Punya toko online tentu berbeda dengan toko fisik seperti kios di ITC, atau ruko di kawasan roxy. Tentu berbeda juga dengan lapak di sepanjang areal pacuan kuda di cempaka putih. Di toko online kita tidak bisa “memaksa” pengunjung untuk sejenak berhenti di lapak kita untuk sekedar memberikan kesempatan pada kita untuk memberikan penawaran. Penjualan online
Arsip Tag: toko online
Bang Somad Cari Konsumen Di Internet (1)
Bang Somad hari ini lagi galau. Gimana tidak, kiosnya di pinggir jalan terpaksa disuntik mati karena harus nombok Rp.500.000 tiap bulannya. 3 Bulan lalu Bang Somad berencana membangun saja toko online yang “katanya berbiaya murah” ternyata juga belum menghasilkan. Katanya sih temen-temen Bang Somad sudah punya omzet ratusan juta perbulan dari web site. Kemaren waktu kongkow di warung kopi mba’ jum Si entong kabarnya juga sukses jualan sepatu bola. Penjualannya sehari bisa 10 juta!
Bang Somad gak habis pikir, karena dagangannya sebenarnya juga bagus dan harga murah. Aksesoris dan pernak pernik motor yang didapat dari engkong pemilik pabrik-nya langsung.
“Hmmm…. ternyata jual di internet kaga gampang juga ya. Sudah bayar domen, bayar hosteng, bikin website jutaan, mana hasilnya?”
Pusing mikirin akhirnya Bang Somad mampir di 7Eleven. Pengen nyamil kripik singkong pake keju + coffee latte dulu. Modal selembar hijau sudah cukup buat melepas galau hari ini, apa lagi besok sudah jatuh tempo buat setor bulanan ke bini tersayang.
Gak nyangka di pojokan ada orang-orang berlaptop yang lagi seru diskusi tentang toko online, Bang Somad tertarik cuma ragu kalau mau nimbrung langsung. Doi pun mencari posisi yang pas untuk mengintai dan nguping apa yang lagi dibicarain.
Dari situ Bang Somad tahu mereka adalah pemilik toko online. Mulai dari jualan bros, jualan jilbab anak, jualan baju muslim, jualan herbal, ada juga exportir ikan yang masarin produk lewat internet. Hari itu Bang Somad cuma denger mereka diskusi tentang traffic, google, keyword, facebook, Social media, Organic search, tapi masih belum jelas makhluk apa itu semua.
Abis mereka bubaran, dengan sedikit ragu Bang Somad mendekat dan tanya sama salah satu yang tersisa di pojok situ.
“Bang, saya Somad. Saya mau belajar yang tadi dibicarain semua sama abang-none tadi. Boleh saya ikutan gabung?”
“Oh silahkan aja Bang Somad, apa yang bisa dibantu?”
“Saya udah punya web site, udah abis duit banyak buat ini itu. Tapi kaga ada hasilnya. gak ada SMS, gak ada BBM, gak ada Email. Gimana Dong?”
Oh gitu ya bang. Memang membuat toko online juga harus ada perjuangan bang.
Tapi paling sederhana sebenarnya antara toko online dan offline itu pada dasarnya sama.
Kita butuh pengunjung.
Sama seperti kita buka kios, ruko, atau toko.
Kalau jalannya sepi, gak ada yang lewat, jelas gak ada yang mampir kan bang.
“Iya, Toko Ane udah tutup seminggu yang lalu. Capek jaganye, gak ada yang mampir.”
Trus biar rame gimana dong?
“Ya harusnye kite buka tuh di pasar, di jalan raya, pokok-nye tempat yang rame dah. Kemaren buka toko di jalan pinggir sawah, maklum maunya cari sewa yang murah malah tekor hasilnye.”
Nah sama juga prinsipnya di online bang.
Kita butuh pengunjung atau bahasa kerennya traffic.
“Trus Trefek ini dapetnye dari mana?”
Banyak caranya bang. Ini ada beberapa alternatif untuk mendapatkan pengunjung ke toko online kita :
1. Organic search traffic – Datang dari pencarian di internet. Misal Google atau Yahoo. Ini gratis lho!
2. Paid search traffic – Pasang iklan di situs pencarian, biasanya di Google Adwords™
3. Email marketing – Memasarkan lewat email, yang ini juga sering disalah gunakan jadi harus hati-hati
4. Social networking – Ini lewat situs seperti Facebook dan Twitter, sekarang malah bisa pasang iklan juga lho…
5. Shopping / Forum sites – Yang model gratisan banyak juga seperti tokobagus.com, olx.com, berniaga.com yang mantap bisa juga ke kaskus bang
Sebenarnya masih banyak cara lain buat traffic ini. Tapi 5 ini dulu aja kerjaan detailnya udah banyak banget bang.
Nanti kalau kurang saya cariin lagi ya…..
“Oh gitu ya. Beberapa diatas si ane juga udah tahu dan pernah denger. Tapi cara detailnya ane kagak paham. Gimana dong?”
Ok. Ada tempat yang lagi disiapin buat belajar bareng di akhir April 2012 ini.
GRATIS kok….
silakan isi fom pendaftaran aja di : http://bit.ly/KjuRfz
Tipuan Statistik Visitor
Tulisan ini di post di milis TDA : 1 Maret 2011
Siapa yang senang statistik? Mungkin sebagian besar kita sangat anti dengan statistik, tetapi sebagai pemilik bisnis ternyata kita wajib memanfaatkan alat yang canggih ini
Sebenarnya secara langsung atau tidak, kita pasti menggunakan statistik ini secara tidak sadar. Dalam memilih bisnis sebenarnya secara langsung kita sudah menggunakan statistik.
Bisnis baik offline maupun online, statistik banyak membantu kita untuk memilih produk yang disukai, mencari pasar yang tepat, bahkan sampai meningkatkan jumlah penjualan. Bahasa kerennya “uji dan ukur”.
Pengujian di toko online jauh lebih mudah dan murah dilakukan, karena hampir semua proses dapat dibuat datanya. Sebagai seorang pemilik toko online pastilah paham benar tentang pengunjung. Bagaimana mengetahui jumlah kunjungan, halaman mana yang paling banyak dikunjungi, dari mana datangnya, pakai browser apa, di negara mana, dan banyak lagi.
Tetapi hati-hati ketika membaca jumlah visitor di web toko online kita, karena ada faktor lain yang disebut bounce rate. Masih ingat curhat sahabat saya yang mau tutup toko online kemaren? Beliau berkisah “jumlah kunjungan saya perhari 500an orang, tapi kenapa tidak berhasil membuat penjualan?” Setelah diselidiki ternyata bounce rate nya 85%. Artinya hampir sebagian pengunjung cuma numpang lewat. Atau mungkin yang lewat adalah “robot”. Jika dilihat lebih dalam, ternyata rata-rata kunjungan tidak lebih dari 1 menit.
“Saya sudah buat diskon besar, gratis ongkos kirim tapi belum ada yang mau transaksi” keluh beliau. Inilah yang sebenarnya dikenal dengan istilah convertion rate. Bagaimana mengubah pengunjung menjadi pembeli. Mengubah leads menjadi konsumen.
Nah, disini bisa dilihat pentingnya membuat sistem transaksi yang sederhana, satu klik, satu halaman. Mudah dan simple. break time!!! Besok dilanjut lagi ya…
Toko Online ku #1 di google, banyak pengunjung, tapi tidak ada transaksi?
Artikel ini pernah di post di milis TDA 28 Feb 2011
Itulah sedikit banyak keluh kesah sahabat saya di akhir pekan kemaren. Seru sekali memang membahas bisnis / toko online. Ya, karena toko online adalah salah satu bisnis yang tidak membutuhkan startup cost tinggi. Sangat murah, bahkan bisa saja gratis
Bayangkan kalau kita harus buka toko di tanah abang atau ITC. Pak Roni, founder TDA saja memilih menutup tokonya di tanah abang dan memilih fokus masuk di Internet.
Tapi ternyata membuka toko online tidak sekedar buat blog, pasang gambar, dan membuat artikel / informasi. Dibalik hal itu masih banyak lagi yang harus dikuasai untuk menjadikan toko online yang sukses.
Sahabat ini, sebut saja mas udin, sudah cukup serius menekuni dan belajar tentang bisnis online. Sudah beli ebook banyak sekali, ikut seminar macam-macam. Setahun yang lalu saya barengan belajar tentang SEO, dan beliau sangat hebat terbukti beberapa kata kunci andalan bisa masuk di halaman depan google. Tapi entah kenapa kemaren beliau curhat :
“Saya sudah membangun toko online lebih dari 1 tahun, besok saya harus perpanjang domain dan hostingnya, apa perlu ya dilanjutkan?”
Wah ada masalah apa? “saya belum dapat penjualan satu pun di internet” kata beliau.
Nah, dari perbincangan panjang lebar lebih dari 3 jam itu akhirnya saya belajar banyak tentang bagaimana karakter visitor toko online kita wajib diperhatikan. Bagaimanapun juga pengunjung yang datang ibarat seseorang yang datang ke toko / kios kita. Pengunjung meminta sesuatu yang sederhana dan menjauh kerumitan.
YA, menghindari mengisi form yang rumit, harus login lah, harus jadi member lah.
dan akhirnya memilih tidak beli alias kaburr……
Masih banyak hal lain yang saya pelajari kemaren, semoga besok ada waktu lagi untuk sharing di milis tercinta ini.
Akhirnya yang saya cari ketemu
Alhamdulillah setelah hampir 3 tahun, melakukan online marketing. Dan lebih dari 2 tahun menggunakan wordpress akhirnya menemukan formula yang paling tepat untuk transaksi online.
Dulu saya menginginkan sebuah form sederhana yang membuat calon pembeli cukup menekan satu tombol klik Order. Beres. Memang sistem yang saat ini ada, masih belum cocok untuk diimplementasikan di Indonesia. Karena sistem ongkos kirim dan pembayaran yang berbeda. Bahkan banyak sekali sistem online shop handal yang gratisan, tapi ternyata buat dipakai di web kita seringkali kurang cocok.
Hal penting lainnya adalah karakter konsumen online di Indonesia sedikit berbeda dengan diluar. Masalah kepercayaan, jaminan, reputasi, dan banyak hal lain. Hal ini sedikit banyak memberi saya pelajaran dan alhamdulillah saat ini omzetnya segera menembus 10 digit.
Selain sistem yang mudah, sederhana dan simple bagi pembeli, sistem yang ringkas dan efisien juga diperlukan bagi penjual lho. Karena walau order sudah online, ternyata konfirmasi biaya kirim, nomor rekening, konfirmasi pembayaran, pengechekan transfer, informasi resi barang masih dilakukan secara manual. Sehingga peran SMS / Telp / email masih sangat penting.
Nah, dari pengalaman tersebut akhirnya dilahirkan suatu program sederhana yang sangat luarbiasa untuk pemilik bisnis online. silahkan simak di http://simpleshop.annasahmad.com
Detail lain akan dibuat di tulisan berikutnya ya…..

