Seminar : hidup kaya, bebas hutang

Standar

Alhamdulillah kemaren bisa silaturahmi dengan teman-teman dari komunitas TDA dan IIBF se-jakarta, bahkan cukup banyak juga yang hadir dari luar daerah. Memang datang di seminar / event bukan sekedar mencari ilmu dari pembicara lho, karena peluang malah hadir lebih banyak karena kita ngobrol dengan sesama teman.

Mungkin ini hikmah datang pagi, jam 6.30 pagi sudah semangat meluncur ke lokasi karena barengan dengan mas rozaq n team yang bahkan mau berangkat jam 6.00!!! Disana pun lebih tenang karena bisa menikmati lokasi dengan baik, serasa mengingat 6-7 tahun lalu sempat kepikiran beli apartemen di lokasi yang dijadikan event. Memang bisnis property tidak sekedar lokasi, apalagi kalau untuk pembangunan mall / tempat umum

Selanjutnya alhamdulillah bisa diskusi dan ngobrol bareng Pak Haji Alay (sesepuh TDA) dan Mas Alfian (ketua IIBF Jakarta) dan dapat kesempatan kerjasama bareng, tunggu tanggal mainnya ya :)) cocok banget karena beliau sekarang juga masuk di bidang pengobatan alami. selain diajarkan menggunakan sensor dalam tubuh untuk mengetahui yang baik / tidak baik.

Hadir juga disana Pak Rosihan, Presiden TDA yang baru di lantik. Beliau tetap seperti dengan gayanya yang khas. Cool.

Silaturahmi dengan Ibu Nur dan suami, dan sempat diskusi dikit tentang teknik punya hutang, dan lagi mikir kenapa bisnis kok harus pake hutang. Maklum selama ini belum pernah terpikir kalau punya uang 1 M mau dipakai buat bisnis apa :))

Bertemu dengan kawan-kawan TDA lama, dan saling kenalan dengan teman-teman TDA yang baru memberikan nuansa dan inspirasi baru. Senang sekali punya keluarga besar yang saling support

Di akhir kesempatan maunya mau tanya tentang dampak lingkungan dari penanaman kelapa sawit ke Pak Happy, tapi mungkin ini akan menjadi PR di pertemuan berikutnya :)

About these ads

2 thoughts on “Seminar : hidup kaya, bebas hutang

  1. hallo mas annas saya yg salah sapa mas annas swaktu di tangerang kmrn, yg saya kira teman sma saya hihihihii… salam kenal ya mas, toko herbalna keren nih, pertanyaan yg sama sbenerna jg ingin saya sampaikan ke pak heppy soal dampak lingkungan dan ekosistemna dr kebun sawitna itu ;-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s