Kalimalang, urat nadi bekasi

apa yang ada dipikiran kita kalau terucap kalimalang?
– Jalur yang padat motor
– Rawan kecelakaan
– Motor srobot sana-sini
– Jalur macet
– Sentral bisnis
– Jalur ribuan kuliner

atau pernah kepikir kenapa namanya kalimalang?
menurut indowebster :
Karena kali/sungai yang mengalir di sepanjang jalan tersebut tidak mengarah kelaut(utara) melainkan kearah barat(silang/malang)
Jadi dinamain dech tuch kalimalang

Panjang jalur sungai kalimalang membentang jakarta – cikarang lebih dari 30 KM merupakan jalur utama penghubung jakarta – bekasi. Jutaan orang melewati jalur ini untuk pergi mencari nafkah di ibukota, ataupun orang jakarta yang mencari nafkah di bekasi tentunya. Jika diamati ke arah bekasi timur ke cibitung adalah adanya istilah kalimas (area bekasi timur). Apakah berarti nama kalimalang ini juga punya nama lain? penulis juga belum tahu.

Jalur bisnis
Trafik yang tinggi adalah pasar potensial yang dilirik pengusaha. Tidak heran ribuan usaha hidup dari jalur ini. Mulai dari pedagang kaki lima, kios menengah, ruko mentereng, hingga mall saling merebut hati pengunjung setia kalimalang. Saat ini jalur kalimalang di daerah bekasi barat sudah penuh dengan berbagai pusat perbelanjaan modern.

Jalur wisata air
Potensi kalimalang sebenarnya tidak hanya dari sisi trafik saja.
Yang unik di jalur kalimalang adalah salah satu sisinya yang selalu berada di sisi sungai. Entah sungai alami atau buatan, yang pasti jalur ini tergolong jalur anti banjir. Walau kalau sering dilihat air sungainya kini sudah hampir sama dengan tinggi jalan (di depan Mal Metropolitan misalnya).
Sepanjang sungai ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Sebagai perbandingan bisa dilihat pemanfaatan sungai di negara Singapura maupun Thailand. Sungai dapat dimanfaatkan juga sebagai jalur wisata. Pastinya kebersihan dan keindahan akan selalu terjaga.

Perbaikan infrastruktur
Jalur kalimalang sebagai urat nadi ini saat ini sering kena serangan stroke. Bagaimana tidak, aliran kendaraan sudah sering mampet layaknya darah yang berhenti mengalir. Jalur kalimalang arah ke cibitung – cikarang juga telah memakan ratusan korban kecelakaan. Tiadanya pembatas jalur yang memadai merupakan faktor utama. Selain itu hampir sepanjang jalur tersebut tidak ada trotoar, sehingga para pejalan kaki banyak menjadi korban.

Tetap jadi idaman
Walau terkenal semrawut dan berbahaya, kalimalang tetap menjadi idola. Inilah potensi berharga bagi Kota Bekasi. Hadirnya jalur tol, kondisi sungai yang indah akan menjadi daya tarik luarbiasa. Sungai adalah urat nadi kehidupan dan kita wajib menjaga dan mengembangkannya. Hidup kalimalang!!!

Iklan

Satu pemikiran pada “Kalimalang, urat nadi bekasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s