Jaminan Kesehatan Bagi Entrepreneur

Beberapa bulan yang lalu saya bertemu sahabat yang bisnis-nya sudah mapan. Bahkan profit beliau perbulan sudah 2-3x dibandingkan gaji yang dia dapat di kantor. Beliau sendiri cukup aktif juga di kegiatan-kegiatan kewirausahaan dan UKM. Beberapa kali beliau mendapat kesempatan pameran besar di JCC maupun Jitex.

“Saya ingin segera resign, tapi masih ragu-ragu nih…”

Ragu-ragu kenapa?, tanya saya. “Untuk penghasilan bulanan memang sudah tercover cukup sekali dari bisnis, tapi saya pikirkan fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang diberikan perusahaan. Kalau anak sakit, saya tidak pusing. Kalau Istri harus dirawat di RS, saya juga tenang-tenang saja. Kalau saya harus lepaskan fasilitas itu, bagaimana dengan nasib saya nantinya?”

Oh, ternyata memang fasilitas kesehatan yang diberikan perusahaan ternyata cukup manjur membuat orang “betah” tetap bekerja disana ya. Walau bisnisnya sebenarnya bisa memproteksi akan jaminan dan proteksi kesehatan juga lho. Asal ada syaratnya. Hah, Syarat? Ya, syaratnya : “anda tahu caranya”.

Yuk mari kita bedah sedikit. Pada dasarnya perusahaan tidak membayar uang kesehatan dan jaminan rumah sakit secara cuma-cuma juga. Perusahaan sendiri sebenarnya menyisihkan sebagian kecil penghasilan karyawannya untuk membayar asuransi kesehatan pada perusahaan asuransi juga. Perusahaan, apa lagi multinational company, juga tidak mau terbebani oleh biaya kesehatan karyawannya. Mereka bekerja sama dengan perusahaan asuransi dan membuat aturan tentang pembiayaan / jaminan kesehatan keluarga.

Dari beberapa riset di perusahaan besar ada beberapa fasilitas kesehatan yang diberikan. Salah satunya sebagai berikut :

Jaminan uang kesehatan (rawat jalan)

Jaminan uang kesehatan ini diberikan jika karyawan / keluarga inti sakit, dan bersifat rawat jalan. Nilai nominal bervariasi tetapi rata-rata adalah 2x gaji pokok / tahun-nya. Jadi misalnya karyawan memiliki gaji Rp. 2.000.000 / bulan, maka perusahaan akan menanggung biaya kesehatan rawat jalan sampai Rp. 4.000.000 / tahun.

Jaminan Rumah Sakit (rawat inap)

Jaminan rumah sakit adalah jaminan yang diberikan perusahaan pada karyawan dan keluarga jika harus dirawat di rumah sakit. Nilainya biasanya ditentukan berdasarkan kelasnya. Misal bisa menggunakan kelas 1 atau nilai kamar max Rp. 500.000 / hari.

Jaminan Tambahan

Biasanya perusahaan juga memiliki jaminan tambahan lain, seperti misalnya penggantian kaca mata.

Nah, ternyata jaminan kesehatan yang diberikan perusahaan tersebut dapat juga kita dapatkan walau kita bukan karyawan lho. Bahkan bisa kita atur nilainya sesuai dengan kebutuhan kita. Akhirnya, minggu kemaren saya bertemu dengan sahabat saya untuk mendesain suatu proteksi jaminan kesehatan andaikan beliau resign. Dan ini akan menjadi proposal hebat bagi sang istri, yang selalu menghalangi resign suami karena hanya ketakutan jaminan kesehatan.

mau tahu seperti apa modelling nya, mari kita simak lanjutannya :

Dari hasil diskusi dapat dibuat suatu analisa proteksi yang dibutuhkan bagi beliau yaitu jamina uang rawat jalan, dan rawat inap dengan pembagian sebagai berikut :

  • Rawat Jalan : 3x kebutuhan hidup : Rp. 9.000.000 / tahun
  • Rawat Inap : perlindungan perawatan RS Rp. 750.000 / malam

Nah, kini dapat kita jabarkan bagaimana strategi yang riil bagaimana memiliki proteksi sekelas perusahaan beliau bekerja sekarang.

Rekening Rawat Jalan

Pada dasarnya adalah dana darurat yang dapat digunakan sewaktu-waktu, misal anak sedang demam, harus ke dokter, dan menebus obat. Syarat dari rekening rawat jalan ini adalah :
– Harus dalam bentuk cash, disimpan di rekening / bank khusus, ada ATM-nya
– Rekening tidak boleh campur dengan rekening untuk bisnis / kebutuhan harian
– Jumlahnya 3x dari kebutuhan per bulan.
– Nilai di update tahunan, agar mudah evaluasi
– Disiplin

Rekening Rawat Inap

Untuk memiliki rekening ini baiknya membuka juga jaminan proteksi yang bisa dibeli di perusahaan asuransi. Dari kasus sahabat saya, untuk perlindungan biaya rs sampai Rp. 750.000 / hari ternyata biaya-nya perbulan kurang dari Rp. 285.000 / bulan. Ok, bener gak proteksi kesehatan ini juga bermanfaat secara financial ? mari kita hitung :

Biaya proteksi : Rp. 285.000 / bulan atau Rp. 3.240.000 / tahun

Coverage : Rp. 750.000 / hari dengan perlindungan minimal Rp. 90.000.000 / tahun lho…. !!!

Sahabat saya terheran-haran dengan hitungan yang saya buat. Ini memang bisa ya? Tentu saja bisa, bahkan biaya yang kita keluarkan bisa menjadi gratis lho. “Kok bisa?” Beliau makin penasaran dan tertarik.

Sebelum saya lanjutkan, saya juga peringatkan untuk memilih proteksi kesehatan ini secara hati-hati. Beberapa pertimbangan yang diperlukan adalah :

  1. Claim RS 1 hari sudah harus bersedia diganti
  2. Cek kapabilitas perusahaan
  3. Perusahaan memiliki ketahanan financial yang baik

Apakah anda juga membutuhkan dan tertarik dengan perlindungan tersebut ?
yuk kita hitung bareng bareng, caranya cukup :
– kirim di bagian komentar dibawah
– SMS <nama> <email> ke 0812 3536 872

semoga bisa membantu bapak-ibu sekalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s