Karakter

Satu kata sederhana yang penuh arti dijelaskan secara mendalam oleh pak Erie Sudewo di halal bihalal komunitas tda 9 oktober 2010.

Pak Erie Sudewo adalah seorang ahli micro finance dan inspirator yang luar biasa melalui beliau dompet dhuafa juga berdiri. Saat ini beliau membuat lembaga baru social entrepreneurship leader (cek webnya)

Hari ini beliau bercerita gamblang tentang kegelisahannya terhadap kondisi bangsa indonesia yang “karakternya” bermasalah. Sehingga beliaupun mengarang buku terkait karakter yang akhirnya gagal terbit setelah laptopnya dicuri dan naskah yang hanya kurang kata pengantar itupun hilang. Semoga tak menyurutkan semangat beliau untuk berbagi dan membuat buku yang jauh lebih hebat lagi.

Beliau dan rekan2 nya sempat berkeliling malaysia, untuk merasakan bagaimana malaysia bisa membuat rakyatnya lebih maju dan sejahtera dibanding indonesia. Bagaimana malaysia membangun karakter dimulai dari sekolah. Misal dengan mengadakan sholat hajat bersama setelah ujian. Bagi saya pribadi cerita itu tentu menarik, dan tidak perlu dibandingkan, tapi yang penting adalah ambil mana yang baik dan bisa kita tiru. Indonesia juga banyak sekali hal baik yang bisa kita ambil.

Pak erysudewo juga menjelaskan secara kapasitas dan kapabilitas banyak sekali manusia indonesia yang mampu. Tetapi secara karakter masih harus dibangun lagi.

Teringat pesan covey bahwa nasib kita tergantung karakter kita, katakter terbentuk dari kebiasaan kita. Kebiasaan terbentuk dari tindakan kita. Dan tindakan berdasar dari pikiran kita.

Nah, kalau dirunut sederhana ternyata banyak sekali kebiasaan2 kita yang bermasalah. Tidak menepati waktu, suka bercanda dan mengolok2 sering kita temui.

Bahkan banyak guru, uztad, pun bermasalah dengan karakter ini. Sama halnya dokter yang tahu merokok tidak baik bagi kesehatan, tetap dengan cuek sedot rokok penuh dengan racun tiap hari dengan berbagai dalih. Sehingga mari kembalikan kepada nilai-nilai yang sesungguhnya. Kembalikan saja pada quran dan sunnahNya.

Mari kita berhenti sejenak. Mengevaluasi pikiran dan mindset kita. Memikirkan kebiasaan2 kita yang akhirnya berujung pada nasib kita.

Be a great.
Great man, great life

Iklan

4 pemikiran pada “Karakter

  1. Duh,sayang sekali sy tidak bisa hadir krn berbarengan dg acara pindahan kantor pajakonline.com,
    Sy sepakat kalau karakter adalah salah satu penentu keberhasilan, namun PR kita adalah bagaimana merubah karakter bangsa ini yang memang sudah mendarah daging (barangkali) dg masyarakat kita. Banyak sekali contohnya, dijalanan angkot sembarang berhenti, penumpangnya pun sembarang nyetop angkot ditempat yg dilarang. Saling serobot di lampu merah, membuang sampah semabaranga, penguasa yg korup, termasuk mungkin pengusaha korup juga. Dan masih banyak mungkin karakter2 yg tidak bagus tetapi seperti sudah menjadi hal biasa di masyarkat kita.
    Memang harus ada upaya bagaimana kita bisa menularkan virus karakter posisif seperti halnya virus tda dg entrepreneurshipnya, namun yg lebih penting lg adalah bagaimana karakter positif itu kita terapkan mulai dari diri sendiri, kemudian tularkan kepada keluarga, saudara, tetangga dan komunitas.
    Btw, karakter kayak apa sih yang gak bagus itu.. 🙂 .. Mungkin sebaiknya dari kita mulai membuat daftar, karakter2 negatif apa yg biasa kita lakukan. Hal ini penting krn jangan2 kita sendiri gak tau karakter negatif kita. Bagaimana mau merubah karakter kita kalau kita sendiri tidak tau yang akan kita rubah..
    Termasuk kalau kita mau merubah karakter bangsa, kita mesti tau dulu, apa sih karakter bangsa yang kurang bagus itu. Kemudian mulai membuat proritas, karakter apa yang harus dirubah terlebih dahulu..
    Mohon maaf kepanjangan komentarnya, ini cuma pendapat pribadi saya, kalo ada yg tidak setuju, monggo dikoreksi..
    Terima kasih.

    1. Terima kasih atas kunjungannya Pak Koni,

      setuju memang untuk mengetahui karakter itu perlu di list, memang sering kali kita rancu antara benar dan salah, tapi yang penting kita menuliskan mana yang baik saja.

      yuk dimulai dengan mencatat karakter yang baik ;
      1. Menepati janji
      2. Patuh pada orang tua
      3. Menghargai teman
      4. Jujur
      5. Bertanggung jawab
      6. Suka menolong
      7. Patuh pada peraturan lalu lintas
      8. Rajin belajar
      9. Bekerja keras
      10. Sholat tepat waktu
      11. …….

  2. Jadi inget kpl sekolah SD anak saya wkt acara HBHalal. Bliau bilang, kita ga peduliin klakuan2 pimpinan2 kita saat ini. Mending peduli sama calon2 Pemimpin kita 30-40 thn lagi krn mereka ini masih bisa dibentuk karakternya

    Yg disenayan maupun mitranya sdh tdk punya karakter lagi dan memang sdh tdk mungkin dirubah karakternya, kata erie sudewo kemarin

    1. Wah kalau pak erie sudewo bicara seperti itu nampaknya berat sekali ya….

      tapi saya pribadi percaya masih ada mutiara terpendam dalam kubangan keburukan tersebut.

      ikut mendukung membangun generasi 30-40 tahun kedepan !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s