ngobrol dan berbagi itu mastermind

tulisan ini adalah bagian ke-2 hasil sarasahan mastermind TDA.
Bagian pertama dapat disimak di : https://annasahmad.wordpress.com/2010/12/19/sarasehan-mastermind-1/

 

Tulisan pak rawi tentang ngobrol sangat erat kaitannya dengan mastermind lho. Jelas ketika ngobrol dengan pak feri (juragan laptop) dan pedagang angkringan di Solo pasti menggunakan metode yang serupa tapi tak sama. Kenapa serupa karena Pak Rawi harus bisa memulainya dengan “mendengar”. Karena kalau cerita jualan printer di Bank belum tentu mereka mau dan memahami seluk beluk yang dilakukan.

Mendengar ini juga merupakan teknik coaching yang diajarkan actioncoach bagi para mentor di TDA. Dan sebagai anggota mastermind kita juga dituntut untuk bisa mendengar dengan baik. Kalau cuma mau  didengar saja, tidak mustahil kelompok mastermind akan segera bubar.

Saat ini banyak mastermind kita yang masih di level ngobrol saja. Atau Istilah kerennya WIFLE. Tidak masalah untuk di awal, karena wifle-lah yang ahirnya membentuk keakraban dan kekeluargaan di kelompok mastermind. Setelah kondisi terbentuk, maka kelompok mastermind harus membuat suatu sistem dan aturan main yang lebih baik, agar lebih bermanfaat untuk anggotanya.

Memilah mana yang penting dan mana yang urgent juga harus disadari. Sering dalam bisnis kita mengutamakan yang urgent saja, misal bayar tagihan, karyawan keluar, cashflow minus. Itu penting dan diutamakan untuk dibahas. Tapi jika kita ingin bisnis kita naik kelas, kita juga harus belajar hal-hal yang penting.

Selamat ngobrol.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s