Service Business

bisnis itu service
Standar

Apa bisnis anda ?
Menjual produk ?
Jasa yang dibutuhkan banyak orang ?

Ternyata apapun bisnis yang kita jalankan intinya adalah service, atau pelayanan. Kalau kata guru saya every business is service business.

Kita sudah memasuki era baru dalam berbisnis. Orang mungkin bisa saja membeli produk dari anda karena hanyalah anda sendiri yang menyediakan jasa / produk tersebut. Tapi itu dulu. Kini, orang memiliki banyak pilihan kepada siapa pelanggan ingin membeli produk yang dibutuhkan. Mereka tidak sekedar mencari produk, tapi mereka lebih mencari nilai.

50% calon pelanggan akan tidak melanjutkan pesanan, ketika pesanan mereka di cuekin oleh penjual. Saya juga sering mengalami hal ini. Misal beli makanan di warung yang sangat terkenal, sehingga sangat ramai. Pelayanan ketika tempat duduk penuh, tentu menjadi tidak nyaman. Saya cenderung pilih tempat lain yang lebih sepi walau mungkin rasa-nya berbeda.

89% pelanggan tidak akan melanjutkan transaksi atau tidak melakukan transaksi lagi jika memiliki pengalaman buruk oleh customer service. Ini sangat berbahaya sekali untuk sebuah bisnis. Karena pada dasarnya bisnis bukanlah sekedar mencari pembeli. Inti bisnis adalah mencari pelanggan yang bersedia membeli lagi, dan lagi bahkan merekomendasikan orang untuk membeli!

Ketika pembeli diberikan pengalaman unik dan menyenangkan, 70% mengaku akan membeli kembali. Coba bayangkan jika sebuah bisnis memiliki banyak pelanggan setia, maka tidak perlu lagi ada budget untuk pasang iklan. Anggaran bisa dialihkan untuk meningkatkan pelayanan bagi pelanggan setianya.

Apakah anda masih berharap orang membeli karena harga murah?
Lupakan!
55% orang kini memilih bersedia membayar lebih mahal, asalkan produk benar-benar berkualitas dan memberikan pelayanan yang terbaik. Jangan takut meningkatkan pelayanan, karena pelanggan sekarang sudah tidak lagi sensitif terhadap harga. Merena jauh lebih sensitif terhadap pelayanan yang buruk!

Ok. let’s improve our better service.

dapetin berbagai update menarik via google+ ayuk di add +annasahmad ya…..

Orang tua ikut anak, atau anak ikut orang tua ?

Standar

Pembicaraan menarik di minggu kemaren tentang keuangan keluarga. Ada istilah sandwich generation, yang artinya kira-kira orang yang harus menafkahi orang tua, dan disaat yang sama mereka harus membiayai anak-anaknya.

Benarkah saat ini banyak orang tua yang memberikan pendidikan pada anaknya, dan berharap ketika tua, orang tua ini bisa menggantungkan pada anaknya? Mereka lebih peduli pada pendidikan anaknya, dibandingkan dengan peduli pada kondisi financial mereka ketika pensiun ?

financial keluargaIni menarik sekali khususnya bagi orang tua.
Ada 2 hal yang penting, biaya sekolah anak dan biaya untuk pensiun. Mana yang di prioritaskan ?

Dari pengamatan saya pribadi malah berbeda. Banyak sekali saya malah melihat, bukannya generasi mudanya yang terbebani oleh orang tuanya lho, tapi malah generasi mudanya terus membebani orang tuanya karena tidak mampu bekerja dengan baik, atau gaya hidup mereka sudah berbiaya terlalu tinggi…

Sehingga, untuk saya pribadi, saya memilih lebih memprioritaskan investasi pada pendidikan anak. Jangan sampai anak ini membebani orang tua ketika dewasa. Dan tentu sebagai orang tua kita juga tidak berharap mereka akan membalas budi / uang yang sudah kita keluarkan untuk pendidikan mereka.

Bagaimana menurut anda ?

Mau investasi? Pahami resikonya

Standar

Banyak dari sahabat-sahabat yang saat ini mulai tertarik ke dunia entrepreneur. Mulai dari karena mengisi waktu luang, mencari tambahan income, atau mulai jenuh dengan pekerjaannya. Suatu hal yang wajar entrepreneurship menjadi salah satu tujuan yang menggiurkan.

Kewirausahaan itu bentuknya berbagai macam. Kalau kiyosaki membeginya menjadi 4 kwadran. Kwadran kiri ada employee dan self employee. Di sisi kanan ada bisnis dan investor. Nah kali ini kita coba diskusi sedikit tentang investor ya…..

Kalau kita ke komunitas bisnis, atau datang ke pameran kewirausahaan banyak sekali jenis bisnis yang ditawarkan dalam model investasi. Misal peluang investasi lele, peluang investasi kelinci, peluang bisnis ayam goreng, investasi kopi instan, kayu jabon, apartemen, dan berbagai jenis bisnis lainnya. Yang perlu dikuasai oleh startup investor saat awal adalah 3 faktor kalau menurut saya, yaitu faktor knowledge, faktor waktu, dan faktor resiko. yuk kita bahas masing-masing.

Faktor pengetahuan
Seringkali dalam investasi kita lebih bersifat emosional. Terbujuk oleh yang menawarkan investasi. Misal dengan embel-embel syariah. Atau dengan menunjukkan orang-orang yang sukses di bisnis atau investasi tersebut. Dan sering kali menawarkan dengan model mimpi atau goal kehidupan seperti rumah mewah, mobil mewah. Padahal kita tidak memahami bagaimana model investasi tersebut bekerja dan menghasilkan profit. Di awal investasi kita memahami pola kerja dari bisnis yang akan kita investasikan. Lebih baik kita juga berinvestasi di bidang yang memang kita paham bisnisnya bahkan kita sedang menjalani bisnisnya. Misal ada tawaran investasi kayu jabon. Kita perlu mempertimbangkan masalah kepemilikan lahan, akses jalan, bagaimana bagi hasil dengan pengelola, siapa yang mengelola, bagaimana pengalaman dan track record pengelola, bagaimana nanti kalau panen, dan masih ada ratusan list yang harus di jawab.

investasi cerdasHal lain yang perlu dikuasai adalah masalah legal. Tahukah anda kontrak kerjasama atau bagi hasil yang diberi cap materai itu tidak ada artinya di mata hukum?

Pengetahuan ini sering diabaikan oleh faktor emosional, terburu-buru dalam mengambil keputusan, dan tidak berpikir jangka panjang. Berakibat investor merugi.

Pengalaman saya pribadi menjadi investor yang akhirnya saat ini jauh lebih tenang dalam menghadapi berbagai tawaran investasi. Saya belajar jutaan rupiah untuk trial menjadi investor. Dan pengetahuan / pengalaman ini akan saya share ke pembaca blog ini.

Faktor Waktu
Seringkali yang menjadi konsen dari investor adalah dia tidak memiliki banyak waktu, tetapi memiliki uang. Tentu harapannya uang ini dapat dikembangkan dalam bisnis. Sayang kan kalau uang hanya nganggur di bank atau di bawah bantal.

Seorang smart investor haruslah selalu mengalokasikan waktunya secara periodik untuk mengevaluasi perkembangan investasinya. Jika investasi di property, tentu 1-2 bulan sekali melihat perkembangan wilayah dimana ada propertynya. Misal investasi di bisnis orang lain, tentu berikan waktu untuk datang, diskusi, dan melakukan audit bagaimana bisnis-nya berjalan. Jangan hanya karena percaya kemudian mengabaikan silaturahim.

Faktor Resiko
Seringkali investor lupa mengukur faktor resiko. Sehingga dia lupa bahwa di setiap investasi maupun bisnis itu ada namanya siklus. Misal kita investasi di kripik singkong. Ya, setahun terakhir bisnis singkong memang lagi booming. Apalagi misal ada brand yang naik daun, seperti maicih atau karuhun. Tentu banyak pemain bisnis pemula juga mengharapkan mendapatkan keuntungan dari trend tersebut. Padahal kita tidak akan tahu sampai kapan trend kripik singkong extra pedas itu akan berakhir.

Faktor resiko berikutnya adalah mengukur sejauh mana bisnis itu sanggup memberikan return yang diharapkan. Misal sebuah bisnis kayu jabon, dia akan panen katakan dalam 5 tahun, dengan asumsi harga jual. Tapi tahukah kita berapa harga riil harga jabon itu 5 tahun kedepan? tidak ada yang tahu. Dan disana banyak celah yang bisa mengakibatkan kerugian investor.

Resiko terbesar seorang investor adalah kehilangan uangnya 100%. Bisa lebih? bisa saja jika tersangkut kasus hukum bisa juga berakibat lebih fatal. Misal terkait kasus korupsi.

Nah disini pentingnya seorang investor utamanya pemula memahami pola-pola dalam investasi di bisnis. Banyak di sekeliling kita yang menawarkan berbagai investasi yang dikemas sedemikian rupa, sehingga sulit bagi investor berpikir lebih tenang dan rasional. Hindari berinvestasi karena emosional. Karena iming-iming return.

Pikirkan juga bisnis dimana anda berinvestasi. Misal bagaimana jika barang-nya tidak laku, pengiriman tidak dibayar, ternaknya sakit, pohonnya mati, dan berbagai hal lainnya. Lalu pikirkan juga bagaimana mengantisipasinya.

Semoga bermanfaat bagi yang ingin berinvestasi
Dapatkan artikel bisnis dan investasi langsung di email anda dengan mengisi form berlanggalan.

Rahasia Membeli Emas

Standar

Beberapa hari yang lalu ada kabar emas kembali mendekati 1800, berhubung lagi sibuk pelajaran bisnis akhirnya hari ini kesampaian juga menengok portofolio yang sexy ini hihihihi…..

Dan ternyata setelah cek ke internet harga emas antam tembus lebih dari Rp.550.000 / gram-nya. Padahal 2 minggu yang lalu sudah berencana membeli emas buat tambahan tabungan sekolah rafi lho. Digadang-gadang di harga 1600 per troyounce ternyata tinggal angan-angan belaka.

Sebenarnya kenaikan ini sih sudah diperkirakan setelah kasus-kasus ekonomi di amerika dan eropa masih menyimpan bom waktu yang suatu saat bisa meledak. Kondisi dalam negeri dalam 1-2 bulan kedepan juga perlu diwaspadai. Tekanan inflasi mulai terasa walau harga BBM belum juga diputuskan. Ya, harga sembako sudah naik bertahap lho….

Membayar Sekolah Anak Dengan Emas

Ada pengalaman menarik 1 tahun yang lalu, tepat ketika anak saya masuk sekolah di TK. Saya sudah perkirakan sekitar 2 tahun sebelumnya dan memulai investasi dinar untuk sekolah.

Dari 15 dinar yang dibudgetkan alhamdulillah akhirnya saya cukup mengeluarkan 13 dinar saja 2 tahun kemudian. Untung 2 dinar :)

Caranya bagaimana ?

  1. Cek biaya masuk sekolah tahun ini (tahun 2012), misal 10 juta
  2. Perkirakan berapa jangka waktu si kecil akan sekolah, misal saat ini umur 1 tahun. Maka masuk TK umur 4 tahun, atau tahun 2015
  3. Perhitungkan kenaikan biaya sekolah. Pukul rata saja 20% setahun. Makan perkiraan biaya masuk adalah : 17,28 juta.
  4. Konversikan perkiraan biaya masuk sekolah dengan emas : 17,28jt =  +/- 32 gram (550rb / gram)
  5. Mulailah menabung emas untuk bisa terkumpul 32 gram dalam jangka waktu kurang dari 3 tahun

Sebenarnya saya sudah kenal dinar ini sejak tahun 2004, tapi saat itu sekedar iseng dan ikut-ikutan saja. Tapi alhamdulillah berkat belajar bersama di blog ini juga akhirnya ketemu cara investasi dan melindungi harta kita.

Cara yang sama juga dapat dibuat perhitungan untuk pensiun seperti yang pernah ditulis di blog ini : http://annasahmad.wordpress.com/2010/10/14/siap-pensiun-dengan-emas/

Strategi Membeli Emas

Sekarang kan emas mahal? nah ini dia caranya agar mendapatkan harga emas terbaik ketika membeli

Banyak sekali teman-teman yang ragu ketika mulai membeli emas. Ada yang alasan karena uang-nya pas-pasan, ada yang takut nanti harganya turun ketika jual, ada juga yang takut harga emas sudah terlalu tinggi. Ayo kita kupas satu persatu.

1. Punya emas, tapi uang cuma sedikit

Karena uang-nya cuma sedikit anda harus membeli emas. Lho kok? iya karena kalau uang banyak kita tidak perlu repot-repot menabung kan…. pakai saja uang nya. kan banyak……

beli emas bisa murah, misal perhiasan cincin. Tapi disarankan beli saja dinar atau LM. Logam mulia tersedia mulai dari keping 1 gram lho. Kita bisa juga beli dengan mencicil lewat pegadaian, atau beli di emasberlian.com. Mau beli cash? beli saja di logam mulia pulogadung atau beli di outletdinar.com

kalau bisa disiplin menabung bisa sisihkan sebagian dana di celengan ayam, setelah terkumpul baru beli emas. Kalau tidak terbiasa disiplin silahkan saja langsung mencicil lewat 2 alternatif diatas.

2. Harga Turun Ketika Jual

Jelas, kita sulit menjual harga sama dengan logam mulia ketika menjual. Karena kita juga bukan pedagang, sehingga acuan harga jual kita adalah mengacu pada harga buyback antam. Kita bisa menjual cukup tinggi dengan kita pasarkan sendiri lewat milis, fb, twitter, atau group BB.

Nah kalau temen-temen mau jual, boleh juga tawarkan ke saya juga kok…. :)

3. Harga Emas Terlalu Tinggi

Harga emas memang fluktuatif. Sulit untuk menentukan harga emas saat ini murah atau mahal, tapi jika dilihat pencetakan uang masih terus produksi uang fiat maka sejatuh-jatuhnya harga emas, tetap akan lebih bernilai dan kembali nilainya lebih cepat.

Saya pribadi juga melihat grafik perkembangan harga untuk mengambil keputusan beli / jual emas fisik.

Silahkan rajin datang ke sini untuk melihat grafik emas ya.

Bukan rekomendasi : Buy =1700 (27feb2012)

update 1 maret 2012 : ayo siap-siap belanja emas :)
update 16 maret 2012 : buat saya pribadi wajib beli emas!

kenapa beli emas lagi?

Standar

Sebulan yang lalu banyak sekali teman-teman yang berdiskusi tentang emas, membeli emas, gadai emas, berkebun emas dan sebagainya. Semua heboh bicara emas karena emas baru saja menembus harga tertingginya. Bahkan saat itu ada yang membeli hingga harga-nya lebih dari Rp. 550.000 per-gram.

Beberapa teman juga ada yang berharap keuntungan jangka pendek. Dia berharap emas dalam waktu singkat bisa mencapai Rp. 700.000 / gram. Dan menurut info dari teman beliau harganya bisa sampai Rp. 950.000 / gram di akhir tahun…

Menurut saya pribadi apa yang terjadi dalam harga emas adalah eforia. Saya lebih senang membandingkan harga emas terhadap dinar dan kambing saja. Nampak bodoh memang, tapi jauh menyenangkan :)

Sekitar 2 mingguan yang lalu saya juga mengamati akan jatuhnya emas cukup dalam. Ada ilmu yang dikenal dengan teknikal analysis yang pernah sedikit saya pelajari. Dari gerakan emas sangat potensi akan jatuh cukup lumayan. Beberapa sahabat yang percaya dengan ramalan ini pun mengambil kesempatan untuk menjual emas-nya. Dan kemaren SMS dan telpon dapet untung puluhan juta setelah mengikuti rekomendasi tersebut …. Saya ikut seneng lah, semoga besok ditraktir. Lalu apa kemudian saya bisa memprediksi masa depan? jelas jawabannya adalah TIDAK. Kita hanya dapat memprediksi kemungkinan yang terjadi di masa depan. tidak bisa memastikannya. Ini sama halnya jika kita melihat awan mendung. 50% bisa hujan, 50% tidak hujan, tapi kemungkinan lebih besar terjadi hujan karena mendung.

nah kemungkinan itu yang juga dipelajari di ilmu teknikal analysis. ada salah satu bentuk pola yang dikenal dengan nama double top. Bentuk ini sekitar sebulanan yang lalu terlihat cukup jelas di grafik emas. Dan tentunya momentum tersebut dapat kita gunakan untuk merealisasikan profit ataupun kita gunakan untuk mendapatkan waktu yang tepat untuk investasi jangka panjang yang kita rencanakan.

Beli emas lagi

Persis 5 hari yang lalu saya memutuskan membeli emas lagi. Karena stock emas ukuran kecil sangat langka, di ANTAM ” juga ngantri hebat, saya putuskan beli emas di toko emas dan “terpaksa” kepingan lumayan besar juga.  Alhamdulillah dari beberapa beri terakhir kecenderungan harga komoditas mulai naik di awal november. Beberapa hal penting yang menjadi catatan adalah tentang kasus yunani, musim dingin, serta agenda ekonomi besar di awal november.

Mas ini menimbun emas ya?

Saya tidak menimbun, hanya menabung saja. Dan jelas memang emas digunakan untuk kebutuhan sekolah anak. Sudah ditetapkan jumlah dan waktu-nya. Banyak yang bertanya kenapa menyimpan emas? kenapa tidak dipakai usaha saja? saya jelas membagi portofolio financial saya. Ada porsi tabungan, ada porsi investasi dan ada porsi untuk usaha. Lalu sedekah dan zakat? yang itu malah no#1  harus didulukan.

Oke, mari kita reevaluasi bersama kembali portofolio kita, review target dan tujuan financial kita. Dan tentunya jangan lupa untuk mengeksekusinya.