Risk reward ratio, tanggapan tema seminar EU – TDA

Melihat email tentang seminar eu – tda di milis, ada kata – kata menggelitik khususnya tentang komentar aliran gaya, ada yang keras, ada yang halus…

Saya perlu merenung cukup lama tentang 2 kata tersebut, penulisnya pasti juga sudah berpikir keras sebelum menulis undangan seminar tersebut kan…. Bicara masalah aliran ini bisa sensitif lho…. untuk orang orang tertentu, tapi pada intinya kita kan hidup bermasyarakat, berbhineka tunggal ika. Tidak masalah caranya bagaimana asal inti dan tujuannya bisa saling mendukung to.

Aliran keras biasanya lebih cenderung frontal, berani bergerak lebih cepat, berani mengambli resiko lebih besar. Dalam komunitasnya juga cenderung senang akselerasi, yang lambat, lelet, ditinggal saja.

Kalau aliran lembut cenderung lebih “santai”. Udah berani belum? belum berani ya udah ambil resiko sekecil mungkin, atau kalau perlu tidak perlu resiko sama sekali hehehehe. Jalannya pelan, kadang suka ragu maju mundur, sering banyak sekali mengeluarkan alasan-alasan masih ini lah, itu lah, ya gimana memang kondisinya cenderung tidak kepepet.

Pada prinsip utamanya yang satu dan satunya lagi tidak ada yang benar atau salah. Semuanya dikembalikan pada member masing-masing. Saya sedikit merenung, ceile….. apa sebenarnya yang terjadi?

Risk-Reward ratio, ya tiga kata kunci yang hanya diri kita pribadi masing masing yang tahu. Dalam suatu bisnis, baik yang akan mulai, mau mulai, udah mulai dikit, udah 1 tahun, udah jadi bintang, pasti mempertimbangkan faktor perbandingan resiko ini. Semakin kecil nilai resiko yang potensial kita dapat, maka kecenderungannya kita akan makin berani, walau kadang tidak sadar ternyata rewardnya kecil juga 🙂

Sangat penting mengukur ketahanan kita dalam menerima resiko di bisnis. Dan hal itu menjadi kunci utama dalam kita mengakselerasi bisnis kita. Beberapa waktu yang lalu ada suatu peluang bisnis dengan nilai resiko cukup besar, misal 100 juta. Ketahanan resiko saya dihitung cuma 20-an juta. Trus apakah peluang omset 100 juta dibiarkan begitu saja? Rugi kan.. So alternatifnya :

  1. Tentukan ketahanan resiko, resapi dan yakini
  2. Tingkatkan kemampuan ketahanan resiko dari 20jt -> 100jt
  3. Tingkatkan skill, monitoring, fokus, sehingga resiko rugi, faktor x, barang rusak, barang hilang menjadi minimal sekali atau NOL
  4. Risk sharing, cari partner, teman. Pilih dengan benar dan telah teruji, kalau tidak malah meningkatkan resiko lho…..
  5. Ikhtiar, jangan lupa berdoa.

Intinya adalah kenali ketahanan resiko, evaluasi risk reward rasio dalam bisnis yang akan dimasuki, hitung sederhana saja dan pastikan reward lebih besar dari risknya.

Hidup adalah resiko. Tidak mau resiko? ……………

Iklan

2 pemikiran pada “Risk reward ratio, tanggapan tema seminar EU – TDA

  1. Tulisan yang pendek tapi menarik.

    Hidup ini memang penuh risiko, tanpa adanya risiko, maka hidup akan jadi tanpa warna.

    Tanpa risiko, maka semua kehidupan akan jadi terasa datar dan tanpa makna, kalau sudah begitu, pasti tak ada orang yang mau hidup lagi.

    Kiamat donk..!:-)

    TFS

    Salam

    1. setuju pak,

      tinggal ukur saja kemampuan tahanan risiko…
      saya kemaren sendiri agak nekat menerima tantangan 5 x risk buffer.

      Dibutuhkan energi extra memang, takut sekali kalau fail.

      Alhamdulillah semua bisa berjalan lancar dan sesuai rencana. Coba kemaren ketakutan duluan,……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s