Pengumpan RSS

Passion Bang Somad (2)

Posted on

Tulisan ini adalah bagian ke-2 dari :
Bang Somad Cari Konsumen Di Internet di http://wp.me/pwyoK-hu

Setelah utak-utik toko online-nya berhari hari, Bang Somad segera buka “buku sakti” nya saat kumpul-kumpul belajar bareng bisnis online di 7eleven beberapa hari yang lalu.

Katanya kunci sukses di internet itu harus diawali dengan 3 hal mendasar :
1. Your Passion – Apa yang menjadi passion anda? suatu hal yang selalu ada dipikiran anda tiap hari
2. Your Genius – Siapa yang bisa memanfaatkan jasa, produk, dan keahlian yang yang saya miliki?
3. Your Commitment – Bagaimana saya mengatur waktu dan pikiran untuk meraih apa yang saya inginkan. Apakah saya masih suka jadi Mr. Tarsok seperti di artikel ini?

Hmm… jadi 3 hal ini yang akan menjadi pondasi pribadi saya untuk bisa sukses di bisnis internet. Tidak pakai lama segera Bang Somad mengambil secarik kertas dan mulai menulis 3 hal diatas : Passion, Genius, dan Commitment.

“Ane nulis apa ya? mulai dari mana ya? halah memang ane pikirin? TULIS apa aja deh. Yang penting kalau ada yang nanya passion ane bisa jawab. Kalau ada yang nanye masalah ilmu yang dikuasai ane bisa kasih penjelasan. Kalau ade yang nanyain commitment ane jawab aje sama rencana kerja ane. Beres!”

Sebernarnya mencari passion memang susah-susah gampang, tapi sebernarnya apa yang ada di benak kita ketika bangun tidur adalah passion kita sebenarnya. Bang Somad paling hobi sama motor. Tiap pagi pikirannya selalu stang, velg model baru, modifikasi, nyuci motor, Pokoknya segala sesuatu tentang motor. Gak heran waktu ada yang nawarin jualan aksesoris motor, Bang Somad semangat-nya gak kalah sama pahlawan yang mau nyerang penjajah.

Cerita tentang kios Bang Somad yang akhirnya tutup bisa disimak disini

Hari ini Bang Somad seperti dapet energi baru. Dia bisa lupakan segala masalah minggu depan harus bayar uang sekolah dan bayar tagihan listriknya. Yang ada di benaknya adalah motor dan bagaimana bisa jualan lewat internet.

Ok. Minggu ini Bang Somad mau belajar lagi tentang jualan di internet, toko online, lapak online, pokoknya bagaimana bisa jualan barang di internet dan LAKU!

Untung ada kelas belajar bareng minggu ini, yang mau ikutan silahkan http://bit.ly/KjuRfz

“Itu tidak akan berhasil!”

Posted on

Sebagai pemilik dan pengelola suatu bisnis, kita pasti terus berpikir apa yang akan kita lalukan lagi ya. Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan agar bisnis kita bisa lebih maju lagi. Mencari lagi inspirasi baru dengan berbagai dan bersilaturahmi sangat membuka jalan untuk menemukan apa yang selama ini belum kita lihat.

Inilah yang sebenarnya dikenal juga sebagai passion dalam suatu bisnis, dan ternyata passion ini menular lho. Coba anda diskusi dengan teman-teman yang sering berbagi, posting, dan berkomentar positif di milis, facebook, atau twitter dengan lebih akrab. Tentu kita dapat menemukan aura yang berbeda.

Diskusi sering kali menghasilkan perdebatan, apalagi kalau hanya dilakukan melalui media online. Dan sering ada kalimat pamungkas “itu tidak akan berhasil” dan hasilnya hanyalah emosional dan aura negatif yang muncul. Inilah pentingnya untuk saling menghargai dalam berdiskusi. Mari coba menghindari kata-kata tersebut dan mencoba mencari lebih jauh solusi apa yang memberikan peluang lebih besar agar berhasil. Teringat cerita salah satu guru saya, Pak Teguh di workshop grow your bussiness yang telah mencoba pasang billboard puluhan juta yang tidak menghasilkan, pasang iklan di sebuah koran nasional dan hanya impas saja. Dari sini bisnis beliau menemukan mana yang gagal, dan cara mana yang berhasil untuk bisnis beliau.

Banyak buku dan artikel yang memberikan clue 100 cara jitu mendapatkan konsumen baru, 75 tips menjual dengan cepat, atau 10 cara mudah mendapatkan mobil dan rumah idaman yang anda inginkan. Tentu kita harus lebih bijak menyikapinya. Tiap bisnis memiliki karakteristiknya masing-masing. Tentu kita bisa mencoba dari beberapa tips tersebut dijalankan, dan yang terpenting kita memiliki cara yang tepat untuk mengukurnya. Jangan biarkan investasi mahal yang telah anda bayarkan tidak terukur. Jika memang menghasilkan bisa kita lanjutkan, jika memang tekor sebaiknya memang di stop, atau belajar lagi karena kemungkinan ada hal-hal penting yang kita lewatkan.

Bang Somad Cari Konsumen Di Internet (1)

Posted on

Bang Somad hari ini lagi galau. Gimana tidak, kiosnya di pinggir jalan terpaksa disuntik mati karena harus nombok Rp.500.000 tiap bulannya. 3 Bulan lalu Bang Somad berencana membangun saja toko online yang “katanya berbiaya murah” ternyata juga belum menghasilkan. Katanya sih temen-temen Bang Somad sudah punya omzet ratusan juta perbulan dari web site. Kemaren waktu kongkow di warung kopi mba’ jum Si entong kabarnya juga sukses jualan sepatu bola. Penjualannya sehari bisa 10 juta!

Bang Somad gak habis pikir, karena dagangannya sebenarnya juga bagus dan harga murah. Aksesoris dan pernak pernik motor yang didapat dari engkong pemilik pabrik-nya langsung.

“Hmmm…. ternyata jual di internet kaga gampang juga ya. Sudah bayar domen, bayar hosteng, bikin website jutaan, mana hasilnya?”

Pusing mikirin akhirnya Bang Somad mampir di 7Eleven. Pengen nyamil kripik singkong pake keju + coffee latte dulu. Modal selembar hijau sudah cukup buat melepas galau hari ini, apa lagi besok sudah jatuh tempo buat setor bulanan ke bini tersayang.

jual barang di internet

jual barang di internet

Gak nyangka di pojokan ada orang-orang berlaptop yang lagi seru diskusi tentang toko online, Bang Somad tertarik cuma ragu kalau mau nimbrung langsung. Doi pun mencari posisi yang pas untuk mengintai dan nguping apa yang lagi dibicarain.

Dari situ Bang Somad tahu mereka adalah pemilik toko online. Mulai dari jualan bros, jualan jilbab anak, jualan baju muslim, jualan herbal, ada juga exportir ikan yang masarin produk lewat internet. Hari itu Bang Somad cuma denger mereka diskusi tentang traffic, google, keyword, facebook, Social media, Organic search, tapi masih belum jelas makhluk apa itu semua.

Abis mereka bubaran, dengan sedikit ragu Bang Somad mendekat dan tanya sama salah satu yang tersisa di pojok situ.

“Bang, saya Somad. Saya mau belajar yang tadi dibicarain semua sama abang-none tadi. Boleh saya ikutan gabung?”

“Oh silahkan aja Bang Somad, apa yang bisa dibantu?”
“Saya udah punya web site, udah abis duit banyak buat ini itu. Tapi kaga ada hasilnya. gak ada SMS, gak ada BBM, gak ada Email. Gimana Dong?”

Oh gitu ya bang. Memang membuat toko online juga harus ada perjuangan bang.
Tapi paling sederhana sebenarnya antara toko online dan offline itu pada dasarnya sama.
Kita butuh pengunjung.

Sama seperti kita buka kios, ruko, atau toko.
Kalau jalannya sepi, gak ada yang lewat, jelas gak ada yang mampir kan bang.

“Iya, Toko Ane udah tutup seminggu yang lalu. Capek jaganye, gak ada yang mampir.”

Trus biar rame gimana dong?

“Ya harusnye kite buka tuh di pasar, di jalan raya, pokok-nye tempat yang rame dah. Kemaren buka toko di jalan pinggir sawah, maklum maunya cari sewa yang murah malah tekor hasilnye.”

Nah sama juga prinsipnya di online bang.
Kita butuh pengunjung atau bahasa kerennya traffic.

“Trus Trefek ini dapetnye dari mana?”

Banyak caranya bang. Ini ada beberapa alternatif untuk mendapatkan pengunjung ke toko online kita :
1. Organic search traffic – Datang dari pencarian di internet. Misal Google atau Yahoo. Ini gratis lho!
2. Paid search traffic – Pasang iklan di situs pencarian, biasanya di Google Adwords™
3. Email marketing – Memasarkan lewat email, yang ini juga sering disalah gunakan jadi harus hati-hati
4. Social networking – Ini lewat situs seperti Facebook dan Twitter, sekarang malah bisa pasang iklan juga lho…
5. Shopping / Forum sites – Yang model gratisan banyak juga seperti tokobagus.com, olx.com, berniaga.com yang mantap bisa juga ke kaskus bang

Sebenarnya masih banyak cara lain buat traffic ini. Tapi 5 ini dulu aja kerjaan detailnya udah banyak banget bang.
Nanti kalau kurang saya cariin lagi ya…..

“Oh gitu ya. Beberapa diatas si ane juga udah tahu dan pernah denger. Tapi cara detailnya ane kagak paham. Gimana dong?”

Ok. Ada tempat yang lagi disiapin buat belajar bareng di akhir April 2012 ini.
GRATIS kok….
silakan isi fom pendaftaran aja di : http://bit.ly/KjuRfz

Kaizen : Perbaikan Berkesinambungan

Posted on

Saya pernah ragu ketika diminta sharing dihadapan mahasiswa tentang kesuksesan, apa lagi kalau sesi-nya success story. Bagaimana pun hebatnya suatu perusahaan pasti ada saja cacatnya. Selalu ada saja sela untuk dilakukan perbaikan. Hingga kadang saya juga heran kalau ada pengusaha “pemula” yang mengaku bisnisnya sudah jalan, dan dia berhak jalan-jalan.

Dalam membangun bisnis kami selalu berusaha fokus dan serius dalam operasional. Kami juga bekerja keras dan memberikan energi terbaik kami untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Dan tentu dalam operasional bisnis terbaikpun selalu ada ruang untuk melakukan perbaikan dalam segala aspek, sehingga artinya pekerjaan kita tidak akan pernah berhenti lho!

Ya, agar bisnis kita tetap dapat bersaing dalam kompetisi kita harus selalu melakukan perbaikan (istilah kerennya improvement) dan inovasi sehingga ada peningkatan bisnis berkesinambungan. Orang jepang suka mengatakan ini sebagai kaizen. Bagaimana kita bisa melayani konsumen dengan lebih baik, mengatur stock agar lebih efisien, bagaimana mengatur layout kerja agar pekerjaan bisa lebih cepat selesai, dan banyak hal baru lainnya yang membuat kita lebih baik. Tentu kadang kala suatu perubahan yang diperkirakan belum tentu lebih baik, nah disanalah kesempatan kita untuk belajar menjadi lebih baik.

Kata seorang sahabat : “We Must Never Settle for “GOOD Enough”, because good is the enemy of GREAT”

Tentu dalam bisnis kita harus selalu mampu meningkatkan standar yang tinggi dan konsisten untuk meningkatkan kemampuan lebih tinggi. Coba mari kita pertanyakan pada diri kita sendiri, apa yang bisa kita lakukan agar lebih effisien? Bagaimana perusahaan kita bisa bekerja lebih effektif? Bagaimana system stock dan logistik bisa lebih optimal?

salam kaizen!

Add Me! http://facebook.com/annasahmad

Apa Budaya Perusahaan Anda?

Posted on

Salah satu poin penting yang disampaikan CEO zappos adalah pentingnya corporate culture.

Apapun perusahaan anda, berapa lama anda sudah menjalani usaha, seberapa besar omzet bisnis, ternyata semuanya harus sebisa mungkin memiliki budaya perusahaan. Tentunya jika kita berharap bisnis besar, maka wajib kita membangun budaya perusahaan sedini mungkin.

Apa itu budaya perusahaan? siapa yang bertugas membuatnya?

Budaya perusahaan pada dasarnya adalah visi dan misi dari perusahaan sendiri. Bahkan bisa disebut budaya perusahaan adalah semacam roh dan jiwa dari sebuah organisasi. Tentu yang berkewajiban membuat dan menjaga budaya perusahaan adalah ownernya. Tentu dengan memiliki budaya perusahaan akan ditularkan kepada semua karyawan dan stakeholder-nya.

Your culture is your brand ~ tony h

Jaman dulu membangun merk bisa dimulai dari ruang meeting. Semua owner dan manager berkumpul memutuskan apa positioning dari merk mereka. Lalu mulai menyusun tag line, iklan yang digunakan, budget yang harus dikeluarkan. Konon dengan memiliki banyak uang cukup mudah untuk bisa membeli awareness dari sebuah merk.

Hari ini dunia telah berubah! Internet membuka semua. Jalur komunikasi vertikal berubah menjadi horisontal. Bukan lagi brand bicara pada customer. Tapi ini jamannya customer-to-customer. Suka atau tidak, perusahaan kini menjadi lebih transparan. Untuk tahu suatu perusahaan atau produk tinggal klik saja google.com, puluhan, ratusan informasi bisa didapat. Selain sebarannya, kecepatannya juga luar biasa. Dalam hitungan detik sebuah informasi bisa menyebar lewat jaringan facebook, twitter, maupun milis.

Belakangan ini banyak sekali yang berbicara tentang pentingnya brand. Salah satu tools yang sangat luar biasa untuk branding sebenarnya adalah corporate culture atau budaya perusahaan kita sendiri. Sejauh mana kita bisa membuat budaya perusahaan yang baik dan konsisten dalam melayani konsumen adalah branding yang sangat powerfull.

Ayo segera mulai hari ini!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.