Bisnis mainan

mainan
Masa liburan adalah masa bersenang-senang. Anak sudah selesai ujian, dan orangtua pasti akan berusaha mancarikan kegiatan positif bagi putra-putrinya.
Beberapa bisnis tambahan akan muncul reguler di masa ini. Yang pasti tiket pesawat dan kereta akan merangkak naik. Bisnis apa ya?

Ada beberapa bisnis yang rasanya potensial di masa liburan anak. Misalnya :
1. Tour & travel
2. Bisnis mainan
3. Pesantren kilat
4. Sekolah alam

nah tulisan ini melihat dan lebih mendalami peluang no. 2, bisnis mainan. Mainan sebenarnya tidak didominasi anak-anak lho. Remaja dan dewasa yang masih doyan mainan juga banyak. Saya sendiri juga seneng mainan bareng anak, mulai dari dough sampai remote kontrol.

Bisnis mainan ini cukup menjanjikan karena margin yang sangat besar. Bisa 30-60%. Kemarin saya iseng menanyakan mainan menyusun kubus jadi gambar harganya Rp 6000, lalu saya bilang kalau beli satu lusin berapa? Rp. 31.500!!!. wuss….. mantep, modalnya kurang dari 3000 perak. Itupun saya beli di toko grosir lho. Kalau beli di toko biasa bisa dijual 8000-10.000.

Sentra mainan anak di jakarta bisa ditemui di pasar gembrong / prumpung. Tapi rasanya harga disana masih kurang baik, karena pembelinya umumnya konsumen langsung. Jadi baiknya belanja waktu hari kerja, jam kerja, dan tawar abis. Untuk harga yang lebih baik bisa belanja ke pasar asemka.

Minimum pembelian. Umumnya untuk grosir pembelian minimum 1 lusin, akan tetapi masih bisa ditawar jadi beli 4 saja sudah bisa dapat harga grosir.

Memilih mainan. Mempelajari siklus. Bisnis mainan ini sangat unik, kita dituntut untuk bisa mengenali mainan mana yang sedang populer di kalangan anak di sekolah. Bisa jadi mainan anak SD kelas 1 sudah beda dengan anak kelas 6. Selain itu mainan juga didominasi tokoh-tokoh kartun yang sedang favorit. Misal di jakarta lagi senang main inuyasa, eh di bandung suka tokoh kartu doraemon misalnya. Intuisi dan feeling sangat penting untuk memilih mainan mana yang akan laku,

Pada umumnya toko mainan memperbolehkan kita menukar mainan dengan beberapa syarat. Sehingga kekhawatiran mainan tidak laku bisa terkurangi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s