Bagaimana Produk Anda Bisa Naik Kelas ?

Standar

Siapa bilang kemasan itu tidak penting?
Kemasan itu mencerminkan isi-nya lho!

Bayangkan jika anda memiliki sebuah produk tetapi kemasannya dibuat asal-asalan saja. Anda membeli sebuah produk dengan harga ratusan ribu tapi kemasannya apa adanya? Coba simak di beberapa tempat perbelanjaan terkemuka banyak orang dengan bangga menenteng tas dengan logo merk tertentu. Mereka dengan bangga membawa kesana kemari. Bahkan ketika sampai di rumah, tas tersebut tidak mereka buang. Bahkan disimpan dengan rapi sama dengan isi barang yang mereka beri!

Kemasan tas tersebut bisa di pakai lagi, atau dijadikan kemasan ulang untuk produk spesial, untuk orang spesial juga. Hal ini juga terjadi di rumah saya lho! Di rumah, istri saya selalu menyimpak tas atau kemasan pembungkus di kotak khusus di lemari.

Salah satu jenis tas yang kini mulai populer adalah tas kanvas. Produk tas kanvas ini memang unik. Produknya multi purpose bisa dipakai mulai dari membawa bekal anak sekolah, untuk bawa laporan-2 mahasiswa, untuk teman belanja ibu-ibu, untuk bawa dokumen kerja di kantor, dan banyak hal lainnya.

tas unikNah, kali ini kita coba melihat tas kanvas sebagai identitas brand yang kita buat. Coba anda bayangkan jika merk anda terpampang di sebuah tas yang banyak di tenteng orang, lalu mereka bangga menggunakan tas tersebut. Tentu explosure merk anda akan terpapar di banyak tempat. Akan lebih banyak orang melihat, bahkan ingin tahu lebih jauh tentang produk anda!

Strategy Low Budget High Impact
Inilah salah satu solusi yang diberikan oleh taskanvasunik.com baik untuk usaha pemula, ataupun bisnis yang sudah eksis. Tas ini cocok juga sebagai kemasan sekunder (pengganti tas kresek yang lusuh dan tidak ramah lingkungan) maupun dapat digunakan untuk goodie bag di acara launching, seminar, maupun pelatihan.

Yang menarik lagi, buat anda yang hanya membutuhkan 1-2 buah saja bisa dilayani lho! Misal anda hanya ingin membuat tas unik untuk anda gunakan sendiri juga bisa. Dan bisa menjadi peluang bisnis yang menarik, misal anda membuat desain-desain tas yang keren, lalu dipasarkan via internet di blog maupun social media.

Ide dari cetak tas kanvas ini sangat sederhana tapi keren. Tidak heran juga sahabat saya owner taskanvasunik.com ini banyak mendapat liputan dari media tentang produknya. So ini adalah solusi bagi temen-temen yang membutuhkan kemasan ramah lingkungan (bisa di pakai ulang), unik, sekaligus menjadi sarana marketing bagi bisnis anda.

Review : Cyrus Chat

Standar

review cyrus chatSalah satu HP yang sudah saya cari 1 tahun belakangan adalah android dengan dual sim, ukuran dibawah 5 inch, dan dilengkapi dengan querty keyboard.

Eh, akhirnya ketemu juga dengan cyrus chat!

Untuk kebutuhan bisnis online yang saya kelola, penggunaan querty sangat penting untuk membalas SMS dengan cepat. Untuk SMS center sebenarnya sudah menggunakan software di PC, tapi kebutuhan untuk mobile juga penting karena bisa jagi SMS center sekaligus call center, BBM center, whatups center, line center, bahkah bisa jadi chat center, email center. wah lengkap banget!!!

Beberapa kelebihan dari cyrus chat adalah memiliki dual BBM, jadi kita bisa punya kontak sampai 10.000 orang, selain itu bisa dilengkapi pula dengan software penting untuk cek ongkos kirim, terintegrasi dengan facebook, instagram dan twitter, bikin autotext agar sms / chat pertanyaan umum bisa dengan mudah dan cepat dibalas, bisa dilengkapi juga dengan call recorder, serta fasilitas backup untuk jaga-jaga juga.

So cyrus chat seharga 1,4jt ini cukup lengkap dan benar-benar value for money!
Ada ide tools apa lagi yang perlu dilengkapi untuk toko online kita?

note: kelemahan cyrus chat ini terutama led bagian keyboard kurang terang. sehingga kalau dipakai di ruang yang gelap susah terlihat. Rating tetap 10/10!

Pensiun dan Memilih Menjadi Wirausaha

Standar

Seminggu yang lalu saya mendapat kesempatan sharing bersama calon pensiunan dan pemda depok. Ini merupakan pengalaman pertama saya sharing di depan bapak-ibu atau tepatnya kakek-nenek. Lho? iya, karena beliau ini rata-rata sudah memiliki cucu,…..

Pada awalnya saya tidak cukup percaya diri, lha secara umur jauh banget! Kalau terlalu sok tahu juga kurang sopan, umurnya aja mungkin baru separo bapak-ibu. Akhirnya saya lebih memilih untuk lebih banyak sharing saja, saling diskusi dan tukar pikiran.

Dihadapan sekitar 25-30 an orang calon pensiunan tersebut sekitar separonya adalah guru. Tema yang saya angkat lebih ringan saja. Tentang pilihan setelah pensiun. Ini sangat menantang, karena pilihan calon pensiunan memang beraneka ragam. Seringkali mereka hanya ingin di rumah saja. Ada yang ingin pulang kampung. Ada yang mau jadi guru lagi di sekolah swasta. Saya pribadi lebih menekankan pentingnya kita memiliki cita-cita di masa pensiun, dan menambahkannya lebih mulia. Persis ilmunya guru saya, pak Jamil Azzaini.

Menjadi pengusaha di masa pensiun memang bisa menjadi alternatif menarik. Selain mendapatkan penghasilan, bisa saling berbagi, dan banyak lagi alasan lainnya, tapi sebagai seorang entrepreneur membutuhkan fisik dan waktu yang cukup panjang. Ini yang perlu menjadi pertimbangan. Sehingga mempersiapkan pensiun sejak dini memang jauh lebih baik.

Berikut presentasi di event pensiun dan menjadi pengusaha dengan tema 7 Enaknya jadi pengusaha.

Ada juga presentasi lain tentang persiapan pensiun yang bisa disimak di :
http://www.slideshare.net/annasahmad1/materi-persiapan-pensiun

Welcome baby boy!

Standar

20 September 2012 – Jakarta

Pengalaman anak ke-2 ternyata juga memberikan sensasi tersendiri. Walau sudah punya sedikit pengalaman di anak
pertama, ternyata rasa cemas, gelisah, bahagia campur jadi satu juga.

Pilkada dan Central Park

Oh ya, salah satu yang bikin seru adalah proses kelahirannya. Dihari sebelumnya dokter memprediksi bayi siap lahir
normal dengan perkiraan kelahiran tanggal 17 September. Tapi ternyata sang bayi masih betah di perut ibunya.
Akhirnya kontrol terakhir ke dokter kondisi masih baik dan bisa ditunggu.
“Jalan-jalan yang jauh ya. berangkat jam 8.00 pulang jam 16.00. insyaallah langung lahir” pesan dokter dengan semangat.

Selepas pilkada putaran ke-2 kami memutuskan segera berangkat ke central park. Lokasi nya memang tidak dekat dengan
rumah, tetapi konsep agung podomoro yang mengkombinasikan antara mall, taman, culinary, ruko, dan apartemen diwilayah
tersebut membuat kita nyamah dan tahan berjalan berjam-jam.

Tepat pukul 11.00 ketuban pecah!
Wah tanda-tanda waktu kelahiran semakin dekat nih.
segera kita pulang dan menuju rumah sakit untuk persiapan persalinan.
Alhamdulillah pas hari libur, sehingga perjalanan ke RS lancar.

Pukul 14.36 akhirnya sang bayi keluar dengan persalinan normal.
Sesuai dengan rencana yang sudah dibicarakan dengan bidan dan dokter,
kami sepakat untuk menjalankan proses IMD dan inisiasi menyusui dini.

IMD adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu).
Inisiasi Menyusu Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif (ASI saja) dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi.

Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini sebagai tindakan ‘penyelamatan kehidupan’, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22 persen dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. “Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global. Hal Ini merupakan hal baru bagi Indonesia, dan merupakan program pemerintah, sehingga diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat mensosialisasikan dan melaksanakan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tercapai sumber daya Indonesia yang berkualitas,“ ujar Ibu Negara pada suatu kesempatan.

Tahap-tahap dalam Proses Inisiasi Menyusu Dini

  • Dalam proses melahirkan, ibu disarankan untuk mengurangi/tidak menggunakan obat kimiawi. Jika ibu menggunakan obat kimiawi terlalu banyak, dikhawatirkan akan terbawa ASI ke bayi yang nantinya akan menyusu dalam proses inisiasi menyusu dini.
  • Para petugas kesehatan yang membantu Ibu menjalani proses melahirkan, akan melakukan kegiatan penanganan kelahiran seperti biasanya. Begitu pula jika ibu harus menjalani operasi caesar.
  • Setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya tanpa menghilangkan vernix (kulit putih). Vernix (kulit putih) menyamankan kulit bayi.
  • Bayi kemudian ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Untuk mencegah bayi kedinginan, kepala bayi dapat dipakaikan topi. Kemudian, jika perlu, bayi dan ibu diselimuti.
  • Bayi yang ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu ibunya (bayi tidak dipaksakan ke puting susu). Pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat untuk mencari puting susu ibunya.
  • Saat bayi dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, Ibu perlu didukung dan dibantu untuk mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. Posisi ibu yang berbaring mungkin tidak dapat mengamati dengan jelas apa yang dilakukan oleh bayi.
  • Bayi dibiarkan tetap dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai.
  • Setelah selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vitamin K dan tetes mata.
  • Ibu dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Rawat-gabung memungkinkan ibu menyusui bayinya kapan saja si bayi menginginkannya, karena kegiatan menyusu tidak boleh dijadwal. Rawat-gabung juga akan meningkatkan ikatan batin antara ibu dengan bayinya, bayi jadi jarang menangis karena selalu merasa dekat dengan ibu, dan selain itu dapat memudahkan ibu untuk beristirahat dan menyusui.

Manfaat Kontak Kulit Bayi ke Kulit Ibu

  • Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kulit ibu akan menyesuaikan suhunya dengan kebutuhan bayi. Kehangatan saat menyusu menurunkan risiko kematian karena hypothermia (kedinginan).
  • Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Dengan demikian, bayi akan lebih jarang rewel sehingga mengurangi pemakaian energi.
  • Bayi memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) yang ada antinya di ASI ibu. Bakteri baik ini akan membuat koloni di usus dan kulit bayi untuk menyaingi bakteri yang lebih ganas dari lingkungan.
  • Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan berharga yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Usus bayi ketika dilahirkan masih sangat muda, tidak siap untuk mengolah asupan makanan.
  • Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi, sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi.
  • Bayi memperoleh ASI (makanan awal) yang tidak mengganggu pertumbuhan, fungsi usus, dan alergi. Makanan lain selain ASI mengandung protein yang bukan protein manusia (misalnya susu hewan), yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus bayi.
  • Bayi yang diberikan mulai menyusu dini akan lebih berhasil menyusu ASI eksklusif dan mempertahankan menyusu setelah 6 bulan.
  • Sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang keluarnyaoksitosin yang penting


Panduan dan tahapan penting IMD

  • Dianjurkan SUAMI atau keluarga MENDAMPINGI ibu dikamar bersalin.(ABM protocol#5 2003, UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006).
  • Dalam menolong ibu melahirkan disarankan untuk mengurangi / tidak menggunakan obat kimiawi
  • Bayi lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali tangannya; tanpa menghilangkan vernix Mulut dan hidung bayi dibersihkan, talipusat diikat.
  • Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di TENGKURAPKAN di dada-perut ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
  • Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  • Ibu didukung dan dibantu mengenali perilaku bayi sebelum menyusu.
  • Biarkan KULIT kedua bayi bersentuhan dengan KULIT ibu selama PALING TIDAK SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu – bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam (UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007, ( Kausand Kennel 2001; American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  • Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan MENDEKATKAN BAYI KE PUTING tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. BERI WAKTU kulit melekat pada kulit 30 MENIT atau 1 JAM lagi.
  • Setelah setidaknya melekat kulit ibu dan kulit bayi setidaknya 1 jam atau selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vit K.
  • RAWAT GABUNG BAYI: Ibu – bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. (American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).
  • Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

Alhamdulillah proses IMD dapat kita lalui sekitar 100 menit.
Terima kasih atas dukungan keluarga, sahabat, kawan-kawan,
@aimi_asi @ID_ayahasi, dan semua yang mensupport proses kelahiran sang bayi.

Welcome Baby Boy….

“Dari Pelayan Karaoke Menjadi Jutawan Berpenghasilan $15.000/bulan!”

Standar

Pagi ini saya melihat iklan di faceebook yang sempat beberapa kali muncul dihalaman profile. Dan judulnya sangat menggoda seperti judul artikel ini. Akhirnya rasa penasaran saya memuncak dan terpaksa mengunjungi link tersebut. dan hasilnya membawa ke sebuah web yang desainnya mirip dengan website CNN dengan template news. Coba bandingkan :

web CNN Asli

web CNN Asli

cnn ala eti nurhayati

cnn ala eti nurhayati

Di link tersebut alias _http://bisnis.com.co/ juga dilengkapi dengan artikel yang ditulis dengan copywriting layaknya berita. Keren banget tulisannya. Menggoda. Dilengkapi juga dengan foto rumah mewah dan mobil mewah. dan tentu dilengkapi dengan link yang mengarahkan ke web penjualan.

Pertanyaannya :
1. Apakah eti nurhayati benar mendapatkan jutaan dollar yang seperti yang diceritakan? jawab : “saya tidak tahu”
2. Apakah eti nurhayati pembohong / penipu ? jawab : “saya tidak tahu”

Kalau dilihat penawaran berikutnya adalah kursus internet tentang google adsense. Dan selama ini memang saya belum ada pengalaman banyak di dunia itu. Penghasilan adsense saya kurang dari US$100 / bulan.

Sahabat lain yang mereview tentang nur hidayati bisa anda simak juga di : http://clubnewbie.info/eti-nurhayati-make-money-online-millionaire-cnn-news/

Kalau saya sendiri melihat apa yang dilakukan oleh eti nurhayati ini sangat menarik dari sisi marketing. Bagaimana dia mengambil angel dari sisi pihak ke-3 seperti wartawan / media online yang mengambil berita tentang kesuksesannya. dan di sisi lain menggabungkan dengan iklan-iklan di facebook dengan penampilan wanita, janda muda yang cantik, putih, kulit mulus. Bergaya dengan mobil mewah, rumah mewah. Lengkap dengan gaya hidup yang santai, kerja dari rumah.

Tentu kesuksesan tersebut hanya ada dengan bekerja keras dan kerja keras. Apakah anda akan termakan iklan model demikian? dan masih mengharapkan uang datang dengan begitu mudah dan mengalir deras? mengharapkan menjadi kaya tanpa bekerja?

ayo diskusi dan belajar bareng secara nyata di : http://www.facebook.com/BisnisOnlineIsFun

Apakah Anak-ku harus rangking 1?

Standar

Si Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”

Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami  menerimanya dengan senang hati.

Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya begitu bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati kepada anak kami: “Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa?” Anak kami menjawab: “Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian yang luar biasa”. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.

Pada pertengahan musim, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan bahwa kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.

Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sangat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main. Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: “Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK?

Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?

Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.
Anak kami juga sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik lagi, tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu tidak dilakukan lagi.
Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat. Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat semakin kurus. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23. Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku kondisinya semakin pucat saja.

Apalagi, setiap kali akan menghadapi ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi tekanan, dan membantunya tumbuh normal.

Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah “Humor anak-anak” dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram damai kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.

Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek.

Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.

Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan berebut sebuah kue beras yang di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara yang sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.

Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing.

Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga.

Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.

Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar.
Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya.

Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.

Alasannya pun sangat beragam : antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris.

Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja.

Dia memberi pujian: “Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.

Saya bercanda pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”

Dia pun pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi Pahlawan aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.

Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga.

Dalam hatiku pun terasa hangat seketika.

Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini.
Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.

Jika anakku besar nanti, dia pasti menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang gemar membantu, tetangga yang ramah dan baik.

Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas?

Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi?

Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?

Anakmu bukan milikmu.
Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah
Anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.
– Khalil Gibran

Kisah ini juga di tulis di beberapa milis.

King of IKEA

Standar
IKEA : Inspiring!

IKEA : Inspiring!

siapa yang kenal Ingvar Kamprad ?
siapa yang kenal IKEA ?

Ingvar adalah pendiri IKEA, salah satu konsep bisnis favorit saya :p

Tulisan ini saya dapat dari salah satu sahabat yang membahas bagaimana milyuner yang tumbuh dari dropout class atau yang hanya berpendidikan rendah. Silahkan dinikmati…..

Multi-milyuner pendiri IKEA ini terkenal karena pelit dan hematnya. Setidaknya, ia sangat perhitungan dan fokus pada untung-rugi. Menurut cerita ia mengantongi garam dan merica (yang dibungkus dalam kantong kertas) ketika makan di restoran/hotel. Ia juga menggunakan tea-bag berulang-ulang, naik pesawat kelas ekonomi. Ia juga sering makan di kantin murah IKEA. Ia juga dikenal suka membeli hadiah natal dan kertas pembungkusnya setelah obral-natal dan tahun baru, dimana harganya bisa lebih murah lagi. Ada pernyataannya yang menarik:

“It is not only for cost reasons that we avoid the luxury hotels. We don’t need flashy cars, impressive titles, uniforms or other status symbols. We rely on our strength and our will!”

“Kami menghindari hotel yang lux bukan sekedar karena menghemat. Kami tidak perlu mobil yang mentereng, gelar yang membuat orang berdecak, seragam yang membuat orang gagah atau simbol-simbol status lainnya. Kami percaya pada kekuatan kami sendiri dan kemauan yang keras.”

Ingvar adalah orang Swedia keturunan Jerman yang lahir di Pjätteryd, Swedia. Bakat dagangnya dipupuknya ketika masih belia, dimana ia menjual secara eceran korek api yang dibelinya dalam jumlah besar. Barang yang dijualnya secara eceran masih lebih murah dari penjual-penjual lainnya. Dari korek api, ia mengembangkan usahanya dengan menjual ikan, pernak-pernik hiasan natal, ballpoint, dan pensil.

Ingvar keluar dari sekolah ketika ia berumur 17 tahun 1943 untuk mendirikan IKEA dengan uang hadiah dari ayahnya untuk keberhasilannya di sekolah. Sangat ironis. Meninggalkan sekolah karena memperoleh nilai yang baik. Semula IKEA hanya menjual barang-barang yang Ingvar pikir diperlukan orang dan bisa dijual dengan harga murah. Kemudian perabotan tumah tangga.

Show room pertama Ingvar, dibuka ketika ia berumur 27 tahun (1953). Kemajuannya sampai tahap ini masih bisa dicapai banyak orang. Punya showroom di umur 27 tahun, masih wajar. Dan diperlukan waktu 20 tahun untuk bisa maju dari pasar domestik ke pasar internasional. Pada umurnya yang ke 47 tahun Ingvar mengembangkan bisnisnya ke luar negeri dengan dibukanya cabang di Switzerland. Ekspansi bisnisnya di pasar internasional berkembang pesat dengan dibukanya beberapa cabang di Jerman, yang merupakan pasar terbesar IKEA. Kemudian Kanada dan Belanda.

Cabang di USA baru dibuka ketika ia sudah berumur 59 tahun, sudah cukup tua. Tahun 1993 – 50 tahun sejak usahanya dimulai, IKEA punya lebih dari 100 cabang di lebih dari 25 negara. Perjalanan yang sangat panjang. Kisah sukses panjang Ingvar bukan terjadi dalam sekejap, melainkan setahap demi setahap penuh dengan ketekunan dan hemat. Ingvar mempunyai yayasan sosial Stichting INGKA Foundation yang merupakan yayasan terkaya di dunia.