Sarasehan Mastermind (1)

mastermind
mastermind yuk...

Salah satu bentuk edukasi yang memang serius dilakukan di komunitas TDA adalah mastermind. Ya ini adalah model social entrepreneur yang sesungguhnya. Dalam aplikasinya memang masih banyak perlu perbaikan akan tetapi saya pribadi yakin model seperti ini akan terus berkembang dan banyak bermanfaat bagi member TDA baik yang ada di level startup atau yang sudah berbisnis milyaran.

Satu kata yang menarik dari @roniyuzirman adalah : “mastermind adalah kombinasi antara porsi individual dan sosial” dimana kita tidak hanya mendapat saja, tetapi juga berkewajiban memberi, menjadi konsultan, menjadi marketer, bagi anggota mastermind yang lain.

Mastermind sendiri sudah dimulai di tahun 2007, dan terus dipopulerkan disetiap event TDA maupun milis. Dan memang terbukti mastermind banyak sekali memberi manfaat bagi membernya bahkan juga bagi komunitas yang lebih besar. Contoh acara yang diadakan TDA Jaksel, BEF dari teman-teman MM Merdek, dan banyak bukti lain MM juga ikut menyebar rahmah bagi diluar anggota MM. Dan ini juga harus terus dilakukan baik yang masih pemula ataupun MM yang anggotanya sudah mapan dalam bisnisnya.

Mastermind yang gagal? nah kalau yang ini juga banyak lo….

kenapa gagal? jelas ada masalah baik dalam tim ataupun anggota mastermind itu sendiri. Kurangnya komitmen, sikap yang egois dan memikirkan diri sendiri, tidak adanya keterbukaan, tidak solider, dan kefiguran banyak menjadikan akhirnya Mastermind bubar jalan.

Memang penting untuk dibuat suatu aturan main yang jelas dan sama-sama disepakati dalam bermastermind. Main sepak bola aturan, perlu wasit. Gobak sodor aja ada garis yang harus dipatuhi. Apalagi mastermind. Aturan memang akan dikembalikan kepada kesepakatan member, akan tetapi perlu dibuat panduan apa-apa saja yang perlu diatur seperti masalah jadwal pertemuan, isi, dan penalti bagi yang melanggar.

Pembahasan pembagian kelompok juga menarik untuk dibahas. Pembagian level berdasarkan omzet, gender, beda bisnis, lokasi, dan jumlah member juga ditelaah cukup jauh agar mastermind lebih efektif. Jangan ada perasaan disatu sisi anggota mastermind tidak mendapat apa-apa dari mastermind. Jika hal itu terjadi sebaiknya member tersebut pindah di level yang lebih tinggi misalnya.

Point penting dari pembahasan kemaren adalah masalah mentoring. Ini sangat penting, karena kelompok mastermind ada berada satu level, untuk naik ke level berikutnya perlu juga masukan dan bimbingan dari mentor. Kalau ada dana cukup besar sih bisa sewa konsultan atau coach ya, tapi di TDA ini ada konsep mentoring yang rela berbagi dengan ikhlas. Banyak sekali teman-teman yang saat ini telah menjadi mentor bagi suatu kelompok mastermind. Tinggal bagaimana anggota kelompok mastermind ini secara serius memajukan bisnisnya.

Kembali ke dasar jika anda memang belum butuh mastermind, jangan gabung. Jalankan saja bisnis anda dengan cara anda. Karena ketika anda bersedia berbagi dan punya komitment di mastermind, bisnis anda akan melesat, goal anda akan terwujud. Hati-hati.

 

dengan facebook bisa bisnis dan liburan bareng lho 🙂
ikuti pengalamannya disini :
http://doocu.com/pdf/view/31185

atau

http://pdfcast.org/pdf/kerja-atau-liburan-ya

Satu pemikiran pada “Sarasehan Mastermind (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s