisnis batik oleh Mba Waru. Saat ini bisnis batik masih sangat menjanjikan untuk di pasar nasional, sehingga membuka juga jalur pemasaran melalui beberapa web salah satunya http://batikbranded.com/ selain itu juga juga membuka kesempatan untuk menjadi reseller dengan sistem doorship . Bagaimana dengan persaingan dengan produk cina? sejauh ini lesung waru http://www.lesungwaru.com/ tidak terlalu terpengaruh karena lebih fokus pada market seragam perusahaan. Nanti Lamandel juga akan bikin seragam batik juga lho…!!!

Selain itu, kekuatan desain model batik dengan logo, karakter daerah menjadi kekuatan batik lesung waru. Mba Waru juga menjelaskan secara gamblang bagaimana mekanisme untuk desain, pembuatan sample, hingga masalah pengiriman sampai ke konsumen.

Pak Hantiar, blognya bisa di baca juga di http://www.hantiar.blogspot.com/ menceritakan bagaimana awal dari usaha beliau yang awalnya membangun perusahaan IT. Akan tetapi akhirnya harus tutup karena bidang tersebut sangat tergantung pada asset SDM. Dan nampaknya beliau lebih cenderung berbisnis di bidang yang menjadi passionnya. Ya bisnis batik dan handicraft saat ini menjadi fokus beliau. Peluang bisnis lain yang tidak terkait secara langsung sebaiknya ditolak.

Pak Hantiar juga menjelaskan banyak peluang bisnis sebagai pedagang, kuncinya adalah memiliki sense yang kuat terhadap produk. Untuk latihannya adalah dengan membiasakan diri untuk datang ke pameran-pameran dan terbuka untuk mencari jaringan bisnis. Kunci dari dagang adalah menjadi mitra yang amanah, dan pentingnya akan pendekatan emosional baik pada pengerajin maupun buyer. Salah satunya adalah anti meminta sample pada pengerajin. Ya, kita harus membelinya. BELI, jangan minta ya, karena kita juga harus memahami kondisi pengerajin yang harus menyiapkan modal lebih awal dan nafas cashflow-nya relatif pendek.

Akses pasar saat ini juga sangat besar, selain itu saat ini cukup banyak lembaga LSM dari luar yang memiliki program untuk pengembangan bisnis negara berkembang. Beberapa organisasi tersebut antara lain CBI, Sippo, dan PUM.

Salah satu motivasi penting berikutnya adalah mindset. Kita punya hak memiliki mindset bahwa market kita memang ada di luar negeri, dan juga ditakdirkan untuk memiliki karyawan asing. Sehingga ngelapaknya bisa jadi juga di singapore ataupun malaysia, yang insyaallah dalam waktu dekat akan dibuat program ngelapak ke negeri seberang ini. Ayo bareng-bareng berangkat biar bisa saling gotong royong. Jaman dulu saja pedagang naik onta berdagang lintas daerah, lintas benua, masa jaman modern naik pesawat, HP bisa diakses dimana mana tidak berani ?

Pak Hantiar juga menjelaskan secara detail tentang bagaimana untuk export barang ke luar negeri. Dengan memanfaatkan Gold membership di alibaba.com beliau sukses export kerajinan dari kulit kambing ke afrika selatan dan timur tengah. Detail proses mulai dari mencari pengerajin, negoisasi, pengiriman barang, pembayaran, dokumen (bill of landing, invoice) dan legal dijelaskan dengan sangat detail. Pengalaman ini penting juga buat saya pribadi yang hampir sukses export virgin coconut oil, tapi saat ini masih tertahan terkait perubahan regulasi di negara tujuan. Thanks juga atensinya untuk potensi pengiriman produk herbal ke luar negeri, sebagai ceruk pasar baru.

Setelah sholat magrib bersama di mushalla, Pak Hantiar terus memberi semangat untuk terus mengadakan silaturahmi ini lebih kuat lagi. Insyaallah beliau bersedia juga menghubungi owner TIPTOP untuk ikut sharing ilmu dan semoga ada peluang bisnis baru juga untuk teman-teman.

Keep Learn, Share, Inspire

Iklan

8 pemikiran pada ““Naik kelas, ngelapak ke negeri seberang”

  1. wah…sharing yg bermanfaat,sayang gk jd ikut,hiks…secara pengen banget dengerin sharing bisnis batiknya….semoga kapan-2 bisa diadakan lagi ya…

  2. sharing nya bermanfaat banget pak Annas, bacanya aja udah kecepritan semangatnya apalagi kemarin ikut pasti lebih ke bakar lagi semangatnya, top pak annas terima kasih sharingnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s